Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Rabu , Juni 26 2019

Recent Posts

Alhamdulillah, Akhirnya Polwan Boleh Berjilbab

Akhirnya Polisi Wanita (Polwan) Indonesia bisa bernafas lega. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan aturan bagi Polwan yang ingin berhijab.

Setelah terjadi perdebatan panjang, akhirnya Mabes Polri keluarkan Surat Keputusan mengenai Polwan Berjilbab. Surat Keputusan itu baru diterbitkan hari ini, Rabu (25/3/2015).

“Selamat kepada Polwan Muslim yang ingin menggunakan hijab, kini telah dikeluarkan Kep Kapolri yang mengatur tentang seragam Polwan berhijab yang disahkan dengan Kep Kapolri Nomor : 245/III/2015, tanggal 25 Maret 2015 tentang Perubahan Atas Sebagin Isi Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara RI No Pol: SKEP/702/IX/2005 tanggal 30 September 2005 tentang Sebutan, Penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri,” demikian pengumuman resmi Polri melalui akun Facebook resmi Devisi Humas Mabes Polri, Rabu (25/03/2015) siang.

“Polwan Polda Aceh tetap menggunakan jilbab dan bagi Polwan Muslimah lainnya yang berkeinginan memakai jilbab dapat menggunakan jilbab sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian pengumuman Polri.

Dalam pengumumannya ini, kepolisian mengatur penggunaan hijab meliputi 4 hal; pengguna, tutup kepala, tutup badan dan tutup kaki.

Terkait peraturan menutup kaki dan sepatu dinas, Polri memberikan beberapa ketentuan;

Pertama, sepatu dinas ankleboots warna hitam dengan kaus kaki warna hitam digunakan pada pakaian dinas Polwan.

Kedua, sepatu dinas ankleboots warna putih dengan kaus kaki warna putih digunakan pada PD musik gabungan.

Ketiga, sepatu dinas lapangan warna hitam dengan kaus kaki hitam digunakan pada PDP Danup-I, PDL-II Two Tone, PDL-II Loreng Brimob, PDL-II Hitam Brimob, PD CRT dan PD Misi PBB.

Kelima, sepatu dinas tunggang digunakan pada PDL-II Patwal Roda Dua dan PD Joki.

Kelima, sepatu dinas safety shoes digunakan pada PD Nautika dan PD Teknikan.

Tak urung pengumuman ini disambung gembira masyarakat.

“Alhamdulillah syukurlah semoga membawa berkah untuk karier kepolisian dan keluarga sakinah mawwadah warohmah…tetap istiqomah n tawakkal ibu polwan. Selamat bertugas,”ujar pemilik akun Kankung Ijo di Faceboook Divisi Humas Mabes POLRI.*

Sumber: hidayatullah.com

Assalamu’alaikum.

Saudaraku seiman, Bukan Iblis namanya bila tdk memiliki sejuta cara utk menjerumuskan manusia menjadi temannya kelak dineraka. Bila satu cara gagal maka Iblis akan menggoda dgn cara yg lain hingga orang yg beriman menjadi korban kejahatannya. Bagi Iblis bukanlah perkara sulit utk menjerumuskan manusia melakukan kejahatan & kemaksiatan tp sulit bagi Iblis utk menjerumuskan orang2 berilmu yg ikhlas dlm beramal ibadah. Kerja keras Iblis utk menggoda orang2 yg berilmu & orang2 ahli ibadah dpt terwujud ketika tlh memudarnya keikhlasan didlm hati mrk. Tdk sedikit orang yg berilmu menjadi takabbur akan ilmunya shg ilmunya menjadi tdk bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Tdk sedikit pula ahli ibadah yg ujub & bangga dgn amal ibadahnya, seolah2 ia adl seorang hamba yg paling bertaqwa disisi Allah SWT. Hal itu semua berpangkal dari memudarnya niat ikhlas krn Allah SWT & bersinarnya sifat riya didlm hatinya. Mari kita luruskan niat seluruh amal ibadah semata2 hanya krn Allah SWT. Semoga kita tetap terjaga dlm lindungan Allah SWT dari godaan syetan & iblis yg terkutuk.

Allah SWT berfirman, Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar2 akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yg lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka & dari belakang mereka, dari kanan & dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).(QS.Al-a’raf:17-18). Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

activate javascript

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Hati yang girang dan bahagia dapat di ekspresikan dengan terawa dan canda. Berdasarkan penelitian ketika seseorang tertawa tubuh akan melepaskan neuron transmitter & hormon yang dapat mengurangi hormon penyebab stres yakni kortisol dan adrnealin. Pada gilirannya, pelepasan ini membantu menurunkan tekanan darah. Saat tertawa, otot-otot seperti otot perut, wajah, kaki dan punggung ikut bergerak. Tertawa adalah bagian dari fitrah manusia sebagai makhluk tetapi tertawa dapat menjadi tidak sehat bila dilakukan secara berlebihan yaitu tertawa terbahak-terbahak atau suka mentertawakan orang lain yang sedang dalam kesulitan. Tertawa yang berlebihan akan membuat hati menjadi keras untuk menerima kebenaran. Tertawa yang berlebihan juga dapat membuat hati berpaling dari mengingat kematian. Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana dan pertengahan. Rasulullah SAW sebagai manusia pilihan yang memiliki karakter manusia pada umumnya juga pernah bercanda dan memiliki senyuman indah yang tidak sampai tertawa yang berlebihan.

Rasulullah SAW bersabda,  Janganlah kalian banyak tertawa karena banyak tertawa akan mematikan hati.”(HR.Tirmizi). Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Menjaga Lisan

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Lisan mampu berbicara adalah suatu ni’mat Allah SWT yang wajib kita syukuri. Tidak dapat dibayangkan tanpa lisan manusia tidak dapat berkomunikasi dengan baik kecuali dengan bahasa tubuh yang sulit diimengerti. Mensyukuri lisan berarti memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya yaitu berbicara tidak dusta, tidak menggibah, tidak memfitnah maupun mengadu domba serta mampu untuk menyerukan da’wah amar ma’ruf nahyi mungkar. Orang bijak mengatakan bahwa orang yang membicarakan peristiwa adalah biasa, membicarakan orang lain adalah rendah, membicarakan diri sendiri adalah dangkal dan membicarakan ide ataupun konsep adalah hebat. Orang yang banyak bicara sia-sia maka akan banyak kesalahannya, orang yang banyak salahnya banyak pula dosanya dan orang yang banyak dosanya maka nerakalah tempatnya. Menahan diri untuk tidak banyak bicara  adalah sulit tetapi bisa dilatih dengan banyak dzikrullah atau lebih  banyak diam. Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang beriman kpd Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.(HR.Bukhari-Muslim). Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Gerakan Kristenisasi di Riau Didukung Majalah “Menara Pengawal” dan “Sadarlah”

Peneliti aliran sesat Rumah Dakwah Riau, Roni Candra, mengungkapkan temuannya terkait dengan gerakan Kristenisasi yang dilakukan oleh para misionaris melalui penyebaran majalah “Menara Pengawal” dan majalah “Sadarlah” di Riau.

“Awalnya (14/03/2015) saya mendapat laporan dari relawan Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu), di Jalan Kuau, Kecamatan Sukajadi, tidak jauh dari kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Riau, ada 2 orang yang menyebarkan dua majalah tersebut,” papar Roni kepadahidayatullah.com.

Setelah mendapatkan info tersebut dirinya mendatangi tempat tukang jahit (xxx tailor, red), tempat majalah tersebut disebarkan.

“Datang 2 orang, 1 orang dengan postur China, 1 orang lagi postur pribumi dengan logat Jawa. Setelah itu, salah seorang di antara mereka menanyakan apa makna hidup dan manfaatnya percaya kepada Allah,” terang Roni yang juga Humas Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Riau.

Setelah itu, sambung Roni, mereka (para misionaris, red) mengeluarkan 2 jenis majalah, “Menara Pengawal” dan majalah “Sadarlah”, yang diberikan kepada para karyawan tukang jahit.

“Alhamdulillah, para karyawan tailor sadar jika 2 misonaris itu punya misi tertentu untuk mempromosikan ajaran Kristen sehingga dialog yang mereka coba bangun tidak digubrisnya,” ujar Roni, Sabtu (21/3/2015).

Ia mengungkapkan, kedua majalah tersebut diterbitkan oleh Watchover Bible and Tract Society of New York. Kedua majalah itu edisi Maret 2015.

Majalah-majalah itu memiliki motto “Untuk memberitakan kerajaan yehuwa”, yang diterjemahkan ke dalam 228 bahasa (termasuk bahasa Indonesia, red). Jumlah cetakan per edisi sebanyak 52.946.000 eksemplar.

“Mereka mengaku sebagai sekte saksi-saksi Yehuwa, dan alamat penyebaran majalah di PO Box 2105 Jakarta 10001,” ucap Roni.

Dalam boks redaksi disebutkan bahwa majalah tersebut memuliakan Allah Yehuwa, menghibur orang dengan kabar baik jika kerajaan surgawi Allah akan segera mengakhiri semua kejahatan dan mengubah bumi menjadi firdaus.

Majalah itu, lanjutnya juga membantu orang beriman pada Yesus Kristus yang telah mati supaya bisa memperoleh kehidupan abadi dan yang kini memerintah sebagai Raja Kerajaan Allah.

“Majalah ini terus terbit sejak 1879 M dan berpaut pada al-kitab,” kata Roni.

Dengan maraknya gerakan kristenisasi, Roni meminta kepada masyarakat agar senantiasa mawas diri serta menjaga keluarga supaya tidak terpengaruh. Sebab, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan jika penyebaran seperti itu juga banyak di tempat lain.*

Sumber: hidayatullah.com