Selasa , Mei 5 2026

Pengkhianat Dianggap Amanah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelajaran Hadist Hari Ini :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam Bersabda,

» سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ» [رواه الحاكم في المستدرك، ج 5/465]

Artinya : “Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. Al-Hakim, Kitab Al-Mustadrak ‘ala as-Shahihain, V/465).

Note : Assalamu’alaikum Wr.wb, Saudaraku seiman, Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Fitnah akhir zaman satu persatu muncul keatas permukaan dunia. Hal ini sebagai pertanda bahwa tanda – tanda hari kiamat semakin banyak terjadi diantaranya : menjamurnya pasar, banyaknya kasus pembunuhan, laki – laki menyerupai wanita atau wanita menyerupai laki – laki, pengkhianat dianggap amanah, orang yang amanah dianggap berkhianat, pembohong dianggap jujur dan orang jujur dianggap pembohong.  Jika hadits diatas dikaitkankan dengan realitas  kehidupan saat ini sangat tepat, ketika Kapitalisme, Sekularisme dan Demokrasi berkuasa di muka bumi. Tahun-tahun penuh kebohongan tersebut tampak dengan jelas dalam sistem Demokrasi. Bagaimana tidak?

Ketika Demokrasi mengklaim Vox populi, vox Dei (Suara rakyat, suara Tuhan), maka klaim itu nyata kebohonganyya. Demokrasi diklaim, pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat, nyata bahwa klaim ini juga bohong karena rakyat tidak benar – benar memerintah, begitu juga pemerintahannya bukan untuk rakyat tapi untuk memenuhi kepentingan cukong yang telah mendanai proses pemilihan yang mengantarkan dirinya terpilih menjadi penguasa. Ketika Demokrasi mengklaim kedaulatan di tangan rakyat, nyatanya rakyat tidak berdaulat karena hukum yang dibuat tidak untuk kepentingan mereka, melainkan untuk kepentingan pemodal atau negara asing.

Contoh paling nyata ketika pemerintah menaikkan harga BBM, dengan alasan mencabut subsidi BBM adalah  pernyataan bohong sebab pemerintah nyatanya tidak pernah mensubsidi BBM. Ketika dikatakan bahwa subsidi BBM dialihkan kepada orang miskin karena yang mengkonsumsi BBM mayoritas orang kaya juga bohong karena lbh dari 60% konsumsi BBM justru untuk transportasi umum. Ketika dikatakan bahwa dengan kenaikan BBM, angka kemiskinan akan turun juga bohong. karena jelas harga sembako naik, transportasi naik, jasa naik, inflasi naik, bagaimana mungkin logikanya jumlah orang miskin berkurang? Jelas bohong. Banyak lagi kebohongan – kebohongan lain yang tidak kasat mata. Ini menunjukkan bahwa kalimat hadist diatas “Sanawat Khadda’at”  saat ini benar – benar nyata dan faktanya bisa ditunjuk dengan jari.

Kemudian terkait dengan pemahaman konteks haidst diatas pemimpin Ruwaibidho Imam As-Syathibi Rahimahullahu menjelaskan, Mereka mengatakan bahwa dia adalah orang bodoh yang lemah, yang membicarakan urusan umum. Dia bukan ahlinya untuk berbicara tentang urusan khalayak ramai tapi tetap saja dia menyatakannya.(Imam As-Syathibi, Kitab Al-I’tisham, II/681). Dari berbagai gambaran di atas, bisa disimpulkan bahwa hadits ini menjelaskan tentang kelompok orang yang td peduli thp urusan agama. Mereka adalah budak hawa nafsu dan dunia. Mereka mengibarkan bendera Jahiliyyah. Menyeru kepada ideologi dan  isme sesat dan merusak, seperti Kapitalisme, Sosialisme, Sekularisme, Liberalisme, Demokrasi. Mereka berambisi menjadi penguasa, pada hal mereka adalah orang bodoh. Mereka bukanlah orang yang mencari kebenaran, bukan pula orang yang menggengamnya dengan jujur tapi mereka adalah para pembohong yang pandai mengklaim. Bagi orang yang mempunyai kepekaan dan nurani, tentu tidak sulit mengetahui kondisi mereka. Meskipun mereka mengklaim membela dan menolong kebenaran.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

 

Tentang Tim Jalan Dakwah