Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Senin , November 20 2017
Beranda » Tausiyah BBM » Tazkiyatun Nafs » Tazkiyatun nafs : Perintah Menundukkan Pandangan

Tazkiyatun nafs : Perintah Menundukkan Pandangan

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirmaan :

 

{قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ} [النور : 30]

{وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ  [النور : 31]

Artinya : “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya/auratnya kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (Qs.An-nur:30-31).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kpada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallan, para keluarganya, Sahabat – sahabat nya dan ummatnya yang istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA dan BBM pagi ini akan membahas tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) perintah menundukkan pandangan mata.

Konsekwensi menjadi orang beriman tidaklah mudah sebab ia wajib membuktikan keimanannya untuk memenuhi perintah – perintah Allah SWT baik berupa amalan qalbu, amalan lisan maupun amalan fisik perbuatannya. Bila tidak demikian maka keimanannya baru sebatas sampai pada pernyataan lisan semata dan belum mampu diwujudkan dalam amal perbuatannya. Diantara perintah Allah SWT bagi orang – orang beriman adl perintah menundukkan pandangan/ghadul bashar.

Ghadu al-lbashar berasal dari bahasa arab (غض البصر) yang artinya menahan atau mengurangi atau menunduk. Sedangkan secara istilah adl : menundukkan atau mengalihkan pandangan dari hal2 yang tidak baik atau haram. Perintah Allah SWT dalam menundukan pandangan lbh awal dari pada menjaga kemaluan krn kemaksiatan zina diawali dari pandangan mata.

Syaikh Prof.Dr. Yusuf Qordhowi menyatakan dalam kitab halal wal harom fii Al-Islam bhw menundukan pandangan adl bila seseorang tidak memandang aurat yang diharamkan, tidak berlama2 memperhatikan kecantikan dan kegantengan seseorang. Pandangan adl panah syetan yang akan membinasakan keimanan seseorang. Pandangan akan membuat lintasan fikiran, fikiran akan menjadi ide, ide akan timbul dorongan yang kuat dan dorongan akan mengarahkan kpada perbuatan zina.

Awalnya berasal dari mata kemudian turun ke hati kemudian berlanjut kpada perbuatan maksiat. Perintah menundukan pandangan bagi laki2 dan perempuan yang beriman dalam rangka menjaga keimanan dan kemaluan mrk.

Al-imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkan surat An-nur ayat 30 diatas, pandangan mata dapat menyebabkan rusaknya hati, seperti yang disebuntukan oleh sebagian salaf pandangan mata merupakan panah beracun yang mengincar hati. Oleh krn itulah Allah memerintahkan kita untuk menjaga kemaluan sebagaimana Dia memerintahkan kita untuk menjaga pandangan yang merupakan pendorong ke arah itu. Allah berfirman, Katakanlah kepada orang laki2 yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya , menjaga kemaluan kadangkala maksudnya adl mencegah diri dari perbuatan zina, seperti yang Allah sebuntukan dalam ayat, Dan orang – orang yang menjaga kemaluannya .(QS.Al -Mu’minun :5).

Pandangan mata yang liar dapat mengarah kpada sarana menuju yang haram. Rasulullah SAW bersabda,

(يَا عَلِيُّ، لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ؟ فَإِنَّ لَكَ الأُوْلَى، وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ)) [رواه الترمذي وأبو داود وحسنه الألباني].

Artinya : Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) sedangkan yang berikutnya tidak. (HR.Tirmidzi dan Abu Dawud dan di-hasan-kan oleh Al-Bani).

Hidup diakhir zaman seperti era modern hari ini cobaan thp keimanan begitu berat sebab peradaban yang dibangun adl peradaban Kapitalisme dgn budaya berkiblat ke Barat ala Jahiliyah. Wanita berpakaian tp setengah telanjang sdh dianggap lumrah dan wajar bahkan dijadikan sbg gaya hidup. Bisa dikatakan ke arah mana saja mata memandang maka disana akan didapati aurat wanita yang haram untuk dipandang.

Belum lagi acara tontonan di media TV yang sangat vulgar dan media internet yang sulit diblokir tayangan pornografi dan pornoaksi membuat ancaman keimanan kaum muslimin.

Menundukan pandangan dapat dilatih dgn menyadari bhw Allah SWT maha melihat apa yang kita lihat, rajin berpuasa sunat senin dan kamis, bagi yang msh melajang segera menikah krn menikah dapat menjaga mata dan kemaluan serta memperbanyak berzikir dan beristighfar kpada Allah SWT.

Cukuplah isteri dan suami kita yang sering kita pandang krn hal itu pasti lbh barakah dan halal.

Wallahu a’lam

 

By : Tommy Abdillah

 

Tentang Tommy Abdillah

Aktivis da'wah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Admin Tausiyah Group Blackberry messanger (BBM), Admin Tausiyah Group Whatsapp, Penulis buku Tausiyah Group BBM : kumpulan tausiyah islam kaffah dari akar hingga daun.