Saturday , June 20 2026

Hikmah Ibadah Haji: Meraih Mabrur dan Politis

Bismillahirrahmanirrahiim

Pelajaran Ayat Al-Quran Hari Ini : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”(QS.Al-hajj:27).
Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Topik tausiyah group WA dan BBM pagi ini masih membahas seputar ibadah haji sebagai rukun Islam yang ke-5. Ibadah haji hukumnya adalah wajib bagi yang mampu seumur hidup sekali.  Sebuah hadist : Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan kami lalu bersabda: “Wahai sekalian manusia, sungguh telah diwajibkan atas kalian haji, maka berhajilah.Maka seseorang berkata: Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah? Beliau terdiam sampai orang tersebut bertanya sebanyak 3 kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menjawab: Kalau aku menjawab ya, maka akan menjadi wajib (setiap tahun) dan niscaya kalian tidak mampu. Lalu beliau bersabda: Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, sesungguhnya binasanya orang – orang sebelum kalian adalah karena terlalu banyak bertanya dan menyelisihi para nabi mereka. Jika aku perintahkan kalian terhadap sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian, dan jika aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkanlah.”(HR.Muslim, Kitab Al-Hajj Bab Fardhul Hajj Marratan fil ‘Umr, no. 2380).

Al-imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkan Surat Al-hajj ayat 27 diatas, yang dimaksud dengan kata fajjin ‘amiq ialah jalan atau penjuru yang jauh. Maka tiada seorang pun yang memeluk agama Islam, melainkan hatinya rindu ingin melihat Ka’bah dan melakukan thawaf di sekelilingnya, kaum muslim dari segala penjuru dunia bertujuan untuk menziarahinya.

Setiap perintah ibadah dari Allah ta’ala terkandung hikmah bagi hamba – hamba-Nya yang menunaikannya baik hikmah hidup ketika masih hidup didunia ini maupun diakhirat kelak. Diantara keutamaan ibadah Haji yang mabrur adalah mendapatkan pahala surga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR.Bukhari no.1773 dan Muslim no.1349).

Adapun hikmah lain Ibadah haji adalah memiliki makna politis diantaranya : ibadah haji dapat membangkitkan kesadaran persatuan dan kesatuan umat Islam yang saat ini tercerai berai oleh sekat – sekat fanatisme kelompok maupun bangsa. Berkumpulnya ummat Islam sedunia pada saat ibdah haji juga dapat membangkitkan kesadaran perjuangan melawan kafir penjajah dan meningkatkan ketundukan terhadap syari’at Allah secara kaffah. Pelaksanaan ibadah Haji kini sudah kehilangan makna politisnya bagi umat. Tak seperti dulu, katakanlah di zaman penjajahan Belanda saat Khilafah Islam masih ada. Para jamaah haji di jaman penjajahan betul – betul mendapat pencerahan politik berkat ibadah hajinya di Mekkah. Mereka yang pulang haji menjadi makin berani melawan pemerintahan kafir Belanda. Inilah yang menyebabkan Belanda mengkhawatirkan dampak haji secara politis karena tahun 1908 Belanda pernah menegaskan bahwa melarang umat Islam berhaji akan lebih baik dari pada terpaksa harus menembak mati mereka.(H. Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda, hlm.22). Kini ibadah haji mungkin sudah kosong dari makna politis itu. Ibadah haji saat ini lebih difahami sebagai ibadah ritual belaka, plus rekreasi dan wisata belanja di Tanah Suci. Pada hal ibadah haji sebenarnya mengandung makna politis yang kuat. Sejak awal Islam, dimensi politik dalam ibadah haji sudah terlihat sangat kental. Sebagai contoh, dalam Haji Wada’ pada tahun ke-10 Hijriyah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan khutbah antara lain, Ketahuilah, sembahlah Tuhan kalian, dirikanlah shalat 5 waktu kalian, laksanakanlah puasa Ramadhan kalian, bayarkanlah zakat harta kalian dengan suka rela, tunaikanlah haji di rumah Rabb kalian, dan taatilah waliyul amri/pemimpin Islam kalian, niscaya kalian masuk surga Rabb kalian. (Syekh Shafiyurrahman Mubarakfuri, Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 359).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Mari bergabung dengan Tausiyah Group WA dan BBM. Invite +62813 64815366/PIN 51D6D2F2.

Tentang Tim Jalan Dakwah