Saturday , May 30 2026

Nasionalisme Ide Bathil

Pelajaran Hadist Hari Ini : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ‘ashabiyyah, Dan bukanlah termasuk golongan kami, siapa saja yang berperang di atas ‘ashabiyyah, Dan bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mati di atas ‘ashabiyyah”.(HR. Imam Abu Dawud).

 

Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Sebagai seorang mukmin hati kita sedih melihat terkatung – katung nya ribuan kaum muslimin Rohingya diperahu kayu dalam rangka mencari suaka politik yang ditolak oleh sejumlah negara. Bagaimana tidak sedih kaum muslim Rohingya mengalami penderitaan  terusir dari negara asalnya dan mereka mendapatkan perlakuan diskriminatif karena tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Pada akhirnya sebagian mereka ditampung oleh pemerintah Indonesia didaerah Aceh. Sejumlah negara termasuk kategori negeri muslim menolak pengungsi Rohingya karena faktor kebangsaan. Ide fanatik kebangsaan telah menyekat – nyekat eksistensi kaum muslimin sebagai saudara seiman dan seaqidah. Ide nasionalisme atau fanatik kebangsaan, fanatik kelompok dan fanatik kesukuan merupakan bagian dari ide bathil ‘ashabiyyah. Nasionalisme menurut Hans Kohn diartikan sebagai keadaan pada individu yang dalam pikirannya merasa bahwa pengabdian paling tinggi adalah untuk bangsa dan tanah air. Nasionalisme sesungguhnya ide absurd, tidak mengandung suatu pengertian yang pasti, yang muncul dari hawa nafsu egoisme jahiliah semata.

Syaikh Taqiyuddin An-nabhani rahimahullahu menjelaskan bahwa ikatan kebangsaan (nasionalisme) tumbuh ditengah – tengah masyarakat tatkala pola fikir manusia mulai merosot. Ikatan ini terjadi ketika manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Saat itu naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempat dimana mereka hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal munculnya tumbuhnya ikatan nasionalisme, yang tergolong ikatan yang paling lemah dan rendah nilainya. Ikatan ini tampak juga dalam dunia binatang serta burung – burung dan senantiasa emosional sifatnya. (Ref : Kitab Nidzomul Islam hal 39).

 

Secara literal, ‘ashabiyyah berasal dari kata ‘ashabah yang bermakna Al-‘aqaarib min jihat al-ab (kerabat dari arah bapak).  Disebut demikian dikarenakan orang – orang  Arab biasa menasabkan diri mereka kpada Bapak/ayah dan  ayahlah yang memimpin mereka, sekaligus melindungi mereka.  Adapun kata Al-‘ashabiyyah dan At-ta’ashshub bermakna  Al-muhaamat wa al-mudaafa’at (saling menjaga dan melindungi).  Jika dinyatakan, ta’ashshabnaa lahu wa ma’ahu : nasharnaahu (kami menolongnya)”. (Ref : Imam Ibnu Mandzur, Kitab Lisaan Al-‘Arab, Juz 1/602). Ikatan kebangsaan tidak layak untuk mempersatukan antar manusia karena ikatannya sangat rendah dan lemah. Ikatan kebangsaan kini telah ditinggalkan oleh orang – orang kafir yang mempromosikannya atas dunia Islam. Eropa secara ekonomi bersatu dengan mata uang Euro untuk melawan dominasi US Dollar , secara politik membentuk Uni Eropa, secara pertahanan membentuk NATO. Ummat Islam dahulu bersatu padu tanpa sekat – sekat wilayah selama 13 abad menguasai 2/3 dunia dibawah Khilafah Islam hingga kehancurannya di Turki pada thn 1924. Ummat Islam memiliki ikatan yang sangat kuat yakni ikatan aqidah Islam, Tuhan yang satu yaitu Allah SWT, Kitab yang satu yaitu Al-Qur’an, Nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW, kiblat yang satu yaitu Ka’bah dan kepemimpinan yang satu yaitu Khilafah Islam. Semoga Allah SWT menyatukan hati, perasaan dan pemikiran ummat Islam. Aamiin ya rabb..

 

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah