بسم الله الرحمن الرحيم
Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :
{قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ} [آل عمران : 31]
Artinya :
“Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.Al-imran:31).
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kpd para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang hakekat mencintai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kemaren tgl 12 Rabi’ul awwal 1437 Hijriyah, sebagian kaum muslimin memperingati kelahiran manusia paling mulia & sempurna yakni Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terlepas dari pro & kontra tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kita selaku ummat nya memiliki kewajiban utk memuliakan, mencintai & mengagungkan baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Didl kitab Tafsir Thabari disebutkan bhw para ahli tafsir berbeda pendapat tentang sebab turunnya ayat diatas. Sebagian para ahli berpendapat bhw ayat itu diturunkan pd suatu kaum di masa Rasulullah SAW yg berkata: Sesungguhnya kami mencintai Tuhan kami. Maka Allah ‘azza wa jalla memerintahkan Nabi Muhammad utk berkata kpd mereka, Bila ucapan kalian benar maka ikutilah aku (Rasulullah) krn itu merupakan bukti kejujuran ucapan kalian itu.
Al-imam Qurthubi rahimahullahu didlm kitab tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an menjelaskan bhw ciri cinta kpd Allah ta’ala adl mencintai Al-Qur’an & ciri cinta pada Al-Qur’an adl mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam & ciri cinta pd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl mencintai sunnah & ciri cinta pada Allah, Al-Qur’an, Nabi & Sunnah adl mencintai akhirat & ciri cinta pada akhirat adl mencintai diri sendiri, ciri cinta pada diri sendiri adl membenci dunia, ciri benci pada dunia adl tidak membawa dari dunia itu kecuali bekal & kehidupan yg sepadan.
Sbg umat Nabi Muhammad SAW kita mengimani & mencintai Rasulullah SAW sebagaimana sabdanya :
عن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ
Artinya : “Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Maka demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya.”(HR.Bukhari).
Diantara wujud kecintaan kpd Rasulullah Muhammad SAW adl sbb :
1. Mencintai apa yg ia cintai & membenci apa yg ia benci. Mengamalkan apa yg ia perintahkan & meninggalkan apa yg ia larang. Hari ini begitu banyak perintah2 Allah SWT & Rasulullah SAW yg terabaikan dlm kehidupan sprti perkara budaya, ekonomi, hukum & politik pemerintahan yg sesuai dgn contoh teladan Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman,
وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ.
Artinya : Apa saja yg Rasul berikan kepada kalian, terimalah. Apa saja yg Dia larang atas kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.(QS.Al-Hasyr :7).
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya : Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim (pemutus perkara) terhadap perkara yg mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yg kamu berikan & mereka menerima dengan sepenuhnya.(QS.An-nisaa’:65).
2. Mempelajari sunnahnya, mengamalkannya & menda’wahkan. Rasulullah SAW bersabda,
1. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.
Artinya : Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Setiap ummatku akan masuk Surga, kecuali yg enggan. Mereka (para Shahabat) bertanya : Siapa yg enggan itu? Jawab beliau : “Barangsiapa yg mentaatiku pasti masuk Surga & barangsiapa yg mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.(HR.Bukhari No.7.280).
3. Senantiasa bershalawat kepadanya.
أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا.
Artinya : Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari & malam Jum’at, barangsiapa yg bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.(HR.Al-baihaqi).
4. Mencintai Ahlu Bait Rasulullah
SAW.
Sebagaimana hadits Ghadir Khum sbb : Zaid ibnu Arqam berkata : Rasulullah pd suatu hari pernah berdiri di depan kami sbg khatib di daerah mata air yg bernama Khum (daerah antara Makkah & Madinah). Beliau memuji Allah & menyanjung-Nya. Beliau memberi nasehat & memberi peringatan, kemudian berkata :
‘Amma ba’du, wahai manusia, sesungguhnya aku adl manusia biasa yg sebentar lagi akan datang utusan Rabbku (malaikat maut) & aku akan menyambutnya. Aku tinggalkan di antara kalian dua perkara yg berat. Pertama adl Kitab Allah, di dalamnya terdapat petunjuk & cahaya. Ambillah dgn Kitab Allah ini & berpeganglah dengannya.
Zaid berkata : Maka Rasulullah menganjurkan & memberi semangat untuk berpegang dgn kitab Allah. Kemudian beliau berkata: yg kedua Ahlul Baitku. Aku peringatkan kalian tentang Ahlul Baitku, aku peringatkan kalian tentang Ahlul Baitku. Aku peringatkan kalian tentang Ahlul Baitku.” (HR.Muslim dalam Shahih-nya dengan syarah Al-Imam An-Nawawi, juz 15/174-175).
Semoga kita semua termasuk ummat Nabi Muhammad SAW yg istiqomah utk mengamalkan seluruh sunnahya & menda’wahkannya shg akan mendapatkan syafaatnya kelak dihari kiamat.
Wallahu a’lam
By : Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama