Bismillahirrahmanirrahiim
Pelajaran Hadist Hari Ini :
Dari Husain bin Al-Harits Al-Jadali radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Amir (penguasa) Makkah berkhutbah kemudian dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berpesan kepada kita agar kita menjalankan manasik haji berdasarkan rukyat. Lalu jika kita tidak melihat hilal dan ada 2 orang saksi yang adil yang menyaksikannya, maka kita akan menjalankan manasik haji berdasarkan kesaksian keduanya.”(HR.Abu Dawud, hadits no 2339)
Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita turut berbela sungkawa atas musibah terjatuhnya Crane dari lantai 3 Masjidil haram pada hari Jum’at tgl 11 September 2015 pekan lalu sehingga menimpa para jama’ah haji yang sedang beribadah thawaf. Semoga Allah Subhana wa ta’ala menjadikan wafatnya mereka sebagai para syuhada. Aamiin..
Jama’ah haji sudah mulai berdatangan dari seluruh penjuru dunia untuk menunaikan rukun islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji. Mengutip berita on line, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan pada hari Minggu (13/9/2015) bahwa Idul Adha 1436 H jatuh pada hari Kamis 24 September 2015. Pemerintah Indonesia melalui sidang itsbat telah menentukan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Selasa, 15 September 2015 sehingga Idul Adha diputuskan jatuh pada Kamis 24 September 2015. Sementara itu, Muhammadiyah sudah mengeluarkan maklumat hari raya Idul Adha 1436 Hijriah jatuh pada 23 September 2015. Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menerangkan penetapan itu didasarkan pada penghitungan hisab hakiki wujudul hilal.(httapi://news.detik.com/berita/3017676/sama-dengan-indonesia-arab-saudi-tetapkan-idul-adha-24-september).
Penentuan Idul Adha (10 Dzulhijjah) tergantung pada penentuan awal bulan Dzulhijjah. Dalam hal ini para fuqaha sepakat bahwa penentuan awal bulan Dzulhijjah hanya didasarkan pada rukyatul hilal saja bukan dengan hisab. Hadist diatas menunjukkan bahwa yang mempunyai otoritas menetapkan hari – hari manasik haji, seperti hari Arafah, Idul Adha dan hari – hari tasyriq, adalah Amir Makkah/penguasa Makkah bukan yang lain. Pada saat tiadanya pemerintahan Islam/Khilafah seperti saat sekarang ini, kewenangan itu tetap dimiliki penguasa Makkah sekarang yaitu Saudi Arabia, meski sistem pemerintahannya berbentuk kerajaan bukan Khilafah. Bila terjadi perbedaan dalam menentukan tgl 10 Dzulhijjah berarti berbeda pada waktu wukuf diarafah,sementara inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah , sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di Tanah Suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah.(HR.Tirmidzi, Ibn Majah, Al-Baihaqi, Ad-Daruquthni, Ahmad, dan Al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua (Bukhari-Muslim tidak mengeluarkannya.)
Perbedaan dalam hal penetapan awal puasa Ramadhan, Iedul fithri dan Iedul adalah sering terjadi. Inilah salah satu efek negatif ketiadaan kepemimpinan Islam yang satu yakni Khilafah Islam sehingga dalam hal urusan ibadah pun seperti puasa Ramadhan dan pelaksanaan haji selalu terjadi perbedaan sehingga membingungkan ummat Islam. Hari raya Idul adha tidak dapat dipisahkan dengan rangkaian ibadah haji di tanah Haram Makkah Al-mukaramah tapi kita ingin berbeda sendiri dalam pelaksanaannya.
Kesimpulannya, penentuan Idul Adha ditetapkan berdasarkan rukyatul hilal, bukan hisab. Hanya saja, rukyat yang diutamakan adalah rukyat penguasa Makkah. Kecuali jika penguasa Makkah tidak berhasil merukyat, barulah diamalkan rukyat dari negeri – negeri yang lain.
Wallahu a’lam
By : Tommy Abdillah
Mari bergabung dgn Tausiyah Group WA dan BBM. Invite +62813 64815366/PIN 51D6D2F2.
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama