Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Minggu , September 23 2018
Beranda » Kajian » Muslimah SosMed Baperan?

Muslimah SosMed Baperan?

ADA yang tanya, “Kapan nikah?”

Baper sampe meleleh saya, Bang!

Lantas direkomendasikan, “Eh, teman abang single loh, mau?”

Baper lanjutan, siapa dia siapa saya; merasa belum kenal.

“Daripada nyuruh-nyuruh orang, gimana kalau nikah sama kau aja bang?”

Membatin sendiri, antara kesal dan bete, meskipun kalimatnya hanya asal bicara; tidak ada keseriusan sedikit pun. Beberapa saat kemudian, si abang mak comblang penebar angin baper tadi mengirim pesan, “Oke, abang yang akan datang menemui walimu di rumah ya! Minta alamatnya, plisss?”

Deg!

Mendadak serangan jantung, kayak ada petir di siang bolong.

Masih shock; tensi rendah, dan lebay arrrrrgh lebay. Hehe. Mana mungkin baru patah hati langsung nerima cinta baru? Ngedumel sendiri di pojokan sambil ngupil. Keesokan hari yang sungguh tak terduga, Messenger si Abang masuk, nah loh kok hati ini mulai dag-dig-dug ya?

“Jadi, mana alamatmu, Dek?”

“Emmm, gak punya alamat, Bang!”

Pakai jurus kebalikan ala wanita sejak abad pertama bumi ini menetas.

Padahal mau tapi berlagak ogah; sekadar nguji keleus xixixi.

“Abang serius ini, ayok mana?”

“Ini juga serius, Bang! Gak punya alamat, saya musafir!”

“Musafir apa?”

“Ya, musafirlah!”

“Musafir dari hati yang gagal move on?”

“Hahaa.”

Selera humor si Babang cukup klasik, sepertinya kalau diusik terus, bakal jadi teman yang asik, siapa tahu khilaf jadi cinta sejati, yang akan setia menemani, hingga kelak kita tua nanti.

Seminggu kemudian si abang pergi, dan tak kembali (cieee lagu). Mulai tumbuh bibit-bibit rindu, rasa tak bernama, yang jelas seperti kenyamanan; penerimaan baru setelah penolakan dari orang sebelumnya.

Mati satu tumbuh seribu; dikurangi 999.

Stalking dimulai, seketika jemari tangan tumbuh kudis teramat gatal; dinamai kudis kepo, sebab berhasrat mengacak profil, cari info siapa teman-temannya, apakah dia orang yang baik atau baik banget, terlebih lagi memastikan lelaki itu wajib maco bukan maho, soalnya entar jadi kalah gemulai binti bohay bo’.

Baca status, cek komentar dan balasan komentar, hadalaah, baperlah dunia akhirat. Sejak cemburu pertama; sejak itulah aku jatuh hati padamu, Bang. Seketika otak memutar ingatan tentang keinginannya melamar diri ini, tiba-tiba merasa jadi pemilik tunggal si babang tersebut, ya salam! Parah sumpah lo

Tentang Agus Waldiono