Pelajaran Ayat Al-qur’an Hari Ini : Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Qs.Ar-rum: 30).
Note : Assalamu’alaikum wr.wb. Saudaraku seiman, Sebelumnya saya minta maaf selaku admin tausiyah group WA tidak aktif beberapa hari memberikan tausiyah karena libur iedul fithri dan proses perjalanan pulang dari tanah suci ke tanah air membutuhkan waktu yang panjang. Hingga hari ini semangat iedul fithri masih menyelimuti kaum muslimin terutama di Indonesia karena dinegara – negara timur tengah suasana iedul fithri biasa – biasa saja. Seorang mukmin yang menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan ikhlas dan benar maka ia akan diampuni dosa – dosa nya oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Dia seperti bayi yang baru lahir suci tak berdosa karena Allah SWT telah mengampuni dosa – dosa nya yang terdahulu seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.
Makna hakiki iedul fithri adalah kembali kepada fitrah dasar manusia sebagai makhluk Allah SWT. Secara bahasa, fitrah berasal dari kata fathara– yafthuru–fathr[an] wa futhr[an] wa fithrat[an] yang artinya: pecah, belah, berbuka, mencipta. Jika dikatakan, Fathar Allâh, artinya Allah menciptakan. (Imam Ar-Razi, kitab Mukhtâr As-Shihâh, I/212). Imam Al-Qurthubi, mengutip gurunya, Abu Abbas, menyatakan, “Ayat diatas mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan kalbu (akal) anak Adam untuk siap sedia menerima kebenaran sebagaimana mata diciptakan siap untuk melihat dan telinga siap untuk mendengar. Selama kalbu anak Adam tetap dalam fitrahnya itu, maka ia akan mengenali kebenaran. Agama Islam adalah agama yang benar (Kitab Tafsîr al-Qurthubi, jilid XIV/29). Fitrah mengharuskan manusia hanya menerima agama, pandangan hidup (ideologi) dan sistem hidup yang memang sesuai dengannya. Fitrah manusia mengharuskan untuk menolak dan membuang agama, ideologi serta sistem hidup yang mengesampingkan fitrah atau yang bertentangan dengan fitrah dasar manusia. Manusia akan terdorong oleh fitrahnya untuk mencari agama dan ideologi yang sesuai dengan fitrah. Faktanya, di dunia ini hanya Islam-lah agama dan ideologi yang sesuai dengan fitrah manusia, mampu menenteramkan jiwa manusia dan dapat diterima rasional akal manusia. Agama dan ideologi selain Islam hanya membahas aspek spiritual yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dalam bentuk ritual penyembahan. Fitrah manusia tidak bisa menerima sekadar hal ini sebab jika demikian agama – agama itu hanya memperhatikan 1 aspek fitrah saja dan mengabaikan fitrah manusia lainnya. Pada hal aspek fitrah lainnya itu pemenuhannya juga menuntut adanya aturan hidup. Kembali kepada fitrah adalah kembali kepada akidah Islam dan syari’ah Islam. Dengan hal itu manusia akan selamat dari segala macam bentuk kerusakan dan akan menikmati kehidupan yang dipenuhi kebaikan, kesejahteraan dan berkah dari Allah SWT Tuhan semesta alam.
Wallahu a’lam
By : Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama