Thursday , May 14 2026

Sekularisme Ide Bathil

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.(QS.Al-baqarah:85).

Note : Assalamu’alaikum Wr.wb. Saudaraku seiman, Pertentangan antara yang haq dengan yang bathil akan terus ada hingga hari kiamat. Kebathilan dengan berbagai macam bentuknya terus berusaha mengikis dan merusak aqidah Islam dari dalam jiwa ummat Islam diantaranya adalah ide Sekularisme. Ide sekularisme kini telah menggejala hampir disemua aspek kehidupan. Apa itu sekularisme? Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan.(Ref : httapi://id.m.wikipedia.org/wiki/Sekularisme#/editor/).

Dari pemaparan diatas sangat jelas sekali bahwa sesungguhnya sekularisme adalah cara memandang kehidupan tanpa agama (outside the religion), dalam definisi modern juga bisa dikatakan memisahkan agama dari kehidupan publik atau negara. Secara historis awal munculnya pandangan ini adalah ketika terjadi konflik antara agama Katolik dan para cendekiawan di Eropa yang berlangsung pada abad pencerahan (enlightment ages) sekitar abad 16 sampai abad 17, yang sebelumnya dilalui oleh abad gelap (dark ages) yaitu sekitar abad k-5 sampai dengan abad ke-15. Penyebutan abad gelap ini adalah karena begitu tak teraturnya masyarakat Eropa pasca runtuhnya kekaisaran romawi (roman empire) pada tahun 410 M.

Pada abad ke-17 dan 18 terjadi abad pencerahan (enlightment age) yang diawali oleh banyaknya pemikir dan cendekiawan yang melihat bahwa alasan terjadinya abad gelap adalah karena campur tangannya agama (katolik) dalam urusan negara, karena mereka memandang justru kemunduran yang sangat besar terjadi pada masa pemerintahan agama ini. Para kaum protestan pun menulis bahwa periode abad gelap adalah periode katolik yang terkorupsi shg tidaklah murni lagi. Puncaknya terjadi pada masa renaissance (kelahiran kembali) dimana para pemikiran para cendekiawan dan rakyat biasa melawan kepada tuan tanah dan rahib karena dinilai selama abad gelap agama dengan hak suci mereka (divine rights) telah menjadi sesuatu yang melegitimasi eksploitasi terhadap mereka oleh tuan tanah dan menuntut agar agama tidak lagi dihubungkan dengan negara (sekular). Disinilah sekularisme lahir.

Konteks ayat diatas memang ditujukan kepada Bani Israel yang telah memisah – misahkan perintah Allah SWT tapi ayat ini juga untuk ummat Nabi Muhammad SAW. Prof.DR.Buya Hamka didalam kitab Tafsirnya Al-azhar menjelaskan, Alangkah tepat ungkapan ini ! untuk merebut hidup dan kemegahan dunia yang fana, kedudukan pendeta ­pendeta, ketinggian dalam pandangan masyarakat pengikut yang bodoh – bodoh, mereka lemparkan isi Taurat mereka oleh karena kalau dituruti isi Taurat pegangan itu sebenar – benarnya niscaya mereka terpaksa menerima al-Qur’an dan mengakui Nabi SAW.

Semua gambaran tersebut adalah fakta yang terjadi ketika Islam dan kehidupan tidak dapat dipisahkan. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa,
Nomor : 7/Munas VII/MUI/11/2005
Tentang Haramnya Pluralisme, Liberalisme dan Sekulerisme Agama.
Hal ini karena Islam adalah sebuah sistem hidup, sebuah ideologi yang tidak bisa diterapkan secara sebagian. Ia juga tidak bisa dicangkokkan dengan ideologi lain semacam sekularisme dan sosialisme, dikarenakan Islam adalah metode hidup yang khas. Dan untuk menerapkan Islam yang kaaffah maka sesungguhnya diperlukan suatu institusi yang harus ada untuk menjamin terlaksananya semua aturan – aturan Islam, institusi inipun haruslah khas yang terpancar dari Islam tidak lain yaitu Daulah Khilafah Islamiyyah. Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah