Friday , July 17 2026

Menjaga Lisan

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Lidah itu memang tak bertulang tapi tajamnya lidah dapat lebih tajam dari sembilu bambu. Ucapan lisan yang baik lagi penuh hikmah dapat menyejukkan hati dan perasaan, sedangkan ucapan lisan yang pedas menyakitkan dapat menyayat – nyayat hati dan perasaan. Anggota tubuh yang terluka dapat sembuh terobati tapi bila hati yang terluka sulit untuk disembuhkan kecuali dengan kemaafan. Berapa banyak manusia yang bertikai bahkan perang sehingga menumpahkan darah hanya karena akibat dari ucapan lisan yang kotor. Ketahuilah bahwa kotornya lisan adalah refleksi dari kotornya hati, sedangkan kotornya hati dapat disebabkan karena banyak noda dosa yang telah dilakukan.  Ucapan yang kotor bila telah terucap sulit untuk menarik kembali ucapannya. Ucapan yang kotor bisa berupa cacian, makian, umpatan, hinaan, fitnah, dusta dan sumpah serapah. Sebagai cerminan diri kita masing – masing bila tidak ingin hati tersinggung maka jagalah perasaan orang lain dengan menjaga lisan. Bila tidak mampu menyenangkan hati orang lain maka jangan membuat hatinya terluka. Mari melatih diri untuk membiasakan berucap dengan ucapan yang baik atau ucapan nasehat yang terkandung da’wah. Bila tidak mampu maka sebaiknya hemat bicara dari perkara yang sia – sia dan memperbanyak berzikir kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman,   Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan – amalan mu dan mengampuni dosa – dosa mu. Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar.(QS.Al-Ahzab :70-71).

Wallahu a’lam

Tentang Tim Jalan Dakwah