Selasa , Mei 5 2026

Mewaspadai Pemimpin Ruwaibidhah

Pelajaran Hadist Hari Ini : Rasulullah Saw bersabda, “Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong, pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah. Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu? Rasulullah Saw menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.”(Hr. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan Al-Bazzar).

Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Disadari atau tidak kita telah berada pada era akhir zaman yang banyak fitnah. Diantara fitnah akhir zaman adalah terdapat era kepemimpinan ruwabidho yaitu pemimpin yang khianat terhadap rakyatnya dan bodoh yang tidak mengetahui mengurusi urusan rakyat. Menurut Imam As-Syathibi rahimahullahu tentang pemimpin ruwaibidhah menjelaskan, Mereka mengatakan bahwa dia adalah orang bodoh yang lemah, yang membicarakan urusan umum. Dia bukan ahlinya untuk berbicara tentang urusan khalayak ramai, tetapi tetap saja dia menyatakannya.” (Imam As-Syathibi, kitab al-I’tisham, II/681)

Jika hadits ini diterapkan dalam konteks sekarang sangat pas, ketika Kapitalisme, Sekularisme dan Demokrasi berkuasa di muka bumi. Tahun – tahun penuh kebohongan tersebut tampak dengan jelas dalam sistem Demokrasi. Bagaimana tidak?
Ketika Demokrasi mengklaim Vox populi, vox Dei (Suara rakyat, suara Tuhan), maka klaim itu nyata bohong. Ketika Demokrasi diklaim, pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat, nyata bahwa klaim ini juga bohong. Karena rakyat tidak benar – benar memerintah, begitu juga pemerintahannya bukan untuk rakyat tapi untuk memenuhi kepentingan cukong. Ketika Demokrasi mengklaim kedaulatan di tangan rakyat, nyatanya rakyat tidak berdaulat karena hukum yang dibuat tidak untuk kepentingan mereka, melainkan untuk kepentingan pemodal/asing.

Contoh mutakhir, ketika pemerintah menaikkan harga BBM, dengann dalih mencabut subsidi BBM, juga nyata bohong karena pemerintah nyatanya tidak pernah mensubsidi BBM. Ketika dikatakan bahwa subsidi BBM dialihkan kepada orang miskin karena yang mengkonsumsi BBM mayoritas orang kaya, juga bohong karena lebih dari 60% konsumsi BBM justru untuk transportasi umum. Ketika dikatakan bahwa dengan kenaikan BBM, angka kemiskinan akan turun juga bohong karena jelas harga sembako naik, transportasi naik, jasa naik, inflasi naik, bagaimana mungkin logikanya jumlah orang miskin berkurang? Jelas bohong.

Menurut Syaikh Yusuf al-Wabil dalam kitab Asyratus Sa’ah, kondisi seperti yang disebuntukan di atas sudah terjadi di zaman sekarang. Dan dalam realita sekarang kita saksikan banyak pemimpin – pemimpin yang gemar membangun pencitraan sehingga banyak rakyat yang tertipu dengannya dan memujinya,  Alangkah hebatnya, alangkah baiknya, alangkah amanahnya, alangkah bagus akhlaknya dan  pujian – pujian lainnya. Pada hal pemimpin – pemimpin tersebut adalah makhluk yang sangat durhaka kepada Tuhannya, minim pemahaman agama dan penerapannya. Bahkan, ia sebenarnya orang yang sangat tidak amanah dan suka berdusta. Tidak memikirkan rakyat kecil dan tidak menunaikan hak – hak mereka. Malah sebaliknya, ia gemar menumpuk kekayaan dan membangun istananya. Dan dosanya diperparah dengan memusuhi kaum muslimin yang istiqamah memegang agamanya dan berusaha menghancurkan Islam sampai akar – akarnya. Ketahuilah bahwa pemimpin yang adil hanya terlahir dari sistem yang benar yang  berasal dari zat yang maha benar lagi maha tinggi yaitu Allah SWT, sistem itu kelak akan kembali bangkit dan tegak sesuai dengan janji Allah SWT dan Dia tidak pernah mengingkari janjinya yakni kembali tegaknya Sistem Khilafah ‘ala minhajinnubuwwah.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah