Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Kamis , Agustus 17 2017
Beranda » Kajian » Lalai Bicara Buruk, Lupa Ketika Diberi Kebaikan

Lalai Bicara Buruk, Lupa Ketika Diberi Kebaikan

BERAWAL dari ketidaktahuan yang kerap kali membuat kita mengeluh, kesal atau bahkan sampai mencaci. Tidak tahu bahwa di balik setiap ujian terselip kasih sayang dan rindu untuk kita menjadi lebih dekat.

Tidak tahu bahwa di balik hal yang tak sesuai harapan telah disiapkan skenario kehidupan yang lebih baik, tidak tahu dibalik kehilangan akan ada sesuatu yang dikembalikan atau diberi sesuatu yang lebih menawan, tidak tahu dibalik kegagalan gerbang keberhasilan tengah di dekatkan, tidak tahu jika kekecewaan menjadikan kita lebih banyak belajar.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216)

Dalam menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan awalnya mungkin sulit, namun akan menjadi lebih sulit ketika kita tidak bisa menerima kenyataannya. Hal terbaik adalah berusaha menerimanya perlahan, dan tidak berfokus terhadap masalah secara terus menerus karena yakinlah dibalik kesulitan akan ada kemudahan dan dibalik sebuah masalah tersimpan banyak hikmah.

Banyak sekali nikmat yang tentunya tidak dapat kita hitung, namun kerap kali kita hanya mengingat ketika keadaan sukar. Menjadi marah atau bahkan menyatakan bahwa ini tidak adil, padahal ketika bahagia dimana syukur kita? Justru lalai yang seringkali mendominasi.

Kenapa kita sering menjadi pengingat handal ketika bicara keburukan, namun bisa menjadi orang yang paling lupa ketika diberi kebaikan. Kenapa kita sering mengeluh dalam keadaan tak menguntungkan, namun sering kali paling bersemangat ketika diberi ujian nikmat.

Saat ini marilah kita belajar untuk menerima, bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, bukan berarti Allah tidak mendengarkan setiap do’a kita bukan juga karena Allah tidak melihat kerasnya usaha kita, kita hanya diminta untuk menunggu karena Allah bukan memberikan apa yang kita minta namun Allah memberi apa yang kita butuhkan.

Tentang Agus Waldiono