Assalamu’alaikum
Saudaraku seiman, Sekedar berbagi cerita hikmah yang dapat kita petik pelajaran darinya. Suasana bandar Soekarno Hatta kemaren pagi masih sepi karena jam masih menunjukkan pukul 07.30 Wib. Ada sesuatu yang tidak lazim karena memang saya pribadi jarang menemukan suasana pada pagi itu. Disebuah Musholla terminal C saya memperhatikan seorang pilot sedang khusyu’ menunaikan sholat Dhuha. Karakteristik seorang pilot nampak dari perawakannya yang tinggi lagi gagah, seragam baju putih, memakai dasi tertempel tanda 3 strip dipundaknya dan dilengkapi dengan sebuah topi pilot pesawat terbang komersil yang ia letakkan dilantai. Sebenarnya tidak ada yang istimewa melihat seorang hamba yang mengerjakan sholat dhuha tapi yang menjadi keheranan adalah ditengah – tengah kondisi akhir zaman seperti saat sekarang ini dimana manusia lebih dominan memprioritaskan urusan dunia dari pada akhirat tapi sebahagian diantara mereka masih istiqomah dalam beramal soleh. Sang pilot tadi ternyata tidak sekedar menunaikan sholat dhuha dua rakaat tapi hingga 8 rakaat, diakhiri dengan zikir dan berdoa kepada Allah SWT. Ia tidak hanya menggantungkan profesi pekerjaannya kepada skill dan pengetahuannya semata tapi ia juga menggantungkan dirinya kepada Allah SWT yang menggenggam kehidupan ini. Barangkali ia menyadari tugas dan amanah pekerjaannya cukup berat yaitu menerbangkan ratusan nyawa calon penumpang hingga mendarat dengan selamat. Semoga sang pilot istiqomah dalam mengerjakan amalandua sunat nafilah dan semoga masih banyak para profesional lainnya yang sama seperti sang pilot bahkan lebih baik darinya.
Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang dua yang merugi.”(QS.Al-A’raaf :178).
Wallahu a’lam
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama