Monday , July 27 2026

Fiqh Wanita : Masa Iddah Wanita

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirman,

{وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ} [البقرة : 234]

Artinya : Orang -orang yg meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) 4 bulan 10 hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yg patut. Allah mengetahui apa yg kamu perbuat.”(QS. Al-Baqarah: 234).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan msh membahas fiqh wanita tentang masa ‘iddah bagi wanita. Hal ini penting utk kita fahami sebab dlm rumah tangga kaum muslimin msh banyak yg tdk memahami masalah ‘iddah wanita.

Menurut istilah para ulama menyatakan bhw masa ‘iddah adl sebutan atau nama suatu masa di mana seorang wanita menanti atau menangguhkan perkawinan setelah ia ditinggalkan mati oleh suaminya atau setelah diceraikan baik dgn menunggu kelahiran bayinya, atau berakhirnya beberapa quru’, atau berakhirnya beberapa bulan yg sudah ditentukan.(Ref : Kitab Al-Wajiz fi Fiqhissunnah wal Kitabil Aziz, hlm. 387).

Bagi wanita yg tlh ditinggal suaminya krn meninggal atau dithalak suaminya, maka ia hrs mengetahui masa iddah. Sebab wanita yg dithalak dpt menikah kembali dgn pria lain setelah ia selesai dari masa ‘iddahnya. Jika msh dlm masa ‘iddah, suaminya msh bisa rujuk tanpa mesti dgn akad baru. Namun kalau sudah melewati masa ‘iddah, jika suami ingin kembali lagi pd isteri maka hrs dgn akad yg baru.

Segala syari’at Allah SWT yg tlh ditetapkan bagi manusia maka terkandung maslahat didlmnya. Hikmah masa ‘iddah. Robert Guilhem seorang pakar genetika, pemimpin yahudi di Albert Einstain College mendeklarasikan dirinya masuk Islam ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah & kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yg dicerai suaminya dgn masa 3 bulan.

Dia membuktikan dlm penelitiannya bhw jejak rekam seorang laki2 akan hilang setelah 3 bulan. Bukti2 itu menyimpulkan bhw hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki2 meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pd perempuan. Jika pasangan ini setiap bulannya tdk melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan2 hilang antara 25-30 %. Setelah 3 bulan berlalu maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan shg perempuan yg dicerai akan siap menerima sidik laki2 lainnya.

Dari segi hitungan & kalkulasi, ‘iddah bisa dikelompokkan menjadi 3 jenis :

1. ‘Iddah dgn hitungan quru’ (suci/haidh).

2. ‘Iddah dgn hitungan bulan.

3. ‘Iddah dgn persalinan.

(Ref : Kitab Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal, Jilid 3 hal 501).

Adapun pembagian ‘iddah pd wanita dilihat dari sisi wanita yg diceraikan menjadi:

1. Wanita yg ditinggal mati suami.

2. Wanita yg tdk ditinggal mati suami. Wanita yg ditinggal mati suami ada 2 macam:

a. Ditinggalkan mati dalam keadaan hamil, masa ‘iddahnya adl dgn melahirkan, baik masa kelahiran dekat ataupun jauh. Dalilnya Allah SWT berfirman :

َ ۚ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا} [الطلاق : 4]

Artinya : Dan perempuan2 yg hamil, waktu iddah mrk itu adl sampai mrk melahirkan kandungannya.(QS.Ath- Tholaq: 4).

b.Wanita yg ditinggalkan mati suaminya dlm keadaan tdk hamil masa ‘iddahnya adl 4 bulan 10 hari, baik sesudah disetubuhi ataukah tdk. Dalilnya QS.Al-baqarah:234 sprti tsb diatas.

2. Wanita yg tdk ditinggal mati suami, yg dimaksud wanita jenis adl wanita yg diceraikan, wanita yg berpisah dengan li’an atau faskh, atau setelah disetubuhi. Utk wanita jenis ini ada 3 macam:

a. Diceraikan dalam keadaan hamil maka masa ‘iddahnya adl sampai ia melahirkan.

b. Diceraikan dgn ‘iddah hitungan quru’, yg dimaksud quru’ di sini diperselisihkan oleh para ulama krn makna quru’ yg dpt difahami dgn 2 makna (makna musytarok). Ada yg berpendapat makna quru’ adl suci, seperti pendapat dlm madzhab Syafi’i. Ada yg berpendapat maknanya adl haidh.

c. Diceraikan dengan ‘iddah hitungan bulan. Yaitu wanita yg monopause (berhenti dari haidh) maka masa ‘iddahnya adl 3 bulan. Dalilnya Allah SWT berfirman,

{وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِن نِّسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ ۚ

Artinya : Dan perempuan2 yg tdk haid lagi (monopause) di antara perempuan2 mu jika kamu ragu2 (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adl tiga bulan & begitu (pula) perempuan2 yg tdk haid.(QS. Ath-tholaq: 4).

d. Wanita yg dicerai sebelum disetubuhi, maka ia tdk memiliki masa ‘iddah. Dalilnya Allah SWT berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا} [الأحزاب : 49]

Artinya : Hai orang2 yg beriman, apabila kamu menikahi perempuan2 yg beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali2 tdk wajib atas mereka ‘iddah bagimu yg kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut’ah & lepaskanlah mereka itu dengan cara yg sebaik-baiknya.(QS. Al-Ahzab: 49).

Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat bagi kita semua.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kpd-Mu ilmu yg bermanfaat, rezeki yg baik & amal yg diterima.”(HR.Ahmad).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah