Selasa , November 12 2019

Recent Posts

Keutamaan memberi makanan Orang Berpuasa

Tausiyah senja

Assalamu’alaikuma

Saudaraku seiman, keberkahan bulan ramadhan benar – benar dapat dirasakan bagi orang – orang yang menjalankannya. Pintu kebaikan amal soleh terbuka lebar – lebar baik skala yang kecil maupun yang besar. Pahala amal kebajikan dilipat gandakan oleh Allah SWT bagi siapa saja yang hendak meraihnya. Diantara amalan mulia yang besar pahalanya adalah bersedekah menyediakan makanan dan minuman bagi orang yang sedang berpuasa. Semakin sering memberi sedekah dengan ikhlas karena Allah semata maka semakin besar pahala dan balasannya, baik balasan langsung ketika masih hidup didunia maupun balasan kelak diakhirat. Bila kita mampu menikmati makanan dan minuman berbuka puasa yang lezat dirumah sejatinya juga kita mampu memberi makanan yang sama ke tetangga atau ke mesjid terdekat.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (Hr.Tirmizi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Kasih sayang sesama mukmin

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Terkadang cukup naif bila ada sikap seorang mukmin yang acuh kepada mukmin yang lainnya. Berusaha mengamalkan sunnah Rasul untuk menyebarkan salam pada saat bertemu tapi dibalas tanpa ucapan balasan, ditanya sesuatu tentang keadaan diri dan keluarganya tapi dijawab dengan sinis bernada tak suka. Bisa jadi situasi yang demikian itu dijumpai pada diri seseorang ketika ia dalam kondisi yang tidak baik. Pada hal sebenarnya dalam kondisi dan situasi bagaimanapun seorang mukmin itu harus mampu menunjukkan jati dirinya.  Islam merupakan ajaran yang sempurna lagi mulia segala perkara baik yang kecil hingga yang besar diatur didalam Islam. Untuk menjaga harmonisasi interaksi sosial Islam mengajarkan bila bertemu saling memberi salam, memberikan senyuman dan berjabatan tangan antara sesama mukminin atau sesama mukminat. Hal ini mengekspresikan diri sebagai mukmin adalah saudara. Rasulullah SAW bersabda, Jika seorang mukmin bertemu dengan mukmin yang lain, ia memberi salam padanya, lalu meraih tangannya untuk bersalaman maka berguguranlah dosa – dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon. (HR.Ath Thabrani).

Mari kita belajar untuk bersikap ramah dan kasih sayang terhadap sesama mukmin serta keras dan tegas terhadap orang – orang kafir.

Allah SWT berfirman : Dan orang – orang yang bersama dengan dia (Muhammad) adalah keras terhadap orang – orang kafir tetapi berkasih sayang dengan sesama mereka/mukmin.(QS.Al-Fath:29).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Hukum berdzikir & berdo’a berjama’ah

Assalamu’alaikum Wr.wb. Ustadz Tommy kalau dzikir berjamaah di masjid kemudian mengirim doa buat keluarga yang sudah meninggal itu termasuk bid’ah atau tidak? Dikmpung saya ada kegiatan seperti itu & ibu saya menyebutnya dengan dzikir kliwonan. Mohon penjelasannya ustadz syukron.

Wa ‘alaikumsalam wr.wb,

Ibu Mia yg dirahmati Allah. Terkait dengan masalah dzikir & doa berjama’ah menjadi perdebatan dikalangan ulama. Sebagian ulama ada yang membolehkannya dengan hujjah dalil mengikuti sunnah Rasulullah SAW tetapi sebagian yang lain melarang & membid’ahkannya.

Dalam hal ini saya menjawab sebatas dengan menggunakan dalil-dalil umum sebagai landasan untuk beramal terutama terkait dengan amalan zikir & do’a diantaranya :
1. Allah SWT berfirman, Hai orang-orang yg beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS.Al-Ahzab: 41).

2. Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832).

Untuk dalil Al-qur’an berdoa kepada Allah SWT :

Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (QS.Al-Baqarah: 186).

Dari dalil-dalil diatas ibadah dzikir & do’a disyari’atkan oleh Allah SWT & ada tuntunannya dari Rasulullah SAW sehingga dapat diamalkan. Adapun apakah boleh dilakukan secara bersama-sama ataupun berjama’ah pendapat saya dikembalikan kepada pendapat pribadi masing-masing karena masuk kepada wilayah khilafiyah.

Wallahu a’lam

Apakah berdosa mengkhitankan anak tanpa sepengetahuan suami?

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Pak ustadz berdosakah orang tua yang menunda anaknya untuk dikhitan? Sementara anaknya sudah cukup umur untuk dikhitan. Seandainya seorang isteri mengambil keputusan untuk segera mengkhitan anaknya tanpa izin suami apakah berdosa?

Wa ‘alaikumsalam Wr.wb, Ibu Rosa yang dirahmati Allah terkait dgn khitan Islam telah mensyari’atkan sebagai sebuah kewajiban sebab khitan membawa banyak manfaat & sebaliknya bila tdk melaksanakannya akan membawa kemudharatan karena dapat terhalangi seseorang terutama laki-laki untuk beribadah kepada Allah SWT karena ia selalu terbawa najis. Adapun dalil hadist terkait dengan khitan Rasulullah SAW bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأََظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ

Artinya: Fithrah itu ada lima: Khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis .(HR.Bukhari & Muslim).

Sementara untuk penundaan waktu khitan anak jangan sampai sang anak mencapai usia baligh & berakal yaitu ketika ia sudah mimpi basah atau ihtilam. Sebaiknya lebih cepat lebih baik, apalagi teknologi khitan saat ini semakin berkembang seperti dengan teknologi laser.

Sebaiknya ibu tetap bermusyawarah dengan suami agar suami memberikan izin sebab keberadaan suami sebagai pemimpin keluarga wajib ibu patuhi. Berikan pemahaman secara benar kepada suami dengan cara-cara yang baik maka in syaa Allah suami ibu dapat menerimanya. Wallahu a’lam.

Bagaimana menyikapi pertanyaan : Islam anda yang mana?

Assalamualikum, ustadz ada seseorang yg memiliki aliran & pemahaman agama yang kemarin mengajak saya berdebat dia bilang : coba saya mau bertanya kepada anda sebelum kita beradu argumen anda termasuk golongan apa, aliran yang mana, paham seperti apa, islam yang bagaimana mohon penjelasan nya karena paham anda yang paling benar
Seperti itu katannya ustadz, menurut saya bahaya aliran tersebut ustadz. Mohon tanggapannya. Syukran

Wa ‘alaikumsalam Wr.Wb. Mas ihsan yang dirahmati Allah SWT memang sekarang ini kita hidup diakhir zaman dengan fitnah luar biasa yang bisa merusak keimanan kita kepada Allah SWT. Bila ada orang lain tanya tentang hal itu fahamkan Islam yg dimaksud Allah adalah :

Islam yang terkandung rukun iman & rukun Islam.

1.Dalilnya ayat Al-quran surat An-nisaa ayat 136.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا (136) إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آَمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا (137) بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (137) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139)

Artinya:

(36) Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (37) Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya[1], maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (38) Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (39) (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

2. Dalil hadist Shahih muslim tentang iman, islam & ihsan.

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .

[رواه مسلم]

Arti hadits / ترجمة الحديث :

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.  Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian.

Kalau dia menolak Al-quran & hadist sebagai sumber hukum Islam berarti dia bukan beragama Islam.

Wallahu a’lam

Hukum seni menghias tubuh

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Ustadz Tommy Afwan sebelumnya saya hendak bertanya. Sebetulnya bingung bagamana memulainya. Begini ustadz, Beberapa waktu yang lalu di Mesjid Nurul Islam Batamindo ada bazar menyambut ramadhan. Ada salah satu stand yang menjual jasa seni menghias diri dengan pacar. Saya tahu dari bahannya halal. Tetapi yang membuat saya jadi bertanya-tanya, kok jadi menyerupai tato. Warnanya hitam pula & yang di contohkan di kaki, tangan, leher dll. Padahal kalau aurat perempuan kan seluruh tubuh kecuali muka & telapak tangan. Dan selain itu kesannya jadi berlebihan. Mungkin itu merupakan tradisi berhiasnya orang-orang Arab. Tetapi di indonesia jadi terasa aneh dan jadi pusat perhatian. Kalai di pakai calon pengantin & warnanya kecoklatan sudah biasa tetapi yang ini membuat saya bertanya-tanya karena keterbatasan saya maka saya bertanya kepada ustadz, Bagamana pandangan hukum syara’ terkait hal tersebut? Syukron.

Wa ‘alaikumsalam Wr.wb. Pak Riyanto yang dirhamati Allah terima kasih atas pertanyaannya. Mengenai hukum menghias diri wanita, Islam mensyari’atkan dibolehkan selama tidak untuk tabarruj yaitu bersolek untuk orang lain tetapi untuk suaminya. Kalau ada pameran berhias dipastikan dahulu apakah hal itu dihias ditempat umum ataukah tempat tertutup sehingga kesimpulan hukumnya berbeda sebab batasan melihat aurat wanita diatur hanya sebatas wajah & telapak tangan, dalilnya hadist Rasulullah SAW :

يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

“Wahai Asma’ sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak pantas menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil menunjuk telapak tangan dan wajahnya.”[HR. Mu].

Sementara ada jg batasan melihat aurat laki-laki dengan sesama laki-laki & wanita dengan sesama wanita.
Dari Abu Said Al-Khudri r.a Rasulullah SAW bersabda.
Tidak diperbolehkan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki & wanita melihat aurat wanita. Dan tidak boleh seorang laki-laki dengan orang laki-laki lain dalam satu selimut & wanita dengan wanita lain dalam satu selimut”. (HR.Muslim)

Imam Nawawi Rahimahullahu mengatakan:
Dalam hadits tersebut terdapat larangan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki lain & wanita melihat aurat wanita lain. Larangan ini sama sekali tidak dapat diganggu gugat.
Selanjutnya Imam Nawawi mengatakan : Mengenai sabda Rasulullah SAW, dan tidak boleh seorang laki-laki bergabung dengan orang laki-laki lain dalam satu selimut, dan wanita bergabung dengan wanita lain dalam satu selimut merupakan larangan yang sifatnya haram apabila diantara keduanya tidak terdapat pemisah. Dan itu menunjukkan larangan penyentuhan aurat bagian tubuh mana pun, baik laki-laki maupun wanita. Hal itu telah menjadi kesepakatan para ulama.

Batasan aurat yang harus ditutupi oleh wanita Muslimah bagi wanita Muslimah lainnya adalah dari pusar sampai ke lutut. Wallahu a’lam

Pertanyaan seputar puasa

Pertanyaan dari group Tausiyah Whatss app
Ust Tommy, afwan.. ana mau tanya, apabila kondisi sebelum hamil akhwat ini kondisi selalu lemah dan sering pingsan, sekarang akhwat ini alhamdulillah sudah hamil, kondisinya juga masih lemah dan tidak memungkinkn untuk berpuasa, Apakah tetapi harus mengqadha’ dengan puasa atau boleh mmbayar fidyah? Dan untuk mengqadha’ atau mmbayar fidyah tersebut waktunya kenapa ust?atau ada waktu – waktu tertentu?
Mohon penjelasannya, Jazakallah ust Tommy

Bismillahi, Ibu Fitria yang dirahmati Allah terkait dengan ibu yang sedang hamil atau menyusui terkategori sebagai seseorang yang berhak mendapatkan rukhsah dengan mengqadha puasanya dilain hari. Para ulama ikhtilaf apakah ia mengqadha puasa nya saja tanpa harus membayar fidyah atau ia harus mengqadha dan membayar fidyah.

  1. Pendapat Madzhab Maliki dan Hanafi:

Wanita hamil dan menyusui jika berbuka, kelak wajib mengqadha’nya. Tidak perlu berturut – turut ketika mengqadha’nya. Ulama Maliki menambah, wanita menyusui diwajibkan membayar fidyah, sedangkan wanita hamil tidak.

  1. Pendapat Madzhab Hanbali dan  Syafi’i:

Wanita hamil dan menyusui yang berbuka puasa, kelak wajib mengqadha’nya tanpa membayar fidyah. Tetapi jika kekhawatirannya itu tertuju kepada diri anaknya saja, maka selain qadha juga wajib fidyah.

Walau bagaimanapun, berdasarkan ayat ini : Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.(QS.Baqarah: 184) hukumnya adalah wajib membayar fidyah kepada orang miskin bagi orang – orang  yang tidak mampu mengerjakan puasa.

Ibn Abbas r.a berkata, Ayat ini walaupun dimansukhkan, namun hukumnya tetap untuk orang yang sangat tua, lelaki atau perempuan, yang tidak mampu berpuasa, maka ia harus memberi makan seorang miskin setiap harinya.(HR. Bukhari).

Diriwayatkan dari Ikrimah bhw Ibnu Abbas berkata, Ayat tersebut diberlakukan bagi wanita hamil dan yang sedang menyusui.

Membayar fidyah adalah dengan takaran sebanyak 1 mud berdasarkan sebuah riwayat dari Ibn Abbas,
Barangsiapa tlh sangat tua yang tidak sanggup berpuasa Ramadhan, maka ia memberi fidyah sehari sebanyak 1 mud gandum” (HR. Bukhari). Riwayat senada dikeluarkan oleh Imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar.

Mud adalah ukuran takaran (bukan berat) yang setara dengan berat 544 gram gandum (al-qamhu).[Abdul Qadim Zallum, al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 62]. Jadi jika meninggalkan puasa selama sehari, wajib membayar fidyah sebanyak 1 mud, jika 2 hari wajib 2 mud dst.

Jadi, wanita hamil dan menyusu hanya wajib membayar fidyah tap tidak wajib mengqadha’puasa. Ini dikuatkan lagi dengan hadist berikut: Ucapan Ibnu Abbas r.a : Wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesihatan anak – anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin.(HR. Abu Dawud).

Wallahu a’lam

Hukum Fidyah

Assalamualaikum Ustadz.

Ibu saya berusia sekitar 85thn. Kondisinya lemah dan tidak bisa berdiri akibat patah meski sudah di operasi (pasang tulang besi).   Kami berencana untuk membayar fidyah. Cuma kepada siapa sebaiknya kami memberi? Karena dilingkungan saya ada seorang janda, tapi dia punya gaji pensiun. Memang terlihat susah karena beliau bersama anaknya yang juga janda(cerai) beserta cucu – cucu (bukan anak yatim).  Selain beliau,  ya ibu saya, karena beliau tidak punya penghasilan apapun dan harta apapun, cuma beliau tinggal dengan kami yang alhamdulillaah, kalaupun tidak kaya tapi cukuplah. Selain itu ibu mertua saya, jugaa sama kondisinya dengan ibu saya,(lebih muda dari ibu saya, masih sehat) tapi beliau tinggal jauh dengan saya. Kepada siapa sebaiknya kami memberikan fidyah tersebut???   Caranya perhari?? Atau boleh skalian nanti??  Atau skalian sekarang?? Mengingat kebutuhan puasa dan lebaran nanti, mungkin dana tersebut bisa dimanfaatkan. Hitungannya dalam rupiah kira – kira berapa seharinya???

Jawaban :

Wa ‘alaikumsalam wr.wb, Ibu Elly yang dirahmati Allah. Meskipun ibadah puasa hukumnya adalah fardhu ‘ain akan tapi Allah SWT dengan sifat Arrahman dan Arrahim-Nya memberikan rukhsoh bagi yang tidak mampu untuk berpuasa seperti ibu hamil, ibu mneyusui dan orang tua yang sudah jompo. Rukhsoh nya adalah dengan membayar fidhya dengan dalil Al-Qur’an : Dan wajib bagi orang – orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(QS.Baqarah: 184).

Membayar fidyah adalah dengan takaran sebanyak 1 mud berdasarkan sebuah riwayat dari Ibn Abbas,Barang siapa telah sangat tua yang tidak sanggup berpuasa Ramadhan, maka ia memberi fidyah sehari sebanyak 1 mud gandum.(HR. Bukhari). Riwayat senada dikeluarkan oleh Imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar. Mud adalah ukuran takaran (bukan berat) yang setara dengan berat 544 gram gandum (al-qamhu). Kalau kita konversikan ke makanan pokok di Indonesia adalah beras dengan menggenapkan 0,6 Kg atau 6 Ons setiap hari. [Syaikh Abdul Qadim Zallum, al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 62]. Jadi jika seseorang meninggalkan puasa selama sehari wajib membayar fidyah sebanyak 1 mud, jika 2 hari wajib 2 mud dst.

Kepada siapa fidyah dibayarkan? Fidyah dibayarkan kepada fakir dan miskin. Sebaik – baik penyaluran infaq, shodaqoh maupun zakat adalah kaum kerabat atau keluarga sendiri. Seandainya keluarga sendiri pada mampu semua bisa disalurkan kpd tetangga sekitar. Teknis pembayaran fidyah dapat dilakukan pada hari ia tidak puasa, alangkah baiknya ditunaikan tidak menunggu habis puasa sebab orang miskin sangat membutuhkan bantuan dari kaum muslimin yang terkategori mampu. Wallahu a’lam

Semangat Ramadhan

Assalamu’alaikum.

Saudaraku seiman, keberkahan dan kemuliaan bulan Ramadhan mulai dapat dirasakan dari sejak hari dimulainya. Semangat ibadah kaum muslimin untuk sholat berjama’ah dan tarawih begitu tinggi hingga memenuhi masjid – masjid , tadarus Al-qur’an terdengar dari mesjid yang satu ke mesjid yang lain, syi’ar da’wah Islam menggema hampir setiap momentum, jumlah infaq mesjid pun meningkat bahkan ikatan ukhwah Islam semakin erat. Inilah wujud kegembiraan kaum muslimin dalam menyambut dan mengisi keutamaan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat dan bulan ampunan. Suasana seperti ini memang tidak didapati pada bulan – bulan hijriyah yang lain. Alangkah indahnya bila semangat ibadah seperti ini dapat terjaga dan konsisten hingga Ramadhan berakhir. Alangkah bahagianya bila kita kelak berhasil dibina selama bulan ramadhan untuk dapat menjadi hamba yang ikhlas, hamba yang tawadhu, hamba yang dermawan dan hamba yang bertaqwa. Harapan itu masih begitu besar karena kita masih berada pada awal puasa Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda,  “Telah datang kepada kalian Ramadhan bulan yang penuh berkah. Allah azza wajalla mewajibkan atas kalian berpuasa Ramadhan . Pada bulan ini dibuka pintu – pintu langit dan ditutup pintu – pintu neraka serta syetan – syetan nakal akan dibelenggu. Demi Allah di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.”(HR. Ahmad).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

 

Tausiyah Senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Kehadiran bulan suci Ramadhan sudah didepan mata. Setiap mukmin bersiap sedia menyambut kedatangannya. Bahagia rasanya bisa bertemu kembali dengannya. Kesempatan emas untuk bertaubat atas segala maksiat dan dosa. Sedih hati juga terasa didalam jiwa. Melihat keluarga, sanak saudara, tetangga kaum muslimin yang telah tiada. Mereka tak lagi dapat berpuasa bersama dengan kita. Hilang kesempatan  mereka untuk meraih keutamaan bulan puasa. Bila kita tidak ingin menyesal untuk yang kesekian kalinya. Jangan sia-siakan keutamaan bulan puasa. Jadikan setiap waktunya bernilai ibadah maka kelak kita akan menjadi mukmin yang bertaqwa. Tanamkan niat yang ikhlas karen Allah SWT dalam menyongsong kedatangan bulan puasa. Iringi setiap amal ibadah dengan ilmu agar diterima disisi-Nya. Bulan ramadhan termasuk waktu dikabulkannya do’a. Jangan lupa do’akan kaum muslimin yang sedang dijajah dan teraniaya. Sebab mendo’akan mereka pertanda kita mukmin yang bersaudara.

Rasulullah SAW bersabda.  “Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu surga dibuka, pintu – pintu neraka ditutup dan syetan – syetan dibelenggu”.(HR.Bukhari-Muslim).

Wallahu a’lam

By ; Tommy Abdillah

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, memiliki prinsip hidup itu penting sama pentingnya dengan menjaga keberlangungan hidup. Orang hidup tanpa prinsip hidup yang benar sama artinya menjalani hidup tanpa arah dan tujuan. Sebaik-baik prinsip hidup adalah pancaran dari iman dan islam sebab tidak ada prinsip hidup yang benar kecuali bersumber dari Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW, itulah prinsip kebenaran yang mutlak. Seorang mukmin yang menjadikan Islam sebagai prinsip hidupnya maka sebenarnya ia telah menampilkan Islam dalam kehidupannya. Artinya keimanan didalam jiwanya telah mempengaruhi segenap pola fikir dan pola sikapnya. Pada akhirnya prinsip hidup Islam yang telah termanifestakian dalam hidupnya menjadi karakter yang melekat didalam dirinya. Bila karakter pribadinya adalah Islam maka prinsip hidupnya jg adalah Islam yang tidak akan dapat dibeli dengan uang dan harta benda. Mari kita bangga memiliki prinsip hidup menjadi seorang muslim.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang – orang yang mengatakan:  Tuhan  kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, Dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.(QS. Fushilat: 30).

Wallahu a’lam

Menjaga Lisan

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Lidah itu memang tak bertulang tapi tajamnya lidah dapat lebih tajam dari sembilu bambu. Ucapan lisan yang baik lagi penuh hikmah dapat menyejukkan hati dan perasaan, sedangkan ucapan lisan yang pedas menyakitkan dapat menyayat – nyayat hati dan perasaan. Anggota tubuh yang terluka dapat sembuh terobati tapi bila hati yang terluka sulit untuk disembuhkan kecuali dengan kemaafan. Berapa banyak manusia yang bertikai bahkan perang sehingga menumpahkan darah hanya karena akibat dari ucapan lisan yang kotor. Ketahuilah bahwa kotornya lisan adalah refleksi dari kotornya hati, sedangkan kotornya hati dapat disebabkan karena banyak noda dosa yang telah dilakukan.  Ucapan yang kotor bila telah terucap sulit untuk menarik kembali ucapannya. Ucapan yang kotor bisa berupa cacian, makian, umpatan, hinaan, fitnah, dusta dan sumpah serapah. Sebagai cerminan diri kita masing – masing bila tidak ingin hati tersinggung maka jagalah perasaan orang lain dengan menjaga lisan. Bila tidak mampu menyenangkan hati orang lain maka jangan membuat hatinya terluka. Mari melatih diri untuk membiasakan berucap dengan ucapan yang baik atau ucapan nasehat yang terkandung da’wah. Bila tidak mampu maka sebaiknya hemat bicara dari perkara yang sia – sia dan memperbanyak berzikir kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman,   Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan – amalan mu dan mengampuni dosa – dosa mu. Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar.(QS.Al-Ahzab :70-71).

Wallahu a’lam

Jauhi Sifat Dengki

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Interaksi sosial keseharian manusia dihadapkan dengan berbagai macam typical manusia ada yang berakhlaq mulia dan ada pula yang berkepribadian tercela seperti pendengki. Ujian hidup ini barangkali tak lengkap tanpa kehadiran orang – orang yang memiliki hati hasad dan dengki. Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa hasad adalah :  merasa tidak suka dengan ni’mat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Dengki adalah bagian dari penyakit hati yang bisa merusak iman seorang hamba. Awalnya tidak ridho ataupun tidak ikhlas dengan ni’mat Allah yang diberikan kepada orang lain tapi lama kelamaan membesar menjadi kebencian. Bila seseorang telah benci kepada orang yang dibenci maka akan terbuka perlakuan buruk lainnya yang akan ia lakukan. Ia akan mudah memfitnah, menceritakan keburukannya/ghibah atau menjatuhkan kehormatannya. Sifat dengki harus disembuhkan dan dijauhkan dengan jalan banyak beristighfar dan taubat atas segala dosa – dosa yang telah dilakukan, belajar ikhlas dan sabar untuk menerima taqdir dari Allah SWT, meyakini secara pasti bahwa setiap orang sudah memiliki bagian ataupun jatah limpahan ni’mat dari Allah SWT yang tidak akan tertukar dengan orang lain, meminta maaf kepada orang yang selama ini ia dengkikan sebab dosa yang terkait dengan hak seorang hamba maka Allah SWT tidak dapat mengampuninya. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga diri kita dari penyakit – penyakit hati yang membahayakan keimanan. Aamiin ya rabb..

Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian hasad karena ia akan memakan kebaikan – kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu daud).

Wallahu a’lam

Belajar syukur ni’mat

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Semakin banyak diresapi, difikirkan dan direnungkan tentang karunia dan ni’mat Allah SWT yang diberikan kepada kita maka akan menimbulkan rasa syukur yang mendalam didalam hati. Bisa kita bayangkan mulai bangun tidur dipagi hari kita diberi kesempatan hidup, diberi petunjuk iman dan islam, diberi kesehatan,  ketenangan, rezqi anak, harta, pekerjaan, bisnis yang halal dan sebagainya yang tidak dapat kita hitung satu persatu jumlahnya. Andai saja seluruh ranting pohon didunia ini dijadikan pena dan air lautan dijadikan tinta untuk menuliskan kalimat ni’mat Allah SWT maka hingga kering lautan dan habis ranting pepohonan sejauh itu ni’mat Allah tidak akan ada habisnya. Meskipun demikian terkadang manusia masih mengeluh dan tidak pernah merasa cukup dengan ni’mat yang ada. Diberi satu ingin dua, diberi 3 ingin empat dan seterusnya. Ketika manusia selalu memperturuntukan hawa nafsu dan keinginannya maka selama itu pula manusia tidak akan pernah merasa cukup dengan yang ada. Sudah saatnya bagi kita untuk belajar menjadi hamba Allah yang bersyukur dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya/qona’ah. Sudah saatnya bagi kita untuk memprioritaskan kebutuhan dari pada keinginan sebab kebutuhan itu terbatas, sedangkan keinginan tidak ada batasnya. Bila hendak bersyukur jangan dilihat orang yang berada diatas tapi lihatlah orang – orang yang ada dibawah. Masih banyak orang lain yang kehidupannya tidak seberuntung dengan kita maka bersykurlah.

Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6437).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Memberi dan menolong tanpa pamrih adalah sikap yang mulia lagi terpuji. Terpujianya suatu sikap ataupun perbuatan tidak akan ada dengan sendirinya tanpa diuji oleh Allah SWT. Orang yang ikhlas memberi akan diuji bila pemberiannya itu tidak dibalas dengan pujian sehingga ia pun tidak akan mengungkit pemberiannya. Orang yang ikhlas menolong akan diuji bila pertolongannya tidak diingat oleh orang yang pernah ia tolong sehingga ia juga tidak mau membalas memberi pertolongan kepada orang yang pernah menolong dirinya. Kebaikan apapun yang pernah diberikan kepada orang lain maka tidak perlu di ingat dan diharapkan balasannya bahkan segera lupakan saja agar tetap terjaga keikhlasannya. Sebab kita berbuat kebaikan bukan untuk mengharapkan balasan dari manusia tapi balasan dari Allah SWT. Balasan dari manusia tak seberapa tapi balasan dari Allah SWT luar biasa tanpa ada batasannya baik ketika ia masih hidup didunia apalagi kelak diakhirat. Pemberian dan pertolongan akan terjaga keikhlasannya bila tetap dirahasiakan serta dilupakan. Sebagaimana tangan kanan memberi sementara tangan kiri tidak pernah melihatnya.

Allah SWT berfirman,   Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut – nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang yang kafir.(QS.Al-baqarah:264).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

 

Tausiyah Senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Tidak ada suatu perjuangan untuk menyerukan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar tanpa ada rintangan maupun pengorbanan. Mulai dari manusia yang paling mulia yakni Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin para Nabi mendapatkan reaksi orang – orang kafir quraish akibat aksi da’wah Rasulullah SAW. Suatu reaksi yang dapat dikatakan tidak manusiawi dengan mencekiknya, melemparinya dengan batu hingga berdarah – darah, meletakkan kotoran hewan dikepalanya disaat sujud sholat, mengusirnya dari kota kelahirannya hingga penyiksaan dan pembunuhan para sahabat Rasulullah SAW. Hal itu semua dilakukan dalam rangka untuk membebaskan manusia menyembah makhluk agar dapat menyembah dan mentauhidkan Allah SWT serta dapat menerapkan seluruh nilai – nilai tauhid dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Kini masa kenabian telah tiada sementara estafet aktivitas da’wah harus tetap eksis hingga hari kiamat. Aktivitas da’wah dapat diteruskan oleh orang – orang yang memahami esensi da’wah yaitu mereka yang berilmu, ikhlas, sabar dan siap menerima resiko apapun. Mereka tidak sedih atas orang – orang yang mencela, menghina, menghujat, menolak bahkan menghalang-halangi dakwahnya. Cukuplah Allah SWT sebagai tujuan dan sebaik-baik pemberi balasan.

Allah SWT berfirman, Katakanlah (hai Muhammad) : “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.”(QS.Shaad:86).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tausiyah Senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Ada pepatah kita yang mengatakan : Fikir – fikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Manusia sebagai makhluk yang lemah sering terbuai dengan dorongan hawa nafsunya sehingga diperturuntukan begitu saja tanpa pertimbangan akal yang jernih. Pada akhirnya ia menyesal telah melakukan sesuatan perbuatan yang tercela bahkan melakukan kategori dosa – dosa yang besar yang membinasakan dirinya sendiri. Biasanya penyesalan selalu datang dibelakang, meskipun terkadang ada juga orang yang bersalah tapi tidak mau menyesali perbuatannya. Semua telah terjadi dan apapun yang telah terjadi tidak akan mungkin dapat kembali seperti keadaan semula. Artinya bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu hendaknya dipertimbangkan terlebih dahulu dampak baik buruknya. Setiap orang pernah bersalah dan melakukan dosa. Sementara sebaik – baik orang yang berdosa adalah orang yang menyesali  dosanya dan ia bertaubat karenanya. Seburuk – buruk orang yang bersalah dan berdosa adalah orang yang tidak merasa berdosa dan ia pun tidak mau berhenti dari perbuatan dosanya. Mari segera kembali ke jalan Allah untuk meraih rahmat dan ampunan-Nya adalah jalan terbaik untuk menjadi manusia yang lbh baik sebelum terlambat yaitu datangnya kematian.

Allah SWT berfirman, Dan bersegeralah kamu kpada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang yang bertakwa.(QS.Al-imran:133).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

 

Orang Beruntung : Orang yang menghargai waktu

Tausiyah Senja

Assalamu’alaikum.

Saudaraku seiman, Pepatah Arab menyatakan bahwa waktu itu bagaikan pedang artinya barang siapa yang tidak mampu mengatur waktu dengan sebaik – baiknya maka ia akan merugi. Orang yang suka menyia-nyiakan waktu adalah orang yang tidak disiplin dan orang yang tidak disiplin sulit untuk meraih perubahan hidup baik dalam urusan dunia apalagi dalam hal urusan akhirat. Islam telah mengatur waktu bagi orang – orang mukmin sedemikian disiplinnya mulai dari sejak bangun dari tidur dipagi hari hingga hendak tidur kembali dimalam hari . Mari kita perhatikan motivasi/targhib dari hadist – hadist Rasulullah SAW tentang keutamaan orang – orang yang menunaikan sholat sunat fajar 2 rakaat lebih baik dari nilai dunia beserta isinya, orang – orang yang menanti datangnya waktu sholat fardhu akan didoakan oleh para malaikat, orang – orang yang menegakkan sholat fardhu berjama’ah dimesjid mendapatkan balasan pahala 27 derajat dibandingkan dengan orang yang sholat sendirian, orang – orang yang menempati shaft terdepan dimesjid mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda, orang – orang yang mendapati sholat fardhu bersama imam tidak pernah sebagai masbuq selama 40 hari akan dihindarkan dari siksa api neraka, orang – orang yang berdoa’a diantara waktu azan dan iqamat maka doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT dan masih banyak lagi keutamaan amalan – amalan wajib maupun sunat yang lainnya. Dengan demikian orang – orang yang tidak ikut ambil bagian dari sekian banyak keutamaan amal ibadah meskipun hukumnya adalah sunat maka ia benar – benarmerugi. Sementara orang – orang yang mampu mengatur waktu hidup dan ibadahnya dengan sebaik – baiknya maka ia menjadi orang yang beruntung. Dengan bertambahnya usia maka waktu hidup manusia setiap hari semakin berkurang. Bila kita terlena dengan menyia – nyiakan waktu sungguh kita termasuk orang – orang yang merugi sebab semakin sedikit kesempatan untuk mengumpulkan bekal kehidupan akhirat. Semoga kita termasuk orang – orang yang mampu menghargai waktu.

Allah SWT berfirman,  Demi masa/waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.(QS.Al-ashr:1-3). Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah
#RapatdanPawaiAkbar

 

Manusia melupakan Allah

Assalamu’alaikum.
Saudaraku seiman, Perlu kita akui bahwa banyak pelajaran hidup yang dapat dipetik dari orang lain, meskipun terkadang orang tersebut tidak memiliki status sosial. Kehidupan adalah guru sejati bagi setiap insan. Siang itu saya makan disuatu warteg dibilangan pasar baru Jakpus. Bapak sang penjual warteg begitu ramah untuk menyapa dan meladeni setiap pembeli yang datang. Sembari melayani pesanan makanan ia memberikan sekelumit nasehat tentang perjuangan hidup. Ia berceloteh bahwa uang memang perlu dicari karena tidak bisa dinanti hanya bertafakur berzikir didalam kamar. Uang diperlukan untuk menunjang kehidupan manusia, manusia yang mengendalikan uang bukan sebaliknya uang yang mengendalikan manusia. Kalimat yang pendek tapi sarat dengan makna, kalimat yang terakhir ini saat ini melanda manusia akhir zaman yang menjadikan uang dan harta sebagai Tuhan. Manusia menjadi hamba harta, sejak matahari belum terbit hingga matahari tenggelam kembali manusia berjibaku dengan waktu dan tenaga untuk meraih uang dengan melalaikan tanggung jawab dirinya sebagai makhluk Allah SWT tidak mau beribadah. Manusia lupa ataupun lalai dalam mencari penghidupan kepada yang memberi kehidupan yakni Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba – hamba Allah SWT yang senantiasa ingat tugas dan tanggung jawab kita sebagai makhluk yakni beribadah kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman, “(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku. Dan Tuhanku yang Dia memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan aku dan akan menghidupkan aku (kembali).” (QS.Asaya-Sayau’araa : 78-91).
Wallahu a’lam
By ; Tommy Abdillah
#RapatdanPawaiAkbar

Profesional & Saleh

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Sekedar berbagi cerita hikmah yang dapat kita petik pelajaran darinya. Suasana bandar Soekarno Hatta kemaren pagi masih sepi karena jam masih menunjukkan pukul 07.30 Wib. Ada sesuatu yang tidak lazim karena memang saya pribadi jarang menemukan suasana pada pagi itu. Disebuah Musholla terminal C saya memperhatikan seorang pilot sedang khusyu’ menunaikan sholat Dhuha. Karakteristik seorang pilot nampak dari perawakannya yang tinggi lagi gagah, seragam baju putih, memakai dasi tertempel tanda 3 strip dipundaknya dan dilengkapi dengan sebuah topi pilot pesawat terbang komersil yang ia letakkan dilantai. Sebenarnya tidak ada yang istimewa melihat seorang hamba yang mengerjakan sholat dhuha tapi yang menjadi keheranan adalah ditengah – tengah kondisi akhir zaman seperti saat sekarang ini dimana manusia lebih dominan memprioritaskan urusan dunia dari pada akhirat tapi sebahagian diantara mereka masih istiqomah dalam beramal soleh. Sang pilot tadi ternyata tidak sekedar menunaikan sholat dhuha dua rakaat tapi hingga 8 rakaat, diakhiri dengan zikir dan berdoa kepada Allah SWT. Ia tidak hanya menggantungkan profesi pekerjaannya kepada skill dan pengetahuannya semata tapi ia juga menggantungkan dirinya kepada Allah SWT yang menggenggam kehidupan ini. Barangkali ia menyadari tugas dan amanah pekerjaannya cukup berat yaitu menerbangkan ratusan nyawa calon penumpang hingga mendarat dengan selamat. Semoga sang pilot istiqomah dalam mengerjakan amalandua sunat nafilah dan semoga masih banyak para profesional lainnya yang sama seperti sang pilot bahkan lebih baik darinya.

Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang dua yang merugi.”(QS.Al-A’raaf :178).

Wallahu a’lam