Jumat , April 4 2025

Hubungan Tawakal Dengan Kaidah Sebab Akibat

Pelajaran Hadist hari Ini : “Ada seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW lalu berkata, Wahai Rasulullah apakah aku harus mengikat ontaku dan bertawakal, ataukah aku melepasnya dan bertawakal? Rasulullah SAW menjawab: Ikatlah dan bertawakallah.(HR.Tirmidzi)

Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Tausiyah group WA pagi ini masih membahas perkara tawakkal agar lebih detail penjelasannya. Sikap tawakkal kepada Allah SWT adalah wujud kesempurnaan iman seorang hamba sebab ia hanya bergantung kepada Allah SWT semata bukan bergantung kepada dirinya sendiri sebagai makhluk. Orang yang beriman akan senantiasa menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT tanpa meninggalkan kaidah sebab akibat. Kaburnya keimanan seorang hamba kepada Allah SWT akan mempengaruhi pula kaburnya pemahaman tawakkal yaitu, apakah didahului dengan tawakkalnya kepada Allah SWT lalu berusaha ataukah berusaha terlebih dahulu baru kemudian bertawakkal. Adapun makna hadits di atas adalah sebagai berikut :

  1. Rasulullah Saw mengajarkan kepada sahabat tersebut agar mengikatkan ontanya (sebagai bagian dari usaha sebab akibat).
  2. Memberikan pemahaman kepadanya bahwa tawakkal tidak berarti meninggalkan perkara sebab-akibat.
  3. Memerintahkan supaya dia mengaitkan sebab dengan akibat seraya bertawakal kepada Allah SWT. (Ref : Ust.Hafiz Abdurrahman, MA, Islam Politik dan Spritual, cetakan pertama  hal 158)

Dengan demikian makna hadits diatas sama sekali bukan merupakan pembatasan terhadap dalil – dalil tentang tawakkal, apapun kondisinya. Artinya, tawakkal kepada Allah SWT tetap merupakan kewajiban seorang mukmin tanpa memandang sebab dan akibat karena terkait dengan keimanan. Sedangkan usaha sebab akibat adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan makna tawakkal itu sendiri. Untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT dalam mengawali setiap aktivitas keseharian mari kita senantiasa berdo’a :

رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Wahai Tuhan kami, Kepada Engkaulah kami berserah diri dan kepada Engkaulah kami bertaubat, serta kepada Engkaulah jua tempat kembali.(QS.Mumthahanah: 4). Aamiin ya rabb

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah