Selasa , Mei 5 2026

Thalaq Raj’i

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Thalaq yang dapat dirujuk 2 kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (QS.Al-baqoroh:229)

Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Tausiyah group WA dan BBM pagi ini masih membahas tentang perceraian didalam Islam yaitu tentang thalaq rujuk. Agama Islam sangat menjaga keutuhan rumah tangga kaum muslimin. Perkara ini dapat dilihat dari pengaturan perceraian/thalaq yaitu bahwa thalaq itu tidak hanya sekali tapi sampai 3 kali. Bila seorang suami yang menceraikan isterinya 1 kali atau 2 kali maka ia masih dapat  memperbaiki kembali keutuhan rumah tangganya. Thalaq raj’i adalah thalaq yang dijatuhkan oleh seorang suami kepada isterinya yang telah ia setubuhi. Yaitu thalaq yang terlepas dari segala yang berkaitan dengan pergantian uang serta belum didahului dengan adanya thalaq sama sekali atau telah didahului oleh adanya thalaq satu. Dalam hal ini seorang suami masih mempunyai hak untuk kembali kepada isterinya meskipun tanpa ada keridhaan darinya.(Ref : Syaikh kamil Muhammad Uwaidah, Kitab Fiqh Wanita hal 468). Allah ta’ala berfirman, Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) tersebut menghendaki islah.(QS.Al-baqarah:228).

Cara untuk rujuk adalah dengan menyampaikan rujuk kepada isteri yang dicerai atau dengan perbuatan. Dengan ucapan dapat dilakukan dengan bahasa yang jelas maupun kiasan/sindiran, contoh: saya rujuk kembali kepadamu atau sindiran engkau sudah seperti yang dulu. Rujuk dengan perbuatan para ulama menjelaskan dengan adanya hubungan jima’ antara suami dan isteri.

Syarat-syarat rujuk :

  1. Rujuk dilakukan setelah thalaq 1 dan 2 karna thalaq 3 sudah tidak berlaku untuk rujuk.
  2. Rujuk dilakukan kepada isteri yang pernah digauli sedangkan yang belum pernah maka tidak ada rujuk .
  3. Rujuk dilakukan pada masa iddah.

Masa iddah adalah: tempo waktu yang dilalui oleh seseorang wanita selepas perceraian atau kematian suami dimana dia tidak boleh menikah. Tujuannya untuk memastikan kekosongan rahimnya dari mengandung. Masa iddah itu ada 4 yaitu: iddah hamil masa waktunya adalah sampai melahirkan, iddah perceraian yaitu 3 kali quru’/ 3 kali masa suci dari haidh, iddah bagi wanita manopause selama 3 bulan dan iddah ditinggal suami karena wafat selama 4 bulan 10 hari. Seruan bagi para suami jangan kita terlalu mudah untuk mengatakan perkataan “Cerai” sebab bila dilakukan dengan sengaja dan ada niat maka telah jatah pada thalaq 1. Berarti sisa thalaq baginya setelah rujuk hanya sekali lagi.

 

Wallahu a’lam

 

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah