Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Jumat , September 22 2017
Beranda » Kajian » Mencintai Tidak Mesti Memiliki

Mencintai Tidak Mesti Memiliki

MENCINTAI itu memang tidak bisa secara sederhana, tetapi bukan berarti mencintai itu harus memiliki. Karena saat kau mencintai matahari terbenam, dengan melihatnya tetap bersinar indah sepanjang sore, bukankah itu sudah cukup buatmu? Meski pasti kau menyadari, bahwa kau tidak akan pernah bisa membawa matahari itu pulang ke rumahmu dan menjadikannya milikmu.

Begitupun cintamu buat dia yang belum halal buatmu. Jangan terlalu memikirkan rasa, takutnya menderita “bawa perasaan”. Gejalanya: ditolong sedikit dikira jadi objek perhatian, disenyumi sedikit dikira dianggap menarik. Giliran dia menikah dengan orang lain, dianya dilabeli “pemberi harapan palsu”. Wohoo, bukankah sebenarnya kita saja yang terlalu ge-er? Orang yang membawa tas tidak mesti pergi ke sekolah. Orang yang memejamkan mata tidak mesti sedang tidur. Pun, ditolong dan disenyumi bukan berarti dicintai. Sadar, kita hidup di kenyataan, bukan roman picisan.

Kalau suka, halalkan. Kalau belum bisa, mari diri ini disholihkan tanpa mudah terbawa perasaan, pun tak perlu terlalu mempertinggi harapan. Tahu, kan, jatuh dari ketinggian itu menyisakan luka dan pesakitan? Siapa yang selanjutnya nelangsa? Hati kita yang rutin memupuk rasa seraya menjulang asa.

Bukan berarti tak boleh jatuh cinta. Yang tak boleh itu mengotori hati dengan cinta yang tak tertata. Katakan jika memang cinta; bukan dengan mengajaknya pacaran, melainkan saling komitmen di ikatan pernikahan, hingga dia halal untukmu dan Anda halal untuknya; jika lamaranmu diterima.

Jika ditolak, Anda punya dua pilihan; coba lagi di kesempatan yang lain, atau relakan ia bersama sosok yang lain. Bahagialah bersama kebahagiaannya. Tersenyumlah di hari gembiranya. Kalian mungkin memang belum ditakdirkan bersama. Tak perlu bergalau ria sembari mendo’akan yang tidak-tidak, karena jika Anda memang cinta, kebahagiaannya pasti juga membahagiakanmu. Tentu Anda tidak ingin menghilangkan keindahan cahaya matahari terbenam dengan memenjarakan paksa matahari itu di sisimu, bukan? Mari belajar ikhlas menerima; memiliki itu bukanlah definisi mencinta.

Tentang Agus Waldiono