Assalamu’alaikum.
Saudaraku seiman, Perlu kita akui bahwa banyak pelajaran hidup yang dapat dipetik dari orang lain, meskipun terkadang orang tersebut tidak memiliki status sosial. Kehidupan adalah guru sejati bagi setiap insan. Siang itu saya makan disuatu warteg dibilangan pasar baru Jakpus. Bapak sang penjual warteg begitu ramah untuk menyapa dan meladeni setiap pembeli yang datang. Sembari melayani pesanan makanan ia memberikan sekelumit nasehat tentang perjuangan hidup. Ia berceloteh bahwa uang memang perlu dicari karena tidak bisa dinanti hanya bertafakur berzikir didalam kamar. Uang diperlukan untuk menunjang kehidupan manusia, manusia yang mengendalikan uang bukan sebaliknya uang yang mengendalikan manusia. Kalimat yang pendek tapi sarat dengan makna, kalimat yang terakhir ini saat ini melanda manusia akhir zaman yang menjadikan uang dan harta sebagai Tuhan. Manusia menjadi hamba harta, sejak matahari belum terbit hingga matahari tenggelam kembali manusia berjibaku dengan waktu dan tenaga untuk meraih uang dengan melalaikan tanggung jawab dirinya sebagai makhluk Allah SWT tidak mau beribadah. Manusia lupa ataupun lalai dalam mencari penghidupan kepada yang memberi kehidupan yakni Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba – hamba Allah SWT yang senantiasa ingat tugas dan tanggung jawab kita sebagai makhluk yakni beribadah kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman, “(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku. Dan Tuhanku yang Dia memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan aku dan akan menghidupkan aku (kembali).” (QS.Asaya-Sayau’araa : 78-91).
Wallahu a’lam
By ; Tommy Abdillah
#RapatdanPawaiAkbar
Jalan Dakwah Belajar Islam Bersama