Monday , July 13 2026

Orang Yang Mencuri Shalat

Pelajaran Hadist Hari Ini :

Rasulullah SAW bersabda, “Pencuri yang paling buruk adalah yang mencuri shalatnya. Para sahabat Nabi bertanya, Wahai Rasulullah SAW, bagaimana ia mencuri dari shalatnya? Beliau SAW menjawab, Ia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.” (HR. Ahmad)

Note : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saudaraku seiman, Tausiyah group WA pada pagi ini masih membahas seputar khusyu’ dalam mendirikan shalat. Ibadah shalat adalah momentum yang paling baik bagi seorang hamba untuk berhadapan dengan Allah SWT tuhan semesta alam. Pada saat shalat seorang hamba memuji dan memuja Allah SWT. Pada saat shalat pula seorang hamba mengagungkan, membesarkan, mengadu, meminta tolong kepada Allah SWT serta kita meminta ampun atas segala dosa – dosa dan maksiat yang telah kita lakukan. Ibadah shalat termasuk ibadah mahdah/pokok yang memiliki sejumlah syarat yang telah ditetapkan oleh hukum syara’ mulai dari syarat sah, syarat wajib hingga rukun shalat termasuk diatur juga adab didalam mendirikan shalat. Orang yang mendirikan shalat tapi terburu – buru didalam mengerjakaannya maka ia adalah orang yang mencuri shalat.

Adapaun yang dimaksud dengan mencuri shalat adalah mencuri waktu shalat yaitu ketika waktu masih bergerak dalam rukun sholat. Misalnya ketika mau sujud dia sudah memulai bacaan dan ketika jidat sampai sajadah bacaan sudah selesai dan langsung berdiri kembali, jadi seakan-akan seperti ayam yang mematuk makanan, tidak ada jeda, tidak ada istirahat sejenak, tidak ada tarikan nafas didalamnya. Pada hal thuma’ninah/tenang di saat sholat adalah bagian dari rukun shalat yang hrs dijaga. Syaikh Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota – anggota badan. Para Ulama memberi batasan minimal dengan lama waktu yang diperlukan seperti ketika membaca tasbih (Kitab Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq Jilid 1 hal 124).

Diriwayatkan dalam sebuah hadist, ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid di waktu Rasulullah SAW sedang duduk. Lalu orang itu melaksanakan shalat. Setelah itu ia memberi salam kepada Rasulullah SAW tapi Nabi menolaknya seraya bersabda, Ulangi shalatmu karena (sesungguhnya) kamu belum shalat. Kemudian lelaki itu mengulangi shalatnya. Setelah itu ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah tapi Nabi SAW menolaknya sambil berkata, Ulangilah shalatmu, (sebenarnya) kamu belum shalat. Laki-laki itu pun mengulangi shalat untuk ketiga kalinya. Selesai shalat ia kembali memberi salam kepada Nabi SAW tapi lagi – lagi beliau menolaknya dan bersabda,Ulangilah shalatmu sebab kamu itu belum melakukan shalat.

Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar wahai Rasulullah, Inilah shalatku yang terbaik. Sungguh, aku tak bisa melakukan lebih dari ini maka ajarkanlah shalat yang baik kepadaku, tanya lelaki itu. Apabila kamu berdiri (untuk melakukan) shalat, hendaklah dimulai dengan takbir lalu membaca ayat – ayat Al-Qur’an yang engkau anggap paling mudah, lalu rukuklah dengan tenang, kemudian beri’tidallah dengan tegak, lalu sujudlah dengan tenang dan lakukanlah seperti ini pada shalatmu semuanya.”(HR. Bukhari).

Jika shalat terburu – buru ia menjadi pencuri yang paling jelek, dia mencuri hak nya Allah SWT, dia mencuri waktu yang dia sendiri sedang berkomunikasi dan berhadapan dengan Allah SWT shg ia pun merusak shalatnya. Padahal jika shalatnya rusak, maka dapat merusak amalnya yang lain. Ia mencuri pahala yang seharusnya menjadi haknya sendiri dan menukarnya dengan balasan diakhirat kelak. Kita sering sedih karena gagal meraih keuntungan bisnis tapi mengapa kita tidak bersedih pada saat kita mendirikan shalat untuk bertemu Sang Pencipta dan penguasa kehidupan, lalu kita keluar tanpa mendapatkan apapun? yaitu tanpa membekas didalam diri, lalu kita tidak sedih? Mari kita ingat ancaman Allah maka kecelakaanlah Neraka Wail bagi orang – orang yang shalat, yaitu orang – orang yang lalai dari shalatnya.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Tentang Tim Jalan Dakwah