Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :
“Ketika mereka berkata: Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh Ayah kita dari pada kita sendiri. Pada hal kita ini adalah satu golongan yang kuat. Sesungguhnya Ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah yang tak dikenal supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja.” (QS.Yusuf:8-9).
Note: Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tausiyah group WA dan BBM pagi ini akan membahas tentang penyakit hati yaitu dengki. Dengki atau juga biasa disebut dengan hasad berasal dari kata bahasa Arab Hasada, bentuk fa’ilnya adalah Hasid. Hasad adalah membenci kenikmatan Allah kepada saudaranya dan ia menginginkan kenikmatan itu hilang darinya. Atau sikap senang atas hilangnya nikmat orang lain, atas rasa gembira, atas musibah yang menimpa mereka.
Jauhilah sifat dengki karena dengki adalah bagian dari penyakit hati dan termasuk dosa yang membinasakan. Penyakit hati iri dan dengki akan berimplikasi pada kejiwaan seseorang sehingga menjadi penyakit didalam tubuh. Dengki bagian dari tabiat manusia hanya saja bagaimana menyikapi tabiat itu. Ada orang yang senang bila melihat orang lain susah dan ada juga orang yang susah bila melihat orang lain senang. Seharusnya kita senang bila saudara kita mendapat nikmat Allah dan prihatin atas musibah yang menimpanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Hindarilah dengki karena dengki itu menghancurkan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar.”(HR. Abu Daud).
Al-Qur’an telah menjelaskan kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam, akibat kedengkian saudaranya ia hendak membinasakan dirinya. Nabi Yusuf dibuang ke dalam sumur oleh abangnya dan dikatakan kepada ayahnya Nabi Ya’kub ‘alaihissalam bahwa Nabi Yusuf ‘alaihissalam dimakan serigala. Ketika kedengkian telah merasuk ke dalam jiwa seseorang dan mengakar di dalam hatinya maka akan menimbulkan efek yang berbahaya. Berbahaya bagi jiwa pendengki yaitu karena jiwanya tidak akan tenteram kemudian stress dan membahayakan bagi yang didengki yaitu ia akan dibinasakan dengan berbagai macam cara. Dengki yang akut akan menutup hati dari cahaya iman. Hati yang dengki akan gelap dari kebenaran dan diliputi oleh hawa nafsu kebinasaan. Mari bersihkan hati dari sifat iri dan dengki dengan kembali kepada Islam secara benar. Pelajari Islam dengan benar, amalkan dengan mulai dari yang terkecil, luruskan niat karena Allah Subhana wa ta’ala semata dan syukuri nikmat yang telah diberika kepada kita. In syaa Allah kita menjadi orang – orang beriman yang memiliki kelapangan hati.
Terapi penyakit hati iri dan dengki adalah luruskan iman kepada Allah ta’ala dan luruskan iman kepada taqdir Allah ta’ala. Fahami bahwa setiap orang sudah diberi Allah bagian nikmat masing – masing dan itu adalah yang terbaik buat diri kita. Perbanyak istighfar atas dosa – dosa yang telah kita perbuat, perbanyaklah zikir kepada Allah dan perbanyak berdo’a untuk dilindungi dari penyakit hati.
Semoga Allah Subhana wa ta’ala menjauhkan diri kita dari sifat iri dan dengki.
Wallahu a’lam
By : Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama