Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Senin , Oktober 23 2017
Beranda » Tausiyah BBM » Pelajaran Hadits » Periodesasi Kepemimpinan Islam

Periodesasi Kepemimpinan Islam

#Politik Islam : Periodesasi Kepemimpinan Islam#

Pelajaran Hadist Hari Ini :

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ: كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ، فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ، فَقَالَ: يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي الْأُمَرَاءِ ؟ فَقَالَ حُذَيْفَةُ: أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ، فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ، فَقَالَ حُذَيْفَةُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُخِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا ، فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُخِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ نُبُوَّةٍ ” ثُمَّ سَكَتَ. (رواه أحمد)

Artinya : Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata, Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yg suka mengumpulkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, datanglah Abu Tsa’labah al-Khusyaniy seraya berkata, Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, Saya hafal khuthbah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hudzaifah berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yg dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa) dan atas kehendak Allah masa itu akan datang, lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yg berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam.” (HR.Imam Ahmad No.17.680).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.

Grup Tausiyah WA pagi ini akan membahas tentang politik Islam yaitu “Periodesasi kepemimpinan Islam.” Hal ini dimaksudkan agar kita memahami & meyakini khabar dari Rasulullah SAW tentang periodesasi kepemimpinan umat Islam.

Sejarah tlh mencatat kejayaan & kegemilangan peradaban Islam selama 13 abad sbg peradaban terpanjang didunia bila dibandingkan dgn peradaban yg lainnya seperti peradaban Yunani, Persia atau Romawi. Tepatnya sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah thn ke-13 dari masa kenabian atau tahun 622 Masehi, dilanjutkan masa kepemimpinan Khulafah rasyidin, Khilafah Bani Ummayah, Khilafah Bani Abbasiyah hingga masa Khilafah Turki Utsmani & runtuh pd tgl 3 Maret 1924. Sejak saat itulah kaum muslimin tdk lg memiliki pelindung umat Islam, penjaga agama Islam & pemersatu umat Islam.

Hadits diatas bersumber dari Musnad Imam Ahmad, hadits no.17.680 & hanya Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu sendiri yg meriwayatkan hadits ini (infarada Imam Ahmad bin Hanbal).

Riwayat ini termasuk hadits marfu’ (bersambung hingga Rasulullah SAW).
Hadits diatas dinilai hasan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Silsilah Al-Ahadits Al-Shahihah, 1/8. Dinilai hasan pula oleh Syaikh Syu’aib Al- Arna’uth, didlm Musnad Ahmad bi Hukm Al-Arna’uth, Juz 4 no hadits 18.430 & dinilai shahih oleh Al-Hafizh Al ‘Iraqi didlm Mahajjah Al-Qurab fi Mahabbah Al-‘Arab, 2/17).

Secara garis besar kita dpt membagi periode sejarah kepemimpinan Islam ke dlm 5 periode utama sesuai dgn Hadits riwayat Imam Ahmad diatas.

1. Periode ke-1 adl kepemimpinan langsung dari Nabi Muhammad SAW yg disebut sbg masa An-Nubuwwah (Masa Kenabian Rasulullah SAW sejak thn 610 M – 633 M).

2. Periode ke-2 merupakan Kepemimpinan para sahabat utama yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattb, Utsman bin Affan & Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum yg dikenal dgn julukan Khulafaur Rasyidin (Para Khalifah yg adil, jujur, benar & terbimbing oleh Allah SWT). Di dalam hadits tersebut periode ini dikenal sbg periodeKhilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yg mengikuti Manhaj/sistem/Metode/Cara Kenabian sejak thn 11 – 41 Hijriyah atau 632 – 622 M).

3. Periode ke-3 adl umat Islam akan mengalami kepemimpinan para Mulkan ’Aadhdhon (Para Raja/penguasa yg Menggigit). Kepemimpinan para Mulkan ’Aadhdhon (Para Raja/penguasa yg Menggigit) merupakan periode dimana umat Islam memiliki para pemimpin yg tetap mengaku & dijuluki sbg para Khalifah utk menjalankan hukum2 Allah SWT dlm seluruh aspek kehidupan.

Mrk msh menyebut pemerintahannya sbg Khalifah Islamiyyah (Kekhalifahan Islam), namun pola suksesi seorang Khalifah kpd Khalifah berikutnya menggunakan cara pewarisan tahta laksana sistem kerajaan turun-temurun. Periode ini bisa dikatakan merupakan periode paling lama dlm sejarah Islam, ia berlangsung sekitar 13 abad, semenjak Daulah Bani Umayyah, lalu Daulah Bani Abbasiyyah & berakhir dgn Kesultanan Utsmani Turki. Itulah sebabnya mereka dijuluki oleh Nabi sbg para Mulkan.

Periode Mulkan ’Aadhdhon betapapun keadaannya para raja tsb msh ”menggigit Al-Qur’an & As-sunnah, sbg 2 sumber hukum Islam meskipun tdk sebaik para Khulafaur Rasyidin.

4. Periode ke-4 adl Mulkan Jabbariyyan (Para Raja/penguasa yg memaksakan kehendak). Periode inilah yg sedang kita lalui saat ini. Inilah periode dimana umat Islam dlm kondisi yg sangat memprihatinkan. Umat Islam terpecah belah, terjajah & terbelakang. Inilah periode paling kelam dlm sejarah Islam. “We are living in the darkest ages of the Islamic history.”

5. Periode kelima adl berjayanya kembali umat ini dgn tegaknya kembali Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yg mengikuti manhaj/sistem/metode/cara Kenabian). Umat Islam akan menyaksikan munculnya kembali para pemimpin sekaliber Khulafaur Rasyidin di akhir zaman. Umat Islam akan memiliki kembali rumah syar’i mrk yakni Khilafah Islamiyyah

*Penutup*

Tegaknya kembali Khilafah ‘Ala Minhaaji An-Nubuwwah menyertakan peran & andil dari seluruh kaum Muslimin, bukan semata2 hanya andil dari kekuasaan Allah SWT. Utk itu kaum Muslimin wajib merencanakan & berjuang dgn sungguh2 utk menegakkan & mewujudkan kembali Khilafah Islamiyyah. Kita dilarang utk menunggu2 tegaknya Khilafah Islaamiyyah tanpa melakukan tindakan apapun dgn alasan berdirinya khilafah merupakan taqdir & qadla’nya Allah SWT.

Kaum muslimin hrs memelihara kesabaran, istiqomah & optimisme bhw umat Islam akan kembali berkuasa menguasai peradaban dunia sebelum terjadinya hari kiamat. Dan yg lbh penting adl hendaknya mrk berjuang sebagaimana berjuangnya Nabi SAW & para sahabatnya yg mulia utk mendakwahkan & memperjuangkan tegaknya Islam.

Semoga kita diberi Allah SWT kesempatan utk menyaksikan kembali tegaknya kejayaan Khilafah Islam.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tommy Abdillah

Aktivis da'wah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Admin Tausiyah Group Blackberry messanger (BBM), Admin Tausiyah Group Whatsapp, Penulis buku Tausiyah Group BBM : kumpulan tausiyah islam kaffah dari akar hingga daun.