Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :
“Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang – orang yang menyerah diri” (QS. Fushshilat: 33)
Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, keutamaan menyerukan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar adalah sebagai manusia yang paling baik ucapannya. Seruan da’wah kepada individu, masyarakat dan negara adalah upaya untuk menunaikan kewajiban, menjaga eksistensi ajaran Islam,menyelamatkan diri dari kemaksiatan dan menyebar luaskan kemuliaan agama Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Da’wah menurut bahasa adalah seruan atau ajakan, sedangkan menurut makna syar’inya adalah seruan kepada orang lain agar mengambil yang khoir (islam), melakukan kemakrufan dan mencegah kemungkaran. Atau juga dapat di definisikan dengan upaya untuk merubah manusia (baik perasaan, pemikiran, maupun tingkah lakunya) dari jahiliyyah ke islam, atau dari yang sudah islam menjadi lebih kuat lagi ke islamannya.
Imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkan ayat di atas yaitu para da’i tersebut memberi manfaat kepada dirinya dan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bukanlah termasuk golongan ini orang – orang yang menyeru kepada yang ma’ruf akan tapi tidak mengerjakannya, atau mencegah dari yang mungkar akan tapi ia sendiri mengerjakannya. Akan tapi mereka menyeru kepada kebaikan dan meninggalkan keburukan, menyeru makhluk kepada Al-khaliq. Seruan ini umum mencakup siapa saja yang menyeru kepada kebaikan dan memberikan petunjuk kepada orang lain. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 24).
Subjek da’wah dapat dilakukan oleh individu, jama’ah maupun negara, masing – masing memiliki dasar dan arah perjuangan tersendiri dalam mencapai sebuah target da’wah. Hal ini terjadi karena perbedaan dalam memahami realitas pada sebuah pemikiran bagaimana membangkitkan masyarakat. Sebaik-baik suri tauladan dalam seluruh amal ibadah termasuk dalam berda’wah adalah Rasulullah SAW. Berdasarkan aktivitas da’wah Rasulullah SAW melalui kajian kitab Sirah nabawiyah mulai dari periode Mekkah hingga Madinah selama 23 tahun dapat difahami metode atau thoriqoh da’wah Rasulullah SAW ada 3 yaitu :
- Kaderasasi para sahabat Rasulullah SAW untuk menanamkan tauhid, syakhsiyah/kepribadian dan tsaqofah/ilmu pemahaman Islam.
- Interaksi pemikiran antara yang haq dan bathil ditengah – tengah masyarakat arab jahiliyah
- Penerapan Islam secara kaffah.
Ketiga metode dakwah ini wajib diteladani oleh ummatnya yang mengaku mencintai Rasulullah SAW. Sebaik – baik seruan da’wah dilakukan oleh negara yang akan menyerukan da’wah Islam ke seluruh penjuru dunia tapi ketika tidak adanya negara yang berperan mengemban da’wah Islam maka dapat dilakukan secara berjama’ah sebab beban dan tanggung jawab bukanlah perkara yang ringan. Rintangan dan tantangan da’wah juga begitu berat karena sedang terjadi pertarungan antara yang haq dan yang bathil. Dengan mengikuti metode da’wah Rasulullah SAW dan berda’wah dengan penuh keikhlasan serta kesabaran maka in syaa Allah perubahan akan dapat terwujud baik perubahan individu, masyarakat maupun bernegara . Wallahu a’lam
By : Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama