Pelajaran Hadist Hari Ini :
قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ
Artinya : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati.”(HR.Bukhari No. 5997 & Muslim No. 2318).
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, para keluarganya, sahabat2 nya& ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang Tarbiyah aulad yaitu mendidik anak-anak dengan kasih sayang..
Kasus kekerasan pd anak kembali terjadi di kota Batam. Mengutip berita harian Batam Pos Della Adha Andriani (3 tahun) warga Perumahan Putra Jaya Blok C nomor 21, meninggal dgn kondisi luka memar di sekujur tubuh. Diduga bocah tersebut meninggal krn disiksa oleh Desi Melati, (23 tahun) yg merupakan ibu kandungnya sendiri, Senin (23/11/2015) pukul 15.00 WIB. Menurut Kak Seto Mulyadi banyaknya kasus penelantaran & penganiayaan thp anak adl bukti bhw banyak orang tua di Indonesia yg memiliki paradigma & cara berfikir yg salah dlm mendidik anak. Menurutnya banyak orang tua berfikir bhw anak adl hak milik orang tua shg bisa diperlakukan apa saja. Ini adl realitas kehidupan masyarakat hari ini pola fikir dlm mendidik & membimbing anak jauh dari tuntunan nilai2 aqidah Islam.
Ada sebagian kecil dari anak2 di negeri ini yg merasa bhw rumah mrk bukanlah tempat yg nyaman krn mrk sering diperlakukan secara tdk manusiawi & jauh dari sentuhan kasih sayang. Tak heran mrk lbh senang berada diluar rumah & pd akhirnya berdampak pd kurang kasih sayang, salah asuh & salah pergaulan. Mengutip berita on line : Berdasarkan data dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), di Indonesia terdapat tak kurang dari 3000 kasus kekerasan thp anak setiap tahun. Sementara data yg dimiliki KPAI kasus kekerasan seksual thp anak yg dilakukan di lingkungan keluarga mencapai angka yg cukup mencengangkan, yaitu 1.215 kasus di tahun 2015. Sedangkan kasus penelantaran anak mencapai ratusan kasus.( http://fokus.news.viva.co.id/news/read/626722-ketika-tak-ada-tempat-aman-lagi-bagi-anak). Data ini yg terlapor sementara bagi yg melapor tentu bisa jauh lbh banyak.
Islam sbg agama yg mulia lg sempurna mengajarkan tentang kasih & sayang thp keluarga, sesama manusia bahkan thp ciptaan makhluk Allah ta’ala seperti binatang. Allah ta’ala memiliki nama & sifat maha pengasih lagi maha penyayang didalam Asmaul husna yaitu sifat Ar-rahman & Ar-rahiim. Sifat ini dicurahkan oleh Allah ta’ala sebagian kecil kpd makhluk2-Nya. Ibnu Batthool rahimahullahu berkata, Menyayangi anak kecil, memeluknya, menciumnya & lembut kepadanya termasuk dari amalan2 yg diridhoi oleh Allah ta’ala & akan diberi ganjaran oleh Allah. Tidakkah engkau perhatikan Al-Aqro’ bin Haabis menyebutkan kpd Nabi bhw ia memiliki 10 orang anak laki2 tdk seorangpun yg pernah ia cium, maka Nabipun berkata kpd Al-Aqro’ (Barang siapa yg tdk menyayangi maka tdk akan disayang)).
Maka hal ini menunjukan bhw mencium anak kecil, menggendongnya, ramah kepadanya merupakan perkara yg mendatangkan rahmat Allah. Tdk engkau perhatikan bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong (*cucu beliau) Umaamah putrinya Abul ‘Aash (*suami Zainab putri Nabi) di atas leher beliau tatkala beliau sedang sholat? pd hal shalat adl amalan yg paling mulia di sisi Allah dan Allah tlh memerintahkan kita utk senantiasa khusyu’ & konsentrasi di dlm shalat. Kondisi Nabi yg menggendong Umaamah tidaklah bertentangan dgn kehusyu’an yg diperintahkan di dlm sholat. Nabi kawatir akan memberatkan Umaamah (*si kecil cucu beliau) kalau beliau membiarkannya & tdk digendong di dlm shalat.
Pada sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan teladan yang paling besar bagi kita, maka hendaknya kita meneladani beliau dalam menyayangi anak-anak baik masih kecil maupun yang besar, serta berlemah lembut kpd mrk.” (Ref : Kitab Syarh Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Batthool, 9/211-212)
Dlm tataran rumah tangga, Islam tlh mewajibkan bagi kedua orang tua utk bertanggung jawab mengasuh & membesarkan anak2 nya dgn penuh kasih sayang mulai dari kandungan hingga anak itu beranjak dewasa. Tanggung jawab ini didasari oleh bekal ilmu agama yg cukup sebelum menjadi seorang kepala rumah tangga shg dpt diaplikasikan ditengah2 keluarganya. Bagi orang tua anak adl amanah dari Allah ta’ala yg hrs diasuh, dijaga, dididik & dibesarkan dgn penuh kasih sayang sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan teladan kpd kita selaku ummatnya. Rasulullah SAW sangat penyayang kpd anak2, Anas bin Malik r.a berkata : “Aku tdk pernah melihat seorangpun yg lbh penyayang kpd anak2 seperti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.(HR. Muslim).
Ketika kehidupan Islam benar2 tampak & diwujudkan secara nyata mulai dari ruang lingkup keluarga maka akan berdampak kpd keserasian & keselarasan hidup. Maka pd akhirnya kebahagiaan & kedamaian hidup pun dpt dirasakan oleh segenap manusia.
Wallahu a’lam
By : Tommy Abdillah
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama