Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Senin , November 20 2017
Beranda » Artikel » Mengapa Susah Menghafal ?

Mengapa Susah Menghafal ?

“Use it or lose it.”

Apakah anda masih mengingat pelajaran kimia saat di SMA dulu? Atau apakah anda masih mengingat pelajaran di bangku kuliah anda? Bagaimana dengan masa kecil anda saat masih berumur 5 tahun? Masih adakah yang mengingatnya secara jelas?

Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang paling baik. Manusia dianugerahi otak yang merupakan organ yang luar biasa. Salah satu fungsi otak adalah sebagai sumber memori, tepatnya di area korteks dan hipokampus. Seluruh informasi yang masuk melalui panca indera akan masuk ke dalam otak dan diproses menjadi sebuah persepsi. Sebagian persepsi akan menjadi memori dan sebagian lagi tidak meninggalkan apa-apa alias hilang. Sebagai contoh nyatanya adalah ingatan anda saat ini. Coba anda perhatikan seberapa baik memori yang ada di kepala anda dengan mengingat masa lalu anda, sebagian ada yang dapat anda ingat dan sebagian lagi rasanya sulit untuk diingat. Benarkah?

Kemampuan mengingat dan menghafal informasi yang masuk ke otak dimiliki oleh setiap manusia. Perbedaannya adalah pada kualitas membuat memori dan mempertahankannya. Mungkin tidak jarang anda merasakan betapa susahnya menghafal nama orang yang baru anda kenal. Sebagian mahasiswa merasa susah menghafal pelajaran untuk persiapan ujian akhir semesternya. Karyawan yang mudah lupa materi seminar yang baru saja ia ikuti seminggu yang lalu. Ya, hampir semua orang mengalaminya. Disini, kami akan memberi tips kepada pembaca sekalian tentang bagaimana prinsip untuk menghafal yang baik sehingga memiliki memori yang kuat.

Perlu diketahui, memori dibagi menjadi dua; short term memory (memori jangka panjang) dan long term memory (memori jangka pendek). Masing-masingnya memiliki syarat yang harus dipenuhi untuk membentuknya. Mungkin saja selama ini anda belum memenuhi syarat tersebut.

Short Term Memory

Perlu anda ketahui, otak anda cenderung akan mengingat sesuatu yang anda minati. Misalnya anda minat tentang dunia otomotif, pikiran anda akan mudah tertarik untuk mengingatnya. Begitu pula dengan menghafal pelajaran, otak akan mudah menghafal pelajaran yang anda minati. Oleh karena itu tugas anda pertama sekali adalah menyenangi sesuatu yang anda ingin hafalkan. Dan hal ini adalah pondasi utama dalam prinsip pembentukan memori. Karena otak anda cenderung mengabaikan segala sesuatu yang tidak anda sukai. Lalu, bagaimana mungkin anda dapat menghafal pelajaran sedangkan anda tidak menyukainya? Maka dari itu pastikan apakah anda sudah berada pada jurusan kuliah yang benar atau belum. Jurusan yang sesuai dengan hasrat dan keinginan anda. Atau untuk para karyawan misalnya, pastikan pula pekerjaan yang sedang anda lakoni adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion anda. Karena jika minat tidak terpenuhi maka akan sulit untuk memberi usaha, konsentrasi dan atensi pada hal tersebut. Jika terpenuhi, anda hanya perlu sedikit usaha lagi untuk memberi konsentrasi dan atensi pada sesuatu yang akan anda ingat.

Long Term Memory

Jika anda ingin membentuk long term memory, anda harus melatih otak anda untuk mengulang-ulang hafalan. Dengan mengulang-ulang hafalan, otak akan terangsang secara berulang sehingga meningkatkan memori pada sel-sel otak. Anda juga harus memberi perhatian pada hafalan tersebut. Jika anda menginginkan hafalan yang sempurna, anda dapat melakukan asosiasi hafalan. Anda dapat mengasosiasikan hafalan anda dengan pengetahuan yang telah anda miliki. Anda hubungkan hafalan yang baru dengan sesuatu yang pernah anda ketahui, anda ciptakan suatu asosiasi baru yang berbentuk suatu konsep baru. Asosiasi itu berasal dari kemampuan imajinasi otak anda menghubungkan satu hal dengan lainnya. Hal ini yang dikenal dengan pemahaman. Anda bukan hanya sekedar hafal, namun anda dapat menjelaskannya secara gamblang dan mengaitkannya dengan berbagai hal lain. Maka cobalah untuk melatih otak mengulang hafalan, fokus, dan mengasosiasikan hafalan-hafalan baru dengan sesuatu yang pernah kita tahu. Metode ini dapat anda aplikasikan setiap kali anda menerima informasi, baik itu berupa ilmu pelajaran, ilmu agama ataupun informasi kantor anda. Gunakan otak anda atau anda akan kehilangannya. Selamat mencoba dan rasakan manfaatnya.

Sumber : kesehatanmuslim.com

Tentang Tim Jalan Dakwah