Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Senin , Oktober 23 2017
Beranda » Kajian » 2 Tipe Manusia dalam Beribadah, Kita yang Mana?

2 Tipe Manusia dalam Beribadah, Kita yang Mana?

TIPE 1: Manusia yang selalu mengumumkan hasil ibadahnya, baik itu secara langsung atau tidak langsung; update status, bbm, dan sebagainya.

Tipe 2: Manusia yang menyembunyikan ibadahnya, sama halnya ia menyembunyikan aib-aib yang dimilikinya.
Tetap semuanya kembali kepada niatan awalan kedua tipe, kita sebagai orang lain jangan langsung men-judge kalau tipe yang pertama itu Riya’.

“Jadi orang kok cari perhatian banget, sholat mah sholat aja.”

Atau

“Itu orang kelihatan banget Riya’-nya, tiap hari update hasil tilawah-nya.”

Pun dengan tipe kedua, jangan langsung ber-suudzon kepadanya.

“Bu Tini itu, terlalu pelit. Tidak pernah aku lihat ia bersedekah.”

Astaghifirullah…

Jangan-jangan justru hati kita yang bermasalah. Karena kedua tipe di atas sebenarnya tidak bisa disalahkan, masing-masing memiliki alasannya tersediri.

Pada tipe pertama, bisa jadi dia berniat untuk syiar, memotivasi orang lain supaya mau melakukan kebajikan yang sama. Dan pula untuk tipe kedua, kemungkinan orang yang bersangkutan merasa risih jika ibadahnya harus di-publish.

Karena yang terpenting keduanya beribadah, untuk masalah Riya’ keduanya juga bisa saja berpotensi akan hal itu, jika memang hatinya berharap pujian/sanjungan dari manusia lainnya. Soal Riya’ tertulis dalam firman Allah Q.S Al-baqarah ayat 264, berbunyi: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.”

Sungguh dalamnya hati seseorang tidak ada yang mengetahuinya. cukup Allah lah yang mengurus akan hal itu. Tugas kita menjauhkan diri dari suudzon kepada keduanya.

Tentang Agus Waldiono