Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :
Luqman berkata: “Wahai anakku, sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau dibumi niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha teliti. Wahai anakku, laksanakanlah sholat dan suruhlah manusia berbuat yang ma’ruf dan cegahlah dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan dibumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS.Luqman:16-18)
Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Tausiyah group WA pagi ini masih membahas seputar mendidik dan membimbing anak yang soleh ataupun solehah. Salah satu kewajiban orang tua adalah mendidik dan membimbing anak – anaknya menjadi anak yang soleh dan soleha. Mendidik anak diera modern akhir zaman seperti saat sekarang ini membutuhkan bekal kesabaran dan ilmu agama Islam yang cukup. Bila tidak anak – anak kaum muslimin menjadi korban salah pergaulan yang serba bebas nilai (liberalisme), serba boleh (permisivisme), hura – hura dan senang – senang semata (hedonisme). Allah SWT telah menjelaskan didalam Al-qur’an secara eksplisit bagaimana tata cara seorang ayah yang bijak yang mampu mendidik anak – anaknya menjadi generasi yang terbaik yakni generasi rabbani. Generasi yang memiliki tauhid yang kokoh dan memiliki akhlaq dan kepribadian yang mulia. Didalam Surat Luqman dikisahkan tentang kesolehan seorang ayah bernama Luqman. Menurut Imam Zamakhsyari (wafat 538 H) didalam kitab tafsirnya Al-kasyaf ‘an Haqaiq al-Tanzil bahwa Luqman bin bau’ra adalah putera saudari perempuan Nabi Ayub AS atau putra bibinya. Luqman dijuluki sebagai ahli hikmah. Hikmah adalah kemampuan memecahkan masalah dan mampu mencari solusi yang terbaik dari suatu masalah.
Pendidikan Luqman terhadap anak – anak nya menjadi teladan bagi kaum muslimin hingga hari kiamat karena ia telah menanamkan nilai – nilai tauhid kepada anaknya sejak kecil untuk menjauhkan diri dari perbuatan menyekutukan Allah kpada yang lain. Memerintahkan mereka untuk patuh dan taat kepada kedua orang tuanya serta tidak berkata kasar dan mengatakan “AH”, memerintahkan menegakkan sholat, menyeruh berbuat yang baik dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, menjauhi sifat sombong seperti memalingkan wajah dan melembuntukan suara disaat berbicara.
Subhanallah.. ternyata kesolehan seorang ayah dan ibu sangat berperan besar menjadikan anak – anak kaum muslimin kelak menjadi anak – anak yang soleh dan soleha pula. Tidak ada kata terlambat bagi kita untuk terus memperbaiki diri menjadi hamba – hamba Allah SWT yang lebih baik. Terus belajar dari setiap kesalahan dan kegagalan agar dapat meraih kebaikan dihari esok bagi masa depan anak – anak kaum muslimin baik didunia maupun diakhirat. In syaa Allah..
Wallahu a’lam
By Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama