Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Jumat , Agustus 18 2017
Beranda » Kajian » 5 WANITA HEBAT DALAM SEJARAH ISLAM

5 WANITA HEBAT DALAM SEJARAH ISLAM

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Addun ya Mata’un Wa Khoiru Mata’iha Al-Mar’atus Sholihah; yang artinya: Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah. (HR Muslim).
Pada edisi kali ini jalandakwah.info akan mencoba membantu anda mengingat kembali sejarah dan menguak kisah tentang beberapa wanita sholihah di zaman Rasulullah SAW yang sangat luar biasa. Kira-kira siapa ya?. Setidaknya ada 5 wanita hebat dalam sejarah Islam.

Didalam risalah perjuangan Rasulullah ada 5 wanita hebat dalam sejarah Islam yang mana menjadi panutan untuk kaum wanita muslimah di seluruh dunia.

Wanita tersebut adalah wanita yang mulia juga wanita penghulu segala wanita di dunia dimana syurga selalau merindukan sosok 5 wanita hebat dalam sejarah Islam tersebut. Mereka adalah:

1. Siti Aisyah

Nama lengkapnya Siti Aisyah binti Muzahim; adalah wanita yang beriman kepada Allah SWT, Beliau adalah istri Raja Fir’aun. Fir’aun yang kala itu tidak beriman kepada Allah menjadi seorang Raja penguasa yang sangat dzolim dan kejam. Dengan kekuasaannya itu ia lantas sombong dan angkuh, kufur dan mendustakan Allah. Meskipun Aisyah hidup dalam kekafiran Fir’aun, Beliau tetap istiqomah dan teguh beriman kepada Allah meskipun pada akhirnya beliau disiksa oleh seuaminya sendiri karena keimanannya kepada Allah.
Begitu beratnya ujian yang Aisyah hadapi itu tidak membuat imannya goyah, beliau tetap teguh mempertahankan keimanannya dan dengan penyiksaan yang dihadapinya justru semakin menguatkan imannya sampai akhirnya beliau wafat dengan cara disiksa dimasukkan ke dalam wajan besar yang mendidih. Disetiap penyiksaannya beliau selalu berdo’a kepada Allah untuk membangunkan sebuah rumah di syurga dan Allah pun mengabulkan do’anya, yang mana do’a tersbut Allah abadikan dalam ayat suci Al-Qur’an Surat A-Tahrim ayat 11:

Wa dzorobaAllahu matsalan lilladziina amanu-mroata fir’auna idz qoolat rabbibni lii ‘indaka baitan fii-alJannati wa najjini min fir’auna wa ‘amalihi wa najjini minal qoumi dholimin.
Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketia ia berkata, “Ya Tuhanku bangunkanlah untuk-ku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zholim.

2. Siti Maryam

Maryam binti Imran atau Siti Maryam merupakan anak tunggal dari keluarga Imran dan Ibundanya Bernama Hana. Maryam masih keponakannya Nabi Zakariya ‘alaihissalam dan merupakan ibunda dari Nabi Isa ‘alaihissalam. Ayahanda Maryam (Imran) wafat ketika beliau masih dalam kandungan, dan setelah beliau dilahirkan, ibundanya menyerahkan kepada pengurus rumah suci (baitul maqdis) untuk hidup mengabdi sepenuhnya kepada Allah menjadi pelayan/penjaga baitul maqdis, dan pamannya lah(Nabi Zakariya) yang mengasuh mengurus segala kebutuhan Maryam. Maryam adalah wanita suci yang tinggi derajat ketaqwaannya kepada Allah, beliau mampu menjaga kesucian dan kehormatan diri dalam mengabdikan dirinya kepada Allah, hari-harinya dihabiskan untuk berdzikir beribadah kepada Allah, hingga sampai suatu ketika beliau dewasa beliau mendapatkan amanah, yang mana beliau akan mengandung seorang bayi putra (yaitu Nabi Isa). Sebagaimana firman Allah dalam alqur’an bahwa malaikat jibril datang menemuai Maryam dan menyampaikan kabar yang menggembirakan dengan kelahiran seorang putra. Kemudian Allah meniupkan ruh kedalam rahim Maryam melalui Jibril. Maka disitulah bermula keimanan dan ketaqwaan Maryam diuji dengan berbagai fitnah dan hujatan, dimana masyarakat memandang negatif menuduh Maryam sebagai seorang wanita pezina. Namun keimanannya kepada Allah tetap kuat dan teguh. Dialah Maryam wanita hebat yang suci dan namanya diabadikan oleh Allah dalam satu surat khusus di dalam alqur’anul karim.(yaitu surat Maryam).
Waidz qoolatil malaaikatu yaa Maryamu innaAllaha-shthofaki wa thoharoki wa-sthofaki ‘ala nisaa’il ‘alamin.
Dan ingatlah ketika para Malaikat berkata:”Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, mensucikanmu, dan melebihkanmu, di atas segala perempuan diseluruh alam (pada masa itu). Q.S : Al-Imram 42

3. Siti Khodijah

Sayyidina Khodijah adalah istri Rasulullah saw yang pertama dan merupakan istri satu-satunya yang bisa mendapatkan keturunan. Siti Khodijah hidup dan besar di lingkungan suku quraisy, beliau dikenal dengan julukan wanita suci karena keutamaan akhlak dan sifat terpujinya. Beliau adalah seorang istri yang penuh cinta kasih sayang dan kelembutan. Beliau adalah orang yang perama beriman kepada risalah Rasulullah saw dan menyatakan kesediaannya menjadi pembela setia Nabi. Tatkala rasulullah mendapatkan wahyu pertama dari Allah swt melalui malaikat Jibril di dalam gua Hiro’, beliau pulang menemui Khodijah dengan penuh ketakutan dan keringat dingin yang bercucuran serta badan gemetar dengan hebat, beliau meminta Khodijah untuk menyelimutinya. Maka Khodijah melakukannya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan sehingga mampu menenangkan Rasulullah hingga tertidur.

Bersama Rasulullah, Khodijah turut menanggung kesulitan dan kesediah atas perilaku orang2 Quraisy, akan tetapi beliau senantiasa menampakkan wajah keceriaan sehingga manambah kesabaran dan semangat Rasulullah dalam berjuang menyebarkan Agama Islam. Khodijah pun merelakan seluruh harta bendanya untuk berjihad di jalan Allah. Kebijakan, kelembutan dan kebaikan Khodijah senantiasa selalu dalam ingatan Rasulullah bahkan setelah Khodijah wafat Rasulullah pun selalu menyebutnya dalam setiap kesempatan dengan memuji2 kebaikannya.
Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa Aisyah istri Rasulullah sangat cemburu tatkala Rasulullah menyebut-nyebut nama Khodijah. Aisyah berkata:

“Engkau selalu menyebut/mengingat terus wanita tua itu, padahal Allah telah menggantinya dengan seorang istri yang muda yang lebih baik darinya”.

Seketika itu Rasulullah marah, kemudian berkata:

“Demi Allah tidak ada yang dapat menggantikannya, dialah orang yang pertama kali mengimaniku tatkala yang lain mengingkariku, dialah yang membenarkannku tatkala yang lain mendustakankau, dia memberikan seluruh hartanya kepadaku tatkala yang lain menahan pemberiannya, dan dari dialah aku mendapatkan keturunan. Dialah Khodijah binti Khuwailid yang Allah pernah menyampaikan penghormatan (salam) kepadanya dan Allah membangunkan untuknya sebuah rumah indah di Syurga.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah Hadits:

Jibril datang kepada Nabi saw dan berkata: Wahai Rasulullah, ini Khodijah datang kepada engkau dengan membawa bejana berisi lau pauk atau makanan dan minuman. Apabila ia datang kepadamua, sampaikanlah salam kepadanya dari Allah Yang Maha Mulai lagi Maha Agung dan juga dariku dan kabarkanlah berita gembira kepadanya mengenai sebuah rumah di syurga yang terbuat dari mutiara di dalamnya tidak ada keributan dan kesusahan. (HR Muslim dari Abu Hurairah r.a)

4. Siti Fatimah

Siapakah Fatimah? Tidak ada seorang pun kaum muslimin yang tak mengenal sosok Fatimah az-Zahra atau Siti Fatimah,Nama lengkapnya adalah Fatimah Binti Muhammad. Ia dilahirkan delapan tahun sebelum Hijrah di Mekkah. Ibunya adalah Khodijah Binti Khuailid (istri pertama Rasulullah saw), sosok perempuan istimewa yang banyak berkorban harta benda untuk penyebaran Risalah Islam. Selain sebagai putri kesayangan Rasulullah beliau merupakan istri Khalifah keempat, Ali Bin Abi Tholib. Kepribadiannya selalu bersinggungan dengan orang-orang terbaik di zamannya, hingga tak heran bila kemudian kehidupan rumah tangganya menjadi panutan bagi banyak kalangan, lebih khusus bagi kaum hawa.
Fatimah mempunyai kepribadian yang sangat mulia. Wujudnya dipenuhi cinta dan keimanan. Betapa sangat mulia akhlaqnya sehingga Rasulullah sangat menghormati beliau. Suatu ketika Rasulullah pulang dengan luka dan kepala Rasulullah dilumuri kotoran unta oleh kaum Quraisy, Fatimah dengan hati-hati dan penuh cinta mengobati luka dan membersihkannya. Fatimah sangat mencintai ayahnya dan oleh karena itu Rasulullah memanggilnya dengan julukan Ummu Abiha (ibu bagi Bapaknya).
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:
Putriku yang mulia, Fatimah adalah pemimpin perempuan dunia di seluruh zaman dan generasi ia adalah bidadari berwajah manusia, setiap kali ia beribadah di mihrab dihadapan Tuhannya, cahaya wujudnya menyinari malaikat layaknya bintang yang bersinar menerangi bumi.

5. Ummu Anas

Pada zaman Rasulullah Muhammad SAW ada seorang wanita luar biasa yang bernama Ummu Anas; ialah isteri abu anas dan beliau ibu dari Imran bin Abu Anas. Ummu Anas wanita yang sangat rajin beribadah kepada Allah SWT dan juga seorang wanita yang berani bertanya.
Ummu Anas sosok seorang wanita bermental baja beliau sangatlah lugas dan nerani bertanya tentang hal-hal untuk menambah ilmu dan untuk amal ibadah. Beliau tidak pernah malu untuk bertanya terutama jika hal tersebut tentang ilmu pengetahuan. Ada sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani daripada Muhammad Ismail al-Anshari daripada Musa bin Imran bin Abi Anas daripada neneknya Ummu Anas bahwa
Ummu Anas berkata :“Aku pernah datang menemui Rasullulah saw dan berkata :”Allah menjadikan Engkau wahai Muhammad berada pada darjat tertinggi di syurga. Bagaimanakah caranya agar aku dapat bersamamu?”
Kemudian Rasullulah saw bersabda :“Dirikan sholat karena ia adalah sebaik-baik hijrah dan perbanyakkan dzikir kepada Allah swt karena itu adalah amalan yang sangat dicintaiNya. “
Dan dalam riwayat lain Thabrani meriwayatkan daripada Ishaq bin Ibrahim bin Basthas, daripada Muraba, daripada Ummu Anas bahwa
Ummu Anas berkata kepada Rasullulah saw :“Wahai Rasullulah , berilah aku nasihat?”
Rasullulah saw bersabda :“Tinggalkanlah maksiat karena ia adalah sebaik-baik hijrah.”
Nah dari hadits-hadits tersebut kita bisa lihat, betapa Ummu Anas sangatlah vocal, pemberani dan tidak malu untuk bertanya kepada rasulullah SAW terutama mengenai masalah2 kehidupan untuk kebaikan.
Hikmah yang dapat kita petik dari kisah Ummu Anas ini adalah janganlah pernah malu untuk bertanya pada guru, kakak, orang tua jika hal tersebut untuk sebuah kebaikan terutama dalam menambah ilmu pengetahuan.

Sumber Refferensi:
http://www.nurqolbu.net/2014/03/4-wanita-sholihah-dalam-sejarah-islam.html
Mushaf AL KAMIL, Al-Qur’an dan Terjemahnya, CV Darus Sunnah, Jakarta Timur, cetakan ke 2, Tahun 2013
Tabloid ANGGUN, Edisi 15/II/Agustus 2006

Tentang Team Content