Selasa , November 12 2019

Recent Posts

Bila Tidak Malu Perbuat Sesukamu

 

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Ekspresi perkataan & perbuatan merupakan pantulan cahaya iman dari dlm jiwa seorang hamba.

Keimanan yg bersih & lurus akan tampak dari pribadi yg memiliki akhlaq yg mulia. Diantara cabang kemuliaan akhlaq adl terdapatnya perasaan malu. Perasaan malu adl sifat terpuji yg ada pd diri seseorang yg akan membawa dirinya utk melakukan perbuatan mulia & akan membuat karakternya menjadi indah.

Orang yg memiliki perasaan malu akan menimbang akibat sebelum melakukan suatu perbuatan.

Sebaliknya orang yg sdh kehilangan perasaan malu bagaikan muka tembok yg tdk lagi peduli dgn kehormatan dirinya.

Ada orang yg berpakaian tp setengah telanjang, bermesraan ditempat umum, meremehkan meninggalkan shalat fardhu, bangga dgn khamar & judi serta merasa mulia dgn harta korupsi.

Memiliki perasaan malu bukan berarti orang yg tdk percaya diri sebab terdapat perbedaan antara pemalu & sifat malu. Orang yg memiliki sifat malu berarti ia memiliki sifat. muraqabah, dimana ia selalu merasa bhw ia senantiasa dlm pengawasan & pantauan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya salah satu perkara yg telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.”(HR.Bukhari No.3483).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Jangan Menunda Beramal Soleh

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Melakukan ketaatan beribadah kpd Allah SWT memang mudah, yg sulit adl istiqamah mempertahankannya. Tak jarang godaan syetan datang utk menunda2 beramal soleh. Beribu alasan yg dinyatakan utk menunda beramal ibadah.

Azan subuh berkumandang merdu menyerukan shalat tp selimut ditarik kembali dgn bisikan sebentar lagi hari msh dingin. Rezqi harta berlimpah tp infaq & zakat dilupakan. Tabungan emas & perak jg tak terkira tapi ibadah haji & umrah msh belum ditunaikan. Diberi Allah SWT amanah kekuasaan tp enggan menerapkan Syari’at Islam. Dianugerahi wajah cantik menawan tp tdk mau menutup aurat hingga menunggu usia tua.

Pd hal ajal kematian bisa tiba kapan saja tanpa hrs berusia tua. Pernah Sahabat Rasulullah SAW Umar bin Khatab r.a terlambat mendatangi Shalat Ashar berjama’ah krn msh sibuk mengurusi kebunnya. Akhirnya beliau sangat menyesal krn terlambat Shalat Ashar berjamaah hingga akhirnya kebunnya itu dia Shadaqahkan krn tlh membuatnya lalai. Sementara ibadah yg tlh terlalaikan sangat sulit utk dpt dikejar krn waktu itu tak akan pernah kembali lagi.

Rasulullah SAW bersabda, “Segeralah beramal sebelum datang 7 perkara, tidaklah yg kalian tunggu itu selain kefakiran yg melalaikan, kekayaan yg menyombongkan, penyakit yg merusak, usia tua yg melemahkan, kematian yg melenyapkan, kedatangan Dajjal sejahat2 yg dinantikan atau hari kiamat & hari kiamat itu sangat pedih & sangat pahit.”(HR.Tirmidzi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Manusia Gila Kehormatan

 

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Tak dpt dipungkiri bhw salah satu tabiat manusia itu suka disanjung & dihormati. Namun sanjungan & kehormatan yg berlebihan dpt membuat manusia terbuai lupa diri. Ia akan menganggap dirinya sbg seorang yg superior shg mudah utk meremehkan orang lain. Manusia yg suka dihormati jg cenderung sombong, arogan & suka menuntut pamrih.

Manusia yg gila kehormatan akan sulit memberikan pertolongan bila tanpa ada penghormatan, ia enggan berinfaq sodaqoh kalau tak disebut sbg dermawan, ia jg tak akan memberi nasehat kalau tak dibayar dgn yg sepadan. Baginya kehormatan & popularitas menjadi tujuan hidup. Pd hal berapa banyak orang yg menyesal menjadi populer krn membuat hidupnya sempit & menderita.

Lihatlah sosok sederhana pribadi Rasulullah SAW sbg seorang manusia yg paling agung nan sempurna. Dialah Muhammad SAW sbg pemimpin para Nabi & Rasul. Tanpa gelar kehormatan kebangsawanan tp ia senantiasa dikenal & dikenang manusia sepanjang zaman.

Mari kita luruskan NIAT dlm setiap beramal ibadah semata2 hanya utk mengharapkan ridho dari Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman : “Jika kamu berpaling dari peringatanku, aku tak meminta upah sedikit pun dari padamu. Upahku tak lain hanyalah dari Allah belaka & aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yg berserah diri kepada-Nya”.(QS.Yunus:72).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Ilmu Tanpa Amalan

Tausiyah senja

#Ilmu Tanpa Amalan#

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Kita patut bersyukur kpd Alah SWT bhw perkembangan teknologi informasi sangat membantu mempermudah urusan kehidupan manusia. Tdk hanya dlm hal komunikasi tp jg dlm hal utk mendapatkan informasi ilmu yg bermanfaat.

Hampir setiap saat informasi broadcast dari media sosial berseliweran. Ada informasi sampah alias hoax & ada jg informasi yg berguna. Postingan da’wah melalui media sosial jg patut disyukuri kehadirannya sebab tanpa hrs menghadiri majelis ilmu kita msh bisa belajar tentang kemuliaan ajaran Islam. Meskipun sebaik2 belajar adl bertemu dihadapan seorang guru.

Ilmu akan menjadi bermanfaat bagi orang yg mempelajari & bagi orang yg mengajarkannya ketika diamalkan. Ilmu itu akan menjadi penerang jalan kehidupan ketika dikaji & diamalkan. Sebaliknya Ilmu akan menjadi tak bernilai & tak bermanfaat hanya sebatas difahami sbg pemuas kecerdasan intelektual. Ilmu jg akan membekas ke dlm jiwa ketika diamalkan & diajarkan kpd orang lain.

Pepatah Arab mengatakan, Al-‘ilmu bilaa ‘amalin kasyajari bilaa tsamarin : Ilmu tanpa amal ibarat pohon tidak berbuah. Mari jgn kita sia-siakan kehadiran media sosial da’wah utk menimba ilmu agar bisa diamalkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ia ditanya tentang empat hal : (salah satunya adalah) tentang ilmunya, apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya tersebut?”(HR.Tirmidzi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Memaknai Esensi Zakat (Bag-1)

Karunia Allah yang dilimpahkan kepada makhluk luar biasa besar. Meski sering tak disadari, anugerah itu meliputi segala aspek kehidupan, mulai dari yang fisik sampai nonfisik, mulai dari harta benda hingga kenikmatan yang tak kasat mata seperti kewarasan akal sehat, kesehatan, hingga iman seseorang. Tentang karunia berupa kekayaan, Allah melalui ajaran Islam mengajarkan manusia untuk tidak hanya menerima tapi juga memberi, tak hanya memperoleh tapi juga membagikannya. Di sinilah anjuran berzakat, berinfak, dan bersedekah menjadi relevan dalam agama.

Karena begitu pentingnya zakat, Islam sampai menjadikannya sebagai salah satu pilar pokok dalam berislam. Setiap umat Islam yang mampu wajib mengeluarkan zakat sebagai bagian dari pelaksanaan rukun Islam yang ketiga. Artinya, dalam urutan rukun Islam, zakat menempati deret rukun setelah shalat, ibadah yang paling ditekankan dalam Islam karena menjadi cermin dari praktik paling konkret penghambaan kepada Tuhan.

Al-Qur’an pun sering menggandengkan perintah zakat setelah perintah. Sedikitnya ada 24 tempat ayat Al-Qur’an menyebut shalat dan zakat secara beriringan. Contohnya sebagai berikut:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43)

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 110)

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ رَٰكِعُونَ

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Ma’idah [5]: 55)

Hal ini menandakan bahwa shalat sebagai ibadah spesial seorang hamba dengan Allah tapi bisa terlepas dari keharusan untuk peduli pada kondisi masyarakat di sekitarnya. Dengan bahasa lain, umat Islam yang baik adalah mereka yang senantiasa memposisikan secara beriringan antara ibadah individual dan ibadah sosial.

Sayangnya, rata-rata tingkat kesadaran untuk berzakat seringkali lebih rendah daripada kesadaran untuk menunaikan shalat. Barangkali karena ada anggapan “hasil kerja sendiri” dari harta kita yang membuat zakat terasa berat. Belum lagi ditambah keinginan untuk menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Tertanam sebuah pikiran bahwa jika harta semakin banyak, maka semakin mudah dan enaklah kita menjalani hidup ini. Pandangan inilah yang kerap melengahkan banyak orang bahwa sebenarnya di dalam kelebihan harta kita ada hak orang lain yang sedang membutuhkan.

Jika demikian, orang-orang yang seharusnya berzakat namun tak menunaikan kewajibannya sama halnya memakan hak orang lain. Dalam konteks ini, lantas apa bedanya mereka dengan koruptor atau pencuri?

 

Berikan Aku Waktu Tiga Hari Saja untuk Membuat Alquran!

Alkisah seorang sastrawan mengaku mampu membuat karya laiknya Al-Quran, tutur Imam Ibnul Jauzi dalam kitabnya “Shaidul Khatir”.

Ia pun masuk ke dalam kamarnya, menyendiri agar mendapatkan ilham. Saking jumawanya, ia pun berkata, “Beri aku waktu tiga hari saja, untuk membuat karya semisal Al Quran.” “Tiga hari saja, cukup.”

Tiga hari berselang, sosok sastrawan itu tak kunjung muncul. Ia menghilang secara misterius. Penduduk sekitar yang jadi saksi hidup ucapan sang satrawan itu menjadi penasaran, mereka hendak menagih janji congkaknya itu. Janji untuk membuat semisal Al Quran dalam kurun tiga hari.

Karena tak sabar menunggu, para penduduk kemudian mendobrak kediaman sang sastrawan. Naas tak dapat ditolak, penduduk mendapati sang sastrawan kaku. Mati, dicabut nyawanya.

“Rupanya,” tutur Ibnul Jauzi, “tangannya sudah mengering sambil memegang pena.” Keadaannya semakin mengenaskan, sebab, “Ia sendiri sudah menjadi mayat.”

Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surah (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (Qs. al-Baqarah [2]: 23)

Innalillahi wa inna ilahi raji’un. Mahabenar Allah Ta’ala dengan segala firmanNya.

 

Disadur dari Kisah Hikmah.

JANGAN ANGGAP REMEH KEKUASAAN ALLAH TA’ALA

Ibu seorang pemuda dirawat di rumah sakit..
وأدخلت للعناية المركزه
Ibunya dirawat di ICU..
وفي يوم من الأيام صارحه الأطباء
Beberapa hari kemudian dokter berterus terang :

بأن حال والدته ميؤوس منها وأنها في أي لحظة تفارق
“Keadaan ibumu tidak ada harapan sembuh dan sewaktu-waktu ia akan meninggal dunia..”
وخرج من عند أمه هائما على وجهه

Pemuda itu meninggalkan rumah sakit dengan hati yang sedih mengingat sakit ibunya..

وفي طريق عودته لزيارة والدت
Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit untuk menengok ibunya sekali lagi..

وقف في محطة البنزين
Pemuda itu berhenti di stasiun pengisian bahan bakar (pom bensin)..

وهو ينتظر العامل ليضع البنزين في سيارته
Sedang dia menunggu petugas mengisi bensin ke tangki mobilnya..

رأى تحت قطعة كرتون قطة قد ولدت قططا صغاراً
tanpa sengaja pemuda itu melihat seekor kucing bersama anaknya berteduh dibawah kotak..

وهم لا يستطيعون المشي
Kucing itu kelihatan tak mampu untuk berjalan..

فتساءل!!!!!
Dia termenung sejenak..!

من يأتي لهم بالطعام وهم في هذه الحال؟
فدخل للبقالة
Siapakah yang akan memberi kucing itu makan dalam keadaan begitu, dan pemuda itu lalu masuk ke sebuah warung yang ada di pom bensin tersebut..

واشترى تونة
Dibelikannya ikan tuna dalam kaleng..

وفتح العلبة ووضعها للقطة وانصرف للمستشفى
dibukakannya kaleng ikan tuna itu untuk diberikan kepada kucing tadi.. dan meneruskan perjalanannya ke rumah sakit..

وعندما قدم للعناية مكان تنويم أمه
Ketika ia akan kembali menghampiri ibunya dan masuk ke ruang ICU..

لم يجدها على سريرها فوقع ما في يده
Alangkah terperanjatnya dia, ternyata ibunya telah tiada di ruang ICU itu dan tangannya gemetar..

فاسترجع وسأل الممرضة
dan bergegas lari untuk bertanya kepada perawat yang bertugas..

أين فلانة؟
“Di mana ibuku..?”

فقالت تحسنت حالتها فأخرجناها للغرفة المجاورة
Si perawat itu berkata : “Ibumu sudah berangsur pulih dan kami pindahkan ke ruang perawatan biasa..”

فذهب لها
Pemuda itu terus mendapatkan ibunya..

فوجدها قد أفاقت من غيبوبتها
Yang ketika itu dalam keadaan ceria..

فسلم عليها وسألها

Dia bersalam dan mencium ibunya sambil bertanya apa terjadi..

فقالت أنها رأت وهي مغمى عليها
Ibunya memberitahu ketika dalam keadaan tidak sadar di ruang ICU..

قطة وأولادها رافعين أيديهم يدعون الله لها
Ibunya melihat kucing dan anak-anaknya menadahkan tangan ke arah langit sambil berdo’a memohon ibunya disembuhkan dengan segera..

فتعجب الشاب
Pemuda itu terharu mendengar apa yang diceritakan ibunya..

فسبحان من وسعت رحمته كل شيء
Maka segala Puji bagi Dzat Maha luas Karunia Kasih Sayang yang meliputi segala sesuatu..

سبحان الله الصدقةدفعت بلاء بإذن الله
Segala puji bagi Allah, sedekah jariah melepaskan kita daripada penderitaan, dengan izin Allah..

(داووا مرضاكم بالصدقه)
Sembuhkan penyakitmu dengan melakukan sedekah..

هذه فقط علبة تونه والرسول صلى الله عليه واله وسلم قال:
Itu hanya sekaleng kecil ikan tuna..

Rasulullah bersabda : “Lindungi diri kamu daripada panas api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma..”

( إتقوا النار ولو بشق تمره)
سبحان الله
Subhanallah..

Semoga berbagi cerita ini pun kita ditulis sebagai seorang yang pemurah..
حتى لو مشغول إرسلها”

(لاإله إلا الله)
Lailahaillaallah..

? “يارب فرج هم من ينشره”

Ya Allah.. Engkau ringankanlah beban kepada siapa saja yang berbagi kisah ini..
Aamiin…!

LELAH yg disukai Allah

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya
(QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Ilahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal
(QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga
(QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu
(QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit
(QS.2:155)

Kisah Tabi’in: Muhammad bin Waasi’ al-Azdi, guru orang-orang zuhud di Zamannya

Sekarang kita berada di masa khilafah Sulaiman bin Abdul Malik. Saat dimana Yazid bin Muhalab bin Abi Sufrah, salah satu pedang Islam yang terhunus dan wali daerah Khurasan yang kuat, bergerak cepat bersama pasukannya yang berjumlah seratus ribu orang, ditambah para sukarelawan dari mereka yang ingin mencari syahadah dan mencari pahala.

Target serangan tersebut adalah merebut daerah Jurjan dan Thabaristan. Di barisan terdepan tampak seorang tabi’in utama bernama Muhammad bin Waasi’ dari Basrah yang dikenal dengan sebutan Zainul Fuqaha (hiasan para ahli fikih), sering dipanggil Abid Basrah dan merupakan murid sahabat utama Anas bin Malik al-Anshari, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Panglima perang Ibnu Muhallab beserta pasukannya bermarkas di Dihistan yang didiami oleh orang-orang Turki yang kuat dan perkasa. Benteng-benteng mereka kokoh dan setiap hari menyerang kaum muslimin. Bila kepayahan atau merasa terdesak dalam pertempuran, mereka mundur ke lembah-lembah di daerah bergunung-gunung, lalu berlindung di balik bentengnya yang kokoh.

Meski kurus tubuhnya dan lanjut usianya, Muhammad bin Waasi’ memegang posisi yang cukup penting dalam pasukan Islam. Pasukan merasa terhibur oleh cahaya iman yang terpancar dari wajahnya yang cerah dan makin bersemangat bila mendengar nasihat-nasihat yang keluar dari lidahnya yang lembut serta menjadi tenang karena doa-doanya yang mustajab dalam kesulitan. Bila panglima memerintahkan untuk menyerbu, dia berseru: “Wahai pasukan Allah, majulah!” sebanyak tiga kali. Begitu mendengar suaranya, segenap prajurit siap menghadapi musuh bagaikan macan kumbang yang ganas. Mereka bergerak maju dengan semangat tinggi layaknya orang kehausan yang menyongsong air dingin di bawah terik matahari yang menyengat.

Suatu ketika di saat terjadi pertempuran yang dahsyat, majulah seorang jagoan dari barisan musuh untuk perang tanding satu lawan satu. Belum pernah orang-orang melihat badan tinggi kekar seperti dia. Belum lagi ketangkasan, kekuatan dan keberaniannya. Dia bertempur dalam barisan hingga berhasil mendesak barisan pasukan muslimin dan menimbulkan rasa gentar di hati mereka. Kemudian dia menantang duel satu lawan satu dengan congkak dan sombongnya. Hingga Muhammad bin Waasi’ tak tahan lagi dengan menghadapinya. Saat itulah semangat pasukan muslimin kembali bangkit. Seorang pemuda mencegah syaikh tua itu melayani tantangan musuh dan meminta agar dirinya diijinkan untuk menghadapi tantangan musuh itu. Syaikh itu menuruti permintaannya lalu mendoakan kemenangan baginya.

Dua orang prajurit berdiri berhadapan, masing-masing ingin membunuh lawannya dengan segala cara. Kemudian mereka berduel seperti dua ekor singa yang kalap. Mata dan hati kedua belah pihak pasukan terpusat pada keduanya.

Kedua bilah pedang berkelabat, masing-masing mengayunkan ke arah kepala lawannya secara berbarengan, ternyata pedang prajurit Turki mengenai topi baja tentara muslim, sedang pedang prajurit muslim mendarat tepat di jidat prajurit Turki hingga terbelah menjadi dua.

Prajurit muslim itu kembali ke barisan kaum muslimin dengan membawa kemenangan. Sebuah pemandangan yang belum pernah dilihat oleh mereka, sedang pedangnya berlumuran darah dan sebilah pedang kecil yang masih tersarung. Pasukan muslimin sangat terharu melihat peristiwa yang tiada bandingnya itu. Lalu menyambutnya dengan penuh kegembiraan dengan takbir, tahlil dan tahmid.

Yazid bin Muhallab takjub melihat kilatan pedang dan senjata di tangan orang itu lalu bertanya, “Alangkah hebatnya, siapakah dia?” Orang-orang menjawab, “Dia adalah orang yang mendapat berkat doa dari Muhammad bin Waasi’.”

Perbandingan kekuatan mulai berbalik setelah tewasnya prajurit Turki yang tinggi besar tersebut. Rasa gentar menjalar dalam hati kaum musyrikin bagaikan api menjalar di atas rumput kering. Sebaliknya, semangat juang pasukan muslimin menyala seketika, lalu mereka menggempur musuh-musuh Allah laksana aliran air, mengepung dengan ketat seperti lingkaran kalung yang melilit di leher. Mereka mampu memblokir jalur air dan logistik musuh.

Maka, tak ada pilihan lain bagi raja musyrikin itu melainkan berdamai. Oleh karena itu, mereka menawarkan perdamaian kepada kaum muslimin dan akan menyerahkan seluruh kekayaan negerinya asalkan keluarga dan hartanya aman.

Tawaran itu disetujui oleh Yazid. Mereka diharuskan membayar sebesar 700.000 dirham secara bertahap. Pertama kali harus membayar 400.000 dirham, kemudian menyerahkan 400 ekor onta bermuatan za’faran (kunyit) dan 400 orang yang setiap orang membawa satu gelas perak, memakai topi dari sutera dan beludru dan mengenakan mantel seperti yang dikenakan oleh istri-istri prajurit mereka.

Perang pun usai, Yazid bin Muhallab berkata kepada bendaharanya: “Sisihkan sebagian ghanimah itu untuk kita. Berikan sebagai imbalan jasa kepada yang berhak.” Bendahara orang yang bersamanya berusaha mencoba menghitung namun tak mampu, lalu ghanimah tersebut dibagi-bagi atas dasar kerelaan…

Di antara ghanimah tersebut, ditemukan pula oleh kaum muslimin sebuah mahkota terbuat dari emas murni bertatahkan intan permata beraneka warna dalam ukiran yang indah dipandang mata. Yazid mengacungkan tinggi-tinggi agar semua bisa melihat, lalu berkata, “Adakah kalian melihat orang yang tak menginginkan benda ini?” Mereka berkata, “Semoga Allah memperbagus keadaan Amir, siapa pula yang akan menolak barang itu?”

Yazid berkata, “Kalian akan melihat bahwa di antara umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa ada yang tidak menginginkan harta ini ataupun yang semacam ini yang ada di atas bumi.” Kemudian beliau memanggil pembantunya dan berkata, “Carilah Muhammad bin Waasi’!”

Utusan itu mendapatkan syaikh tua itu di suatu tempat yang sunyi, sedang beristighfar, bersyukur dan berdoa. Utusan itu berkata, “Amir Yazid memanggil Anda sekarang juga.” Beliau berdiri dan mengikuti utusan tersebut menghadap amir Yazid, beliau memberi salam lalu duduk di dekatnya. Amir menjawab salam dengan yang lebih baik, lalu mengambil mahkota tadi dan berkata,

Yazid: “Wahai Abu Abdillah, pasukan muslimin telah menemukan mahkota yang sangat berharga ini. Aku melihat Anda-lah yang layak untuknya, sehingga kujadikan ia sebagai bagianmu dan orang-orang telah setuju.”

Muhammad: “Anda menjadikan ini sebagai bagianku wahai Amir?”

Yazid: “Benar, ini bagianmu.”

Muhammad: “Aku tidak memerlukannya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dan mereka.”

Yazid: “Aku telah bersumpah bahwa engkaulah yang harus mengambil ini.”

Dengan terpaksa Muhammad bin Waasi’ menerimanya dikarenakan sumpah amirnya. Setelah itu beliau mohon diri sambil membawa mahkota tersebut. Orang-orang yang tak mengenalnya berkata sinis: “Nyatanya dia bawa juga harta itu.”

Sementara itu Yazid memerintahkan seseorang menguntit syaikh itu dengan diam-diam untuk melihat apa yang hendak dilakukannya terhadap benda itu, lalu memberitahukan kabar tentangnya. Maka pergilah seseorang mengikuti beliau tanpa sepengetahuannya.

Muhammad bin Waasi’ berjalan dengan menentang harta tersebut di tangannya. Di tengah jalan beliau berjumpa dengan seorang asing yang kusut masai dan compang-camping meminta-minta kalau-kalau ada bantuan dari harta Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syaikh itu segera menoleh ke kanan ke kiri dan ke belakang… dan setelah yakin tidak ada yang melihat, diberikannya mahkota itu kepada orang tersebut. Orang itu pergi dengan suka cita, seakan beban yang dipikulnya telah diangkat dari punggungnya.

Utusan Yazid bin Muhallab memegang tangannya dan mengajaknya menghadap amir untuk menceritakan kejadian itu. Mahkota itu kemudian diambil lagi oleh amir dan diganti dengan harta sebanyak yang dimintanya.

Yazid berkata kepada pasukannya: “Bukankah telah aku katakan kepada kalian bahwa di antara umat Muhammad senantiasa ada orang-orang yang tidak membutuhkan mahkota ini atau yang semisalnya?”

Dengan tekun, Muhammad bin Waasi’ berjihad melawan kaum musyrikin di bawah panji Yazid bin Muhallab sampai tiba musim haji. Setelah dekat waktunya, beliau minta ijin kepada amir untuk melakukan ibadah rutin itu.

Yazid berkata, “Izinku ada di tanganmu wahai Abu Abdillah, kapan saja Anda kehendaki. Dan aku sudah menyiapkan kebutuhan untukmu selama dalam perjalanan.” Muhammad bin Waasi’ bertanya: “Apakah perbekalan itu Anda berikan juga kepada setiap prajurit yang hendak bepergian seperti kepergianku ini wahai amir?” Beliau berkata: “Tidak,” Muhammad berkata, “Kalau demikian, tak usahlah mengistimewakan untukku bila itu tidak diberikan kepada anggota pasukan yang lain.” Setelah itu beliau mohon diri dan berangkat.

Meski telah diijinkan, keberangkatan Muhammad bin Waasi’ menyedihkan hati Yazid bin Muhallab dan para prajurit yang pernah berjuang bersamanya. Mereka menyesal tak minta didoakan dan berharap beliau cepat kembali setelah menunaikan ibadahnya.

Bukanlah hal yang aneh bila semua prajurit muslimin yang ada di manapun merindukan agar Abid Bashrah ini berada di tengah mereka. Rasa optimis muncul dengan adanya beliau di tengah mereka karena banyak kebaikan yang menyertainya. Mereka juga mengharapkan kemenangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui doanya yang baik dan besarnya barakah Allah untuknya. Betapa mulia jiwanya meski dia sendiri memandang dirinya kerdil, padahal agung di sisi Allah dan umat Islam.

Alangkah indahnya suatu umat yang memiliki sejarah orang-orang yang berjiwa luhur seperti beliau. Kita akan bertemu kembali dengan Abid Bashrah Muhammad bin Waasi’ al-Azdi pada bab yang berikutnya.

– See more at: https://www.arrahmah.com/kajian-islam/kisah-tabiin-muhammad-bin-waasi-al-azdi-guru-orang-orang-zuhud-di-zamannya.html#sthash.WXwBqVBr.dpuf

Kisah, Sejarah dan Pelajaran Dari Fathul Makkah

“Fathul Makkah” berarti kemenangan, penaklukan, atau pembukaan Makkah. Tahun itu disebut juga “Amul wufud” yang berarti tahun para duta (the year of ambassadors). Duta-duta atau perwakilan-perwakilan datang dari banyak tempat yang berbeda. Ada yang datang dari Thaif, Yaman, dan Hawazin (dan sebagainya). Mereka datang dalam kelompok 40-an, dan 80-an, dan 100 dan 200-an.

Mereka datang dan menghabiskan beberapa hari dengan Rasulullah SAW. Mereka mendengar ajaran-ajaran Islam, dan kemudian seluruh duta-duta yang datang ini menerima islam. Setelah itu mereka membawa ajaran-ajaran Islam kembali ke suku-suku mereka sehingga seluruh suku menjadi muslim.

Jadi dalam waktu yang sangat singkat, Sekian banyak duta besar yang berbeda dari seluruh jazirah Arab datang untuk bertemu dengan SAW pada tahun ini kemudian orang-orang mulai menerima agama ini semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak. Bandingkan dengan apa yang terjadi pada Rasulullah SAW dengan orang-orang tersebut satu dekade lalu, dimana Rasulullah berkeliling menyampaikan pesan tetapi orang-orang menertawakannya.

Akan tetapi sekarang, Rasulullah (hanya tinggal) duduk di Makkah dan banyak orang berdatangan kepadanya untuk mempelajari Islam. Bagaimana Allah membalikkan keadaan serta memberikan bantuan kepada Rasul-Nya.

Sekedar komentar sejarah ketika Mekkah ditaklukkan. Pertama, ini satu-satunya penaklukan terdahsyat (diantara penaklukan-penakukan yang lain), karena tidak menyebabkan pertumpahan darah dan tanpa kekerasan. Setiap orang yang menaklukkan bangsa lain selalu menyebabkan pertumpahan darah dan kekerasan. Akan tetapi tidak dengan Fathul Makkah. Meskipun ada segelintir pertempuran kecil di sana-sini, tapi secara keseluruhan, tidak ada pertumpahan darah. Kedua, penaklukan ini adalah satu-satunya kejadian dimana militer tidak mengambil keuntungan dari kemenangannya. Masyarakat umum mengenangnya dengan “laa tadhriiba ‘alaykumul yawm”. Tidak ada satu bahaya pun yang akan dijatuhkan hari ini. Dimana kata-kata tersebut merupakan perkataan Yusuf AS ketika ia mengalahkan saudara-saudaranya.

Tidak ada tari-tarian di jalanan, tidak ada melambaikan bendera atau tank yang mengiriinginya. Satu-satunya perayaan yang dilakukan adalah menyembah Allah SWT. Bisa dibayangkan ketika tentara lain menang, mereka bangga kepada diri sendiri dan bangsa mereka. Ketika orang-orang yang beriman menang, kemana mereka memberikan pengakuannya ? Mereka memberikan pengakuannya kepada Allah SWT. Bahkan Rasulullah memasuki Mekkah dengan menunduk.

Hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membersihkan Rumah Allah. Ini adalah kemenangan yang unik dalam sejarah dunia. Belum ada yang melihat adanya penaklukan seperti ini sebelumnya dalam sejarah dunia.

Sumber : Surah An-Nashr | Nouman Ali Khan Lectures | Tafsir Quran Juz Amma

Irak: Lima orang, termasuk kepala polisi, tewas dalam serangan Daesh

Oleh : Suleiman al-Qubaisi & Mustafa Saadi

BAGHDAD : Lima orang, termasuk seorang kepala polisi, tewas dalam serangkaian serangan oleh teroris Daesh di Irak pada hari Senin.

Teroris Daesh meluncurkan dua serangan di timur dan barat Ramadi, namun serangan itu dilawan oleh pasukan tentara, perwira militer Walid al-Dulaimi berkata kepada Anadolu Agency.

“Tiga tentara tewas dan sembilan lainnya luka-luka dalam serangan,” katanya.

Komandan Anbar Operasi Ismail al-Mahlawi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa teroris Daesh telah mengalami “kerugian manusia dan material” dalam serangan.

Dia membenarkan korban di antara pasukan tentara dalam serangan, tapi menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam perkembangan lain, seorang kepala polisi senior dan pengawalnya tewas dalam serangan bom mobil di Baquba, 50 kilometer timur laut dari Baghdad.

Bahan peledak meledak menargetkan mobil kepala polisi Diyala di Baquba selatan, Sadiq al-Husseini, kepala komite keamanan Diyala, kata Anadolu Agency.

Daesh telah menyita wilayah luas di utara dan barat Irak sejak 2014.

Sumber : Muslim News UK

Hacker pro-Palestina terbitkan informasi pribadi 20 ribu agen FBI

GAZA (Arrahmah.com) – Seorang hacker pro-Palestina telah menerbitkan informasi pribadi dari sekitar 20.000 agen Federal Bureau of Investigation (FBI) dan 9.000 petugas Department of Homeland Security (DHS), sebagaimana dilansir oleh Sputnik, Rabu (10/2/2016).

Hacker tersebut, mentweet dari akun DotGovs, mengiklankan gudang data dengan tweet “#FreePalestine.” Gudang data, yang meliputi daftar nama, deskripsi pekerjaan, nomor telepon dan email, dibuka dengan pesan “Hidup Palestina, Hidup Gaza.”

Hacker tersebut merilis daftar agen DHS pada Ahad (7/2). Kurang dari 24 jam kemudian, ia merilis data FBI.

Beberapa nomor telepon pada daftar tersebut sesuai dengan nama yang tercantum, menurut situs Motherboard. Deskripsi jabatan yang terdaftar dalam rilisan itu termasuk agen khusus, bidang pengawas dan petugas satgas, dan beberapa jabatan yang lain.

Seorang juru bicara dari Kementerian Kehakiman AS (DOJ) mengatakan bahwa kini lembaganya sedang menyelidiki kasus pembobolan ini. Namun, ia menyatakan bahwa tak ada indikasi penyebarluasan data pribadi yang sensitif.

Hacker itu dilaporkan memperoleh informasi tersebut dengan terlebih dahulu mengakses alamat email DOJ dan menipu seorang karyawan untuk memberinya kode untuk portal DOJ. Hacker itu kemudian mengakses tiga komputer DOJ dan intranet departemen, di mana data-tersebut ditemukan.

Pada Ahad, hacker itu mentweet, “Kapan pemerintah AS menyadari bahwa kami tidak akan berhenti sampai mereka memutuskan hubungan dengan Israel.”

Sebelumnya, hacker itu mentweet, “Pastikan untuk mentweet #FreePalestine untuk memberikan kepedulian kepada semua anak-anak yang mati oleh bom “Israel” yang didanai oleh pemerintah AS!”

“Informasi FBI dan DHS sudah diliris dan hanya itu yang dapat kami lakukan. Sekarang saatnya untuk pergi. Sampai jumpa, kawan! #FreePalestine,” kata @DotGovs.

Tak lama setelah data tersebut tersebar, situs yang ditautkan oleh @DotGovs tak dapat diakses lagi.

(ameera/arrahmah.com)

MUI: Umat Muslim Jangan Latah Ikut Rayakan Valentine

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKALIS — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menghimbau kepada seluruh umat Islam terutama generasi muda di daerah itu, tidak merayakan hari kasih sayang atau valentine day pada 14 Februari.

Ketua Mui Bengkalis, Amrizal menyebutkan valentine day merupakan jejak dari tradisi Kristen Roma. “Jika diukur dari perspektif agama dan budaya kita tentu saja valentine day itu tidak sesuai dengan tradisi orang- orang Melayu yang muslim,” katanya di Bengkalis, Sabtu (13/2).

Menurutnya, perayaan valentine day yang biasa diperingati oleh non-Muslim tersebut cendrung mengarahkan kepada maksiat. Dimana para remaja merayakan valentine day dengan berbagai cara seperti bertukar coklat, pesta bebas, sehingga tidak menutup kemungkinan akan melakukan seks bebas.

Dijelaskannya, perayaan valentine day akan mempengaruhi kebiasaan seks bebas di kalangan remaja, terlebih lagi kemajuan teknologi zaman ini. Para remaja mudah mengakses situs-situs yang tidak pantas, sehingga membuat sebagian dari mereka mengikuti jejak negatif seperti seks bebas yang marak saat ini.

“Perayaan valentine day selalu identik dengan hal yang jauh dari norma agama, seperti seks bebas di kalangan remaja, pesta, minuman keras, dan sejenisnya,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya lagi, kepada umat Islam khususmya generasi muda di daerah itu diingatkan untuk tidak merayakan valentine day.

“Kepada umat Islam khususnya generasi muda, MUI menghimbau jangan bersikap latah, jangan ikut tradisi atau perayaan seperti itu. Apalagi kegiatan yang berujung pada praktek seks bebas, tentu saja itu bertentang dengan nilai agama dan budaya islam,” ucap dia.

Sumber : Antara

Konsep Perburuhan Didalam Islam

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirman,

Pelajaran Ayat Al-Quran Hari Ini :

ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ} [البقرة : 233]

Artinya : “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran upah menurut yg patut. Bertakwalah kamu kepada Allah & ketahuilah bahwa Allah maha melihat apa yg kamu kerjakan.”(QS.Al-baqarah:233).

Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat – sahabat nya dan ummatnya yang istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.

Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas masalah konsep perburuhan dididalam Islam agar kita memahami kemuliaan ajaran Islam yang memiliki konsep dan aturan yang jelas dalam memecahkan seluruh problematika kehidupan. Selaku mukmin sejati kita juga harus keluar dari kejumudan berfikir jangan hanya memahami Islam hanya dlm aspek aqidah, ibadah & akhlaq semata sebab pemahaman sprti dpt mendiskreditkan kesempurnaan Islam.

Mengutip berita on line : Sekitar 4-5 juta buruh dari 22 provinsi seluruh Indonesia hari ini melakukan aksi mogok nasional. Aksi ini akan berlangsung selama 4 hari, hingga 27 November 2015. Ada 3 tuntutan yg diajukan buruh dlm aksi ini. Pertama, yaitu pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Penetapan Upah. Kedua, membatalkan penerapan formula kenaikan upah inflasi plus pertumbuhan ekonomi. Dan ketiga, menaikkan upah pekerja 2016 sebesar 25 persen dari upah sekarang.( http://m.liputan6.com/news/read/2373320/jutaan-buruh-mogok-nasional-hingga-jumat-mendatang).

Eksistensi buruh meningkat seiring dgn peningkatan teknologi industri dgn ruang lingkup produksi yg luas. Jasa buruh sangat berarti bagi keberlangsungan sistem produksi baik barang maupun jasa. Kedudukan buruh sbg pekerja sampai saat ini belum memiliki posisi tawar yg menguntungkan bagi kesejahteraan buruh. Wajar hampir setiap tahun Demonstrasi serikat buruh terjadi. Mrk menuntut upah yg layak shg dpt mensejahterakan kehidupan kaum buruh dgn meningkatkan upah minimum regional (UMR). Problem buruh cukup kompleks ada eksploitasi jam kerja, sistem outsourching atau kontrak kerja, pengekangan ibadah, jaminan kesehatan yg tdk jelas & kebutuhan hidup yg tinggi sementara gaji yg mereka terima tetap sama. Pihak pekerja dgn kualitas SDM yg rendah dgn kuantitas yg banyak tdk memiliki posisi tawar yg cukup dlm menentukan gaji shg ditentukan oleh pengusaha secara sepihak. Meskipun UMR setiap tahun ada kenaikan namun kesejahteraan buruh tdk akan berubah krn seiring dgn itu harga BBM & barang2 kebutuhan pokok meningkat drastis. Apalagi gaji adl satu-satunya sumber pemasukan kaum buruh.

Islam sbg agama yg sempurna yg tdk hanya mengatur dlm hal ibadah & akhlaq semata tp jg mengatur konsep perburuhan yaitu nilai upah sebanding dgn besarnya peran jasa buruh utk mewujudkan hasil usaha dari suatu perusahaan dgn akad ijarah/perjanjian kerja yg dlm pandangan syariat Islam yg didefinisikan sbg “’Aqdun ‘ala al manfa’ati bi ‘iwadhin yaitu aqad atas suatu manfaat dgn imbalan/ upah).

Syaikh Abdurrahman Al-jaziri rahimahullahu (1229 H) menjelaskan,

الإجارة في اللغة هي مصدر سماعي لفعل أجر على وزن ضرب وقتل فمضارعها يأجر وأجر بكسر الجيم وضمها ومعنها الجزاء على العمل.

Artinya : Ijarah menurut bahasa merupakan mashdar sima’i bagi fi’il  “ajara” setimbang dengan kata dharaba & qatala maka mudhari’nya ya’jiru & ajir(dengan kasrah jim & dhammahnya) dan maknanya adalah imbalan atas suatu pekerjaan. ( Kitabul Fiqh ‘Ala Mazhabil al- Arba’ah,  Juz III, hal 94)

Sebagaimana ayat diatas bolehnya mengambil upah dari jasa penyusuan.  Al-imam Ibnu Katsir rahimahullahu (701 H) menafsirkan potongan ayat diatas, maksudnya Bpk & ibu si bayi itu tlh sepakat utk menyusukan anaknya kpd orang lain krn suatu alasan, baik dari pihak si bapak maupun si ibu, maka tdk ada dosa bagi keduanya atas penyerahan bayi mereka. Dan bukan suatu kewajiban bagi pihak bpk utk memenuhi permintan penyerahan itu (utk disusui wanita lain) apabila ia tlh menyerahkan upahnya yg terdahulu dgn cara yg paling baik, lalu si bayi disusukan wanita dgn upah tersebut dgn cara yg ma’ruf. Demikian yg dikatakan oleh banyak ulama.(Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2).

Hukum asal aqad ijarah atau pengupahan adl mubah atau boleh selama aktivitas aqad yg dikerjakan tdk bertentangan dgn hukum syara & terpenuhinya syarat sah aqad ijarah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  ”Berikan upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering.” ( HR.Ibnu Majah).

Dlm perspektif Islam solusi permasalahan buruh tdk dpt diserahkan begitu saja oleh pemerintah kpd pengusaha & buruh. Sebab sebenarnya pemerintah yg paling bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya.
Dalam politik ekonomi Islam, pemerintah bertanggung jwb utk memenuhi kebutuhan pokok/primer rakyat & mempermudah kesempatan utk kebutuhan tambahan/sekunder ataupun tersier.
Andai saja harga BBM & kebutuhan pokok lainnya dpt dijamin murah harganya, pendidikan berkualitas tp gratis, transportasi publik tersedia banyak & murah, perobatan RS gratis tanpa banyak persayaratan seperti BPJS maka gaji buruh sdh cukup bila hanya utk memenuhi kebutuhan hidup sehari2. Persoalannya dlm sistem Demokrasi kapitalis pemerintah meminimalisir perannya utk mengurusi rakyat. Pemerintah lbh dominan menyerahkan urusan itu ke pihak swasta & pengusaha. Pemerintah lbh berperan dlm urusan regulator semata. Saatnya umat Islam sadar utk dpt kembali kpd syari’at Islam yg mulia shg dpt diterapkan secara kaffah dlm seluruh aspek kehidupan termasuk dlm mengatur konsep perburuhan.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Mari bergabung dgn Group Tausiyah WA & BBM. Invite WA 081364815366, PIN BBM 51D6D2F2.

Menolak Stigmatisasi Islam Radikal

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelajaran Hadist Hari Ini :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا عَنْ مَرْوَانَ الْفَزَارِيِّ قَالَ ابْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ كَيْسَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abbad dan Ibnu Abu Umar semuanya dari Marwan al-Fazari, Ibnu Abbad berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan dari Yazid yaitu Ibnu Kaisan dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam muncul dalam keadaan asing & ia akan kembali dalam keadaan asing maka beruntunglah orang-orang yang terasing.”(HR.Muslim no. 208).

Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah SWT. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.

Pasca tragedi penyerangan & pengeboman di Prancis pd tgl 13 November 2015 yg lalu, propaganda media2 cetak maupun media elektronik begitu massif dgn tujuan utk membentuk opini publik stigmatisasi Islam radikal. Tragedi ini menyusul tragedi2 sebelum2 nya sprti penyerangan gedung WTC thn 2001 yg dijadikan legitimasi oleh AS & sekutu2 nya utk menyerang Afghanistan dgn tuduhan Thaliban sbg teroris & pelaku penyerangan. Setali tiga uang Prancis jg menggunakan strategi yg sama utk mengambil simpatik dunia sekaligus legitimasi utk menyerang & memborbardir Suriah atas nama memerangi ISIS sbg pelaku penyerangan tragedi Prancis. Tak ayal opini yg dikembangkan secara terus menerus itu membentuk opini publik bhw Islam adl agama radikal & Islam adl pelaku terorisme. Pd hal Islam bukanlah agama yg mengajarkan radikalisme apalagi terorisme. Islam ajaran yg penuh dgn kasih sayang & kelemah lembutan.

Sebagian ummat Islam menjadi gamang dgn situasi & kondisi sprti ini. Mengapa setiap teror yg terjadi hrs Islam sbg objek tuduhan? Mengapa kejahatan negara2 kafir penjajah yg tlh melenyapkan jutaan kaum muslimin di Palestina, di Iraq, di Afghanistan, di Somalia, di Myanmar, di Xinjiang & sejumlah negara lainnya tdk dikatakan sbg tindakan biadab teroris? Siapakah sesungguhnya yg bermain api dgn strategi management conflict bhw isu terorisme adl by design dlm rangka menjajah dunia Islam. HAM & keadilan seolah2 hanyalah milik mrk yg merasa sbg penguasa dunia. Seolah2 dpt dikatakan 1 orang kafir mati seluruh dunia dpt bereaksi tp 1 jt umat Islam dimusnahkan dunia tak bergeming.

Dampak stigmatisasi Islam radikal & teroris jg membuat sebagian umat Islam menjadi inferior thp ajaran Islam yg mulia ini. Mrk merasa malu sbg seorang muslim shg mrk enggan utk menunjukkan eksistensi dirinya sbg seorang muslim. Mrk malu dianggap ghuraba (aneh) memakai hijab syar’ie, malu memakai pakaian ghamis, malu berjanggut, malu memegang prinsip2 hidup sesuai dgn syari’at Islam, ekonomi Islam, politik Islam, hukum Islam dll. Tak heran akhirnya mrk jg mengadopsi ide & faham sebagaimana orang2 kafir menyodorkan ide2 tsb thp dunia Islam sprti Demokrasi, HAM, Pluralisme, Sekularisme, Liberalisme, Sinkritisme, Hedonisme dll.

Benar apa yg tlh dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak14 abad yg lalu tentang suatu keadaan umat Islam akan kembali terasing sebagaimana keberadaan kehadirannya.
Imam Nawawi rahimahullahu (631 H) menjelaskan makna hadist diatas dgn mengutip pendapat Imam Qadhi iyadh (476 H) rahimahullahu,

أَنَّ الإِسْلام بَدَأَ فِي آحَاد مِنْ النَّاس وَقِلَّة ، ثُمَّ اِنْتَشَرَ وَظَهَرَ ، ثُمَّ سَيَلْحَقُهُ النَّقْص وَالإِخْلال ، حَتَّى لا يَبْقَى إِلا فِي آحَاد وَقِلَّة أَيْضًا كَمَا بَدَأَ

Artinya : Islam dimulai dari segelintir orang dari sedikitnya manusia. Lalu Islam menyebar & menampakkan kebesarannya. Kemudian keadaannya akan surut. Sampai Islam berada di tengah keterasingan kembali, berada pada segelintir orang dari sedikitnya manusia pula sebagaimana awalanya.(Kitab Syarh Shahih Muslim, 2:143).

Imam Syatibi rahimahullahu (W 790 H) jg menjelaskan hadist diatas didlm kitab Al-i’tisham bhw dalam hadits ini terdapat kabar gembira tentang pertolongan Islam setelah keasingan yg kedua kalinya. Ia berpendapat seperti itu krn melihat adanya tasybih (penyerupaan) di dlm sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya. Jika setelah keasingan Islam awal, muncul kemuliaan bagi kaum Muslimin & tersebar luasnya Islam ke berbagai penjuru, maka demikian halnya setelah keasingan kedua akan muncul kemuliaan & tersebar luasnya Islam.

Peradaban dunia akan terus berputar & silih berganti. Dahulu sebelum Islam hadir Persia & Romawi menjadi central kekuasaan dunia. Kemudian Islam hadir mampu menaklukan Persia & Romawi, merebut Baitul maqdis di Palestina dari kekuasaan salibis & Sulthan Muhammad Al-fatih mampu menaklukan Konstantinopel thn 1453 masehi sbg jantung kekuasaan Katolik. Sejarah emas peradaban Islam berkuasa hampir selama 13 abad lamanya yg tak tergoyahkan. Namun kini setelah runtuhnya pilar pelindung & pemersatu ummat yakni Khilafah Islam Turki Utsmani hancur berkeping2 pd tgl 3 Maret 1924 maka sejak saat itulah umat Islam terus menerus terdzalimi & dijajah.

Tak lama lagi pertolongan Allah Subhana wa ta’ala akan segera datang utk meninggikan kalimat-Nya. Dimana umat Islam akan kembali bangkit menguasai peradaban dunia dgn bangkit & tegaknya Khilafah Islam sesuai dgn metode kenabian. Allah Subhana wa ta’ala berfirman,

{هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ} [التوبة : 33]

Artinya : “Dialah (Allah) yg telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) & agama yg benar untuk dimenangkan-Nya atas segala AGAMA, walaupun orang2 musyrikin tidak menyukai.”(QS. At-Taubah:33).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Gubernur (Wali) Dalam Sistem Politik Islam

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelajaran Hadist Hari Ini :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda,

أَلاَ مَنْ وَلِيَ عَلَيْهِ وَالٍ، فَرَآهُ يَأْتِي شَيْئاً مِنْ مَعْصِيَةِ اللّهِ، فَلْيَكْرَهْ مَا يَأْتِي مِنْ مَعْصِيَةِ اللّهِ، وَلاَ يَنْزِعَنَّ يَداً مِنْ طَاعَةٍ

Artinya : Ingatlah! Siapa saja yang telah diangkat atas dirinya seorang wali, lalu ia melihat wali itu melakukan sesuatu berupa kemaksiatan kepada Allah, hendaklah ia membenci wali itu karena kemaksiatannya kepada Allah, namun ia tidak boleh mencabut tangan dari ketaatan kepadanya/melakukan pemberontakan.(HR.Muslim).

Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, para keluarganya, sahabat – sahabatnya dan ummatnya yang istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group BBM dan WA pagi ini akan membahas tentang Wali atau Gubernur dalam sistem politik Islam agar kita mengenal dan memahami sistem politik didalam Islam.

Jadwal pemilihan kepala daerah serentak semakin dekat. Komisi pemilihan umum (KPU) telah menetapkan jadwal pemilihan langsung kepala daerah mulai dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten dan kota. Rangkaian pelaksanaan pilkada serentak dimulai pada tanggal 9 Desember 2015 di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota. Pilkada selanjutnya digelar pada Februari 2017 di 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Pada Juni 2018, akan digelar pilkada di 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota. Masing – masing pasangan calon kepala daerah aktif melakukan manuver dan lobi – lobi politik, menawarkan program kerja dengan janji – janji manis yang menggiurkan, tebar pesona dan pencitraan diri demi meraih simpatik masyarakat. Team sukses pun menggalang kekuatan untuk satu tujuan yaitu memenangkan pasangan calon yang diusung. Biaya politik pesta Demokrasi masih dalam level pertarungan kepala daerah cukup mahal hal ini berpotensi kelak bila terpilih akan melakukan korupsi. Para pengamat politik memperkirakan calon bupati/walikota menghabiskan dana Rp.2,5 miliar, Sedangkan biaya yang dihabiskan calon gubernur berkisar Rp.5 miliar hingga Rp.100 miliar. Bahkan ada pasangan Cagub dan Cawagub yang membelanjakan dana hingga lebih dari Rp.500 miliar agar bisa menang. Pilkada serentak juga memakan biaya yang tidak murah. Menurut Kementerian Dalam Negeri, total anggaran untuk menggelar pilkada di 269 daerah mencapai Rp 6,7 triliun. Suatu nilai nominal rupiah yang tidak kecil untuk memilih dan menetapkan pasangan calon pemimpin kepala daerah bila dibandingkan dengan anggaran program pengentasan kemiskinan. Apakah sistem pilkada langsung ini telah berhasil melahirkan sosok pemimpin yang adil dan amanah yang dapat mensejahterakan rakyat?

 

Gelar Kepala Daerah Didalam Islam

 

Sulthan merupakan istilah bahasa Arab yang berarti Sultan, raja, penguasa, keterangan atau dalil. Sultan kemudian dijadikan sebutan untuk seorang raja atau pemimpin muslim yang memiliki suatu wilayah kedaulatan penuh yang disebut “Kesultanan”. Dalam bahasa Ibrani “Shilton” atau “Shaltan” berarti wilayah kekauasaan atau rezim.(http//id.wikipedia.org/wiki/sultan). Sulthan berbeda dengan Khalifah yang dianggap sebagai pemimpin untuk keseluruhan umat Islam. Gelar Sultan biasanya dipakai sebagai pemimpin kaum muslimin untuk bangsa atau daerah kekuasaan tertentu saja atau sebagai raja bawahan atau gubernur bagi khalifah atas suatu wilayah tertentu.(Ensiklopedi Islam, PT.Ichtiar Baru Van Hoeve, Jilid 4 hal 291, 2011). Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW dan ijmak sahabat dapat diketahui bahwa wali (gubernur) dan ‘amil (setingkat bupati/walikota) ditunjuk dan diangkat oleh seorang Khalifah atau Imam. Al-imam Ibnu Hazm rahimahullahu menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengangkat para wali dan ‘amil. Diantara wali dan ‘amil yang diangkat : Muadz bin jabal r.a diangkat menjadi wali di Yaman, Uttab bin usayd r.a untuk wali di Makkah, Amr bin ash r.a wali di Oman Utsman bin Abu Al-ash Ats-tsaqafi r.a untuk wali di Thaif dsb.(Kitab Jawami’ As-sirah pada topik Umara’uhu shallallahu ‘alaihi wa sallam hal 23-24).

Wali adalah orang yang diangkat oleh Khalifah sebagai pejabat pemerintah untuk suatu wilayah Provinsi. Negri yang diperintah oleh negara Khilafah dibagi dalam beberapa bagian dan setiap bagian disebut wilayah. Setiap wilayah dibagi dalam beberapa bagian dan setiap bagian disebut imalah. Karena para wali adalah penguasa maka mereka harus memenuhi syarat – syarat sebagai penguasa yaitu : harus seorang laki – laki, muslim, baligh, berakal, merdeka, adil dan memiliki kemampuan. Wali tidak diangkat kecuali oleh Khalifah. Dasar adanya jabatan Wali adalah perbuatan Rasulullah SAW karena beliau yang telah mengangkat para wali untuk berbagai negri. Rasulullah SAW mengangkat Muadz bin Jabal r.a sebagai wali diwilayah Janad, Abu Musa Al-ash’ari r.a sebagai wali diwilayah zabid dan ’Adn. (Ref : Kitab Ajhizah Ad-daulah Al-khilafah hal 119).

Pengangkatan Wali atau Gubernur dan ‘Amil atau Bupati didalam Islam langsung dipilih langsung oleh Khalifah bukan dipilih oleh rakyat. Tentunya pilihannya harus memenuhi kriteria pemimpin sesuai dengan hukum syara’ bukan atas dasar kepentingan penguasa. Bila seorang Khalifah mengangkat seorang Wali atau Gubernur yang tidak berkompeten maka ada Majelis ummat sebagai lembaga representatif ummat untuk mengoreksi dan mengontrol Khalifah didalam menjalankan tugas – tugas nya sehingga ia dapat menggantinya dengan yang lebih baik.

 

Wallahu a’lam

 

By : Tommy Abdillah

Hukum menikah sirri tanpa izin isteri.

Assalamu’alaikum.
saya mau bertanya jika ada yang berkenan menjawab. Apa hukumnya jika seorang suami menikah sirri tanpa ijin/sepengetahuan istri.
wassalamu’alaikum. Ibu Ida – Kota Batam

Jawab :

Wa ‘alaikumsalam. Ibu Ida yang dirahmati Allah, Pernikahan didalam Islam termasuk bagian dari ibadah sehingga diatur kaifiyatnya mulai rukun dan syarat pernikahan. Rukun pernikahan :

  1. Rasa suka sama suka dari kedua calon mempelai
    2. Izin dari wali
    3. Saksi-saksi (minimal dua saksi yang adil)
    4. Mahar
    5. Ijab Qabul.

    Rasulullah SAW bersabda,
    “Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya bathil (tidak sah), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar dengan sebab menghalalkan kemaluannya. Jika mereka berselisih, maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.”(HR.Abu daud).

Jd diantara syarat dan rukun nikah memang tidak terdapat ketentuan seorang suami bila berpoligami harus atas sepengetahuan isteri. Bila suami menikah sirri tanpa sepengatahuan isteri maka pernikahannya menurut syari’at Islam adalah sah. Namun lbh baik bila seorang suami hendak menikah lagi sebaiknya harus bermusyawarah dan memberi tahu isterinya meskipun pada dasarnya tidak ada seorang isteri yang mau dimadu. Hal ini dilakukan demi kebaikan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga.

Hukum asal poligami didalam Islam adalah mubah atau boleh bila dilakukan bagi yang mampu baik mampu secara nafkah lahir dan bathin. bila tidak akan menimbulkan kemudharatan dan kedzaliman.

Wallahu a’lam

“Tidak Ada Yang Tidak Mungkin”

Kisah inspiratif kali ini datang dari seseorang yang akan mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau. Lelaki ini sudah kehilangan kedua kakinya sejak usia 5 tahun. Dokter menyatakan bahwa dia tidak akan pernah bisa berjalan lagi dan menjalani kembali kehidupan yang aktif sebagaimana orang lain.

Banyak orang yang menyerah dengan kondisi kekurangan seperti anak ini. Bahkan orang dewasa yang normalpun sering menyerah dengan segala keterbatasan yang ada pada dirinya. Tetapi tidak demikian dengan anak ini. Vonis negatif orang lain terhadap dirinya tidak membuat patah semangat untuk hidup. Dan nyatanya dia tetap aktif dan ceria.

Di usianya yang 31 Tahun, dengan dukungan keluarga dan teman-temannya dia memperlihatkan sesuatu yang dianggap tidak mungkin oleh orang lain. Lelaki ini berlatih intensif selama 12 bulan untuk melatih kekuatan tangan dan fisiknya. Berlatih selama 12 bulan bukan waktu yang sebentar. Hanya orang yang memiliki tekad yang sangat kuatlah yang bisa melaluinya.

Kemudian selama 7 hari dia menggunakan kekuatan tangannya untuk sampai ke Puncak Gunung Kilimanjaro. Sebuah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas (berdasarkan Wikipedia). Tingginya 4600 m dari kaki gunung. Sebuah pendakian hebat yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki semangat membaja didalam hatinya.

Kisah ini bukan sekedar kisah mendaki sebuah gunung. Tetapi ini adalah kisah tentang semangat manusia yang mampu menghancurkan segala dinding pembatas dalam dirinya. Kisah motivasi ini memberikan sebuah contoh yang nyata mengenai segala ketidak mungkinan yang mampu dicapai manusia. Tentunya banyak orang yang mampu mendaki gunung, tetapi mampu mendaki dengan segala keterbatasan tidak banyak orang yang sanggup melakukannya.

Lelaki yang menginspirasi kita diatas adalah Spencer West. Dia secara tidak langsung sudah mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki kemudian memanfaatkannya dengan baik. Hiraukan orang yang berkata kepada anda “kamu tidak mungkin bisa melakukannya” seperti Spencer West menghiraukan penilaian dokter kepadanya. Jika kita yakin dan mau melakukannya, kita pasti bisa dan “Tidak Ada Yang Tidak Mungkin”

Sumber : asifah.com

Rezqi berasal dari Allah bukan dari usaha manusia

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum.

Saudaraku seiman, Meyakini secara pasti bahwa rezqi itu berasal dari Allah Subhana wata’ala adalah sama yakinnya dengan mengimani eksistensi-Nya. Tidak sedikit diantara orang – orang beriman yang keimanannya kepada Allah bersifat bulat lagi pasti tapi tidak sebulat keyakinan rezqinya yang berasal dari Allah. Ia masih lebih meyakini bahwa rezqi itu berasal dari usaha dan kerja kerasnya. Hal ini tampak dari kekhawatiran rezqinya akan diambil oleh orang lain atau ia takut tidak kebagian rezqi. Ketahuilah bahwa bila sesuatu itu sudah menjadi rezqi kita bagaimanapun kerasnya upaya orang lain untuk meraihnya maka ia tidak akan berhasil untuk memilikinya. Sebaliknya bagaimanapun kesungguhan kita untuk mendapatkan sesuatu tapi memang belum rezqi maka kita tidak akan bisa meraihnya. Amal usaha dan ikhtiyar untuk memperoleh rezqi itu adalah aktivitas fisik yang terkait dengan sebab akibat dan terkait pula dengan hukum halal-haram, dimana kelak dihari kiamat harta itu akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Sedangkan meyakini rezqi berasal dari Allah bukan dari usaha manusia adalah amalan qolbu yang merupakan bagian dari tuntutan mentauhidkan Allah Subhana wa ta’ala. Mari tetap berusaha memperoleh rezqi yang halal lagi baik dan tetap yakin rezqi itu berasal dari Allah Subhana wa ta’ala.

Allah Subhana wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba hamba-Nya.”(QS Al- Isra’:30).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Jujur mengakui kesalahan sendiri

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum.

Saudaraku seiman, Sering tanpa disadari kita mudah menyalahkan orang lain dan sulit untuk mengakui kesalahan diri sendiri. Perbuatan salah yang terkandung dosa, keliru dan khilaf merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari makhluk bernama manusia, bahkan tidak ada manusia yang terbebas (maksum) dari perbuatan dosa sebab manusia tempatnya salah dan lupa. Bukan berarti pula mengatas namakan hal itu dibenarkan melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Ketahuilah, setiap perbuatan dan perkataan manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Subhanawata’ala dihari kiamat kelak dan akan diberi balasannya. Orang yang mampu menyadari dan mengakui kesalahan dirinya sendiri adalah pertanda bahwa ia termasuk orang yang beruntung karena ia masih memiliki hati nurani. Mengakui kesalahan adalah tindakan terpuji yang dapat mengenali kebenaran. Jangan pernah takut untuk mengakui kesalahan diri sendiri. Ambillah hikmah dari setiap kesalahan untuk menjadi sosok pribadi mukmin yang lebih baik.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, Setiap anak Adam (manusia) berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat. (HR.Tirmidzi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah