Selasa , Mei 5 2026

Keutamaan Berzikir Kepada Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana wa Ta’ala Berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيْكُمْ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (٤٣

Artinya : “Hai orang – orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang – orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab: 41-43).

Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berdzikir mengingat Allah SWT adalah bagian dari amalan saleh yang mulia. Berdzikir adalah amalan yang ringan tapi balasannya dapat memberatkan timbangan mizan dihari kiamat kelak. Dzikir menurut pemahaman ulama terdahulu adalah segala perbuatan yang dapat mendekatakan diri kpd Allah SWT, baik berupa shalat, puasa, zakat, tasbih, tahmid, takbir, tahlil maupun membicarakan hukum halal-haram, belajar, berda’wah, memberi nasihat, jual-beli, nikah, haji dsb. Sepanjang semua itu dilakukan dengan niat yang ikhlas dan melakukannya sesuai dengan syari’at maka itu termasuk dzikir.

Secara terminologi dzikir berarti menyebut dan mengingat. Dzikrullah menyebut dan mengingat Allah SWT. Dzikir yang baik mencakup 2 makna di atas : menyebut dan mengingat. Dzikir dengan hanya menyebut dengan lisan tanpa menghadirkan hati tetap bisa mendatangkan pahala, namun tentu dzikir macam ini berada pd tingkat yang paling rendah. Dzikir dengan lisan tanpa menghadirkan hati dan fikiran bisa saja memberi pengaruh thp hati dan keimanan seseorang tapi pengaruhnya tdk sebesar dzikir sambil menghadirkan hati.(Ust.Ahmad Yani, MA, Meresapi makna dzikir).

Dzikir dari sisi waktu pelaksanaannya terbagi menjadi 2 : dzikir muqayyad/terikat atau tertentu, dzikir muthlak/bebas. Dzikir muqayyad/terikat atau tertentu dilakukan dengan jumlah yang ditentukan oleh nash hadits. Sebagaimana dzikir setelah shalat 5 waktu dengan membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, masing2 33 kali dan ditutup dengan kalimat tahlil 1 kali, maka seluruhnya berjumlah 100 dan disebuntukan dalam riwayat lain dengan jumlah yang berbeda. Adapun dzikir muthlak (bebas ) boleh dilakukan dalam jumlah yang tdk terbatas. Dan adanya pembagian kpd dzikir muthlak/ bebas ini memberikan peluang bagi kaum muslimin untuk sering melakukan dzikrullah.

Diantara keutamaan2 berdzikir yang disarikan oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah didalam kitabnya Al-Wabilush Shoyyib : Mengusir syetan, mendatangkan ridho Ar-rahman, menghilangkan gelisah dan hati yang sedih gundah gulana, hati menjadi gembira dan lapang, menguatkan hati dan badan, menerangi hati dan wajah menjadi bersinar, mendatangkan rizki, orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan, seorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan mengingat dirinya di saat ia butuh, dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari perbuatan ghibah/menggunjing, namimah/adu domba, dusta, perbuatan keji dan bathil,
semakin bertambah ma’rifah/mengenal Allah. Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah, menghapus dosa krn dzikir adalah kebaikan terbesar dan kebaikan akan menghapus kejelekan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Dzikir bagi hati seperti air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut berpisah dari air.

Allah SWT berfirman,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ (٢٨

Artinya : “[yaitu] orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.(QS.Ar-ra’d:28). Semoga kita termasuk hamba2 Allah SWT yang senantiasa berdzikir baik dalam keadaan berdiri, duduk, berjalan, berbaring maupun disaat menghadapi sakratul maut kelak sehingga kita tergolong dalam golongan orang – orang khusnul khatimah. Aamiin ya rabb..

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

 

Tentang Tim Jalan Dakwah