Pelajaran Hadist Hari Ini : Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy r.a ia berkata: “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau bersabda, Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka. Mereka bertanya, Mengapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki – laki yang setia dari pada salah seorang diantara kalian. Mereka bertanya, Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah? Beliau menjawab, Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari kesaksian seorang pria? Mereka menjawab, Benar. Beliau berkata lagi, Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan shalat dan puasa? Mereka menjawab, Benar. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, itulah (bukti) kekurangan agamanya. (HR.Bukhari).
Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Tausiyah group WA pada pagi ini masih membincangkan tentang rumah tangga Islam yakni isteri yang melaknat dan durhaka terhadap suami. Menjalani kehidupan rumah tangga mulai dari awal pernikahan diliputi oleh manis dan pahitnya kehidupan. Pada dasarnya antara suami dan isteri memiliki latar belakang karakter dan sifat yang berbeda. Tidak dapat saling menerima antara kelebihan dan kekurangan masing – masing terkadang menjadi pemicu keretakan dalam rumah tangga. Didalam Islam kedudukan suami menjadi lahan surga ataupun bisa menjadi lahan neraka bagi isteri. Hadist diatas dengan tegas menjelaskan tentang mayoritas penduduk neraka adalah wanita karena mereka durhaka terhadap suami dan mengingkari kebaikan – kebaikannya. Realitas kehidupan di era modern hari ini tidak sedikit kaum muslimin mengadopsi nilai – nilai kehidupan westernisasi Kapitalisme liberal diantaranya emansipasi dan persamaan gender wanita. Atas nama persamaan gender mereka menuntut memiliki hak dan persamaan dengan kaum laki – laki dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam berumah tangga, seolah – 0lah hal ini menjadi era bagi para wanita modern untuk tampil sejajar dengan laiki – laki. Tak heran sering timbul konflik dalam rumah tangga disebabkan faktor menuntut hak yang berlebihan. Didalam Islam hal yang demikian itu termasuk kedurhakaan karena hal semacam ini banyak sekali kita dapati dalam kehidupan keluarga kaum muslimin. Ada juga didapati seorang istri yang mengingkari kebaikan – kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri. sebagaimana pepatah mengatakan, panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Pada hal yang harus dilakukan oleh seorang istri adalah bersyukur atas kebaikan yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufurinya karena Allah tidak akan melihat kepada istri semacam ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW : Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengan nya.”(HR.Nasa’i di dalam Al Kubra).
3 bentuk kedurhakaan isteri terhadap suami : durhaka dengan ucapan, durhaka dengan perbuatan, durhaka dengan ucapan dan perbuatan. Isteri yang berkata kasar terhadap suaminya, mencela dan mencaci makinya adalah termasuk durhaka dengan ucapan. Menolak ajakan suami memenuhi nafkah bathin adalah durhaka dalam perbuatan. Termasuk bentuk kedurhakaan juga apabila seorang isteri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kpada teman – teman atau keluarganya tanpa sebab yang dibenarkan oleh syara’. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan – tuduhan yang bermaksud untuk menjatuhkan dan merusak kehormatannya sehingga suaminya dipandang hina di mata orang lain. Begitu juga apabila seorang isteri meminta talak atau di khulu’/dicerai tanpa sebab syar’i. Sungguh berat amanah menjadi seorang isteri dari seorang suami. Semoga para muslimah sebagai isteri mau dibimbing, dinasehati dan diarahkan oleh suaminya menjadi isteri soleha.
Wallahu a’lam
By ; Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama