Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Kamis , November 22 2018
Beranda » Kajian » Ketika Tetangga Punya Handpone Baru

Ketika Tetangga Punya Handpone Baru

SENANGNYA tetanggaku saat dia dapat rezeki untuk membeli handpone baru. Kemudian dia menanyakan beberapa hal yang tidak dimengerti kepadaku tentang ponselnya. Aku dengan senang hati memberikan pengarahannya, kemudian dalam hati terbesit, ‘Ya Allah kapan ya aku punya handpone seperti ini?’

Ah rupanya telah hilang rasa syukurku saat berpikir seperti itu, bahkan handpone yang masih ditangan ini belum berusia lanjut (jadul). Kulihat kembali ponsel ini, aplikasinya tidak kalah baru dengan tetanggaku, menu panggilan dan pesannya masih bisa digunakan, jaringan internet sudah 3G. Lalu masih saja merasa kurang atas apa yang kupunya. Selama masih berfungsi, untuk apa diganti yang baru? Rupanya gengsi yang membuat syukurku runtuh. Dan berpikir lagi tentang kebutuhan bukan keinginan yang tidak ada habisnya.

Harusnya aku tidak melihat ke atas saja, bukankah rumput tetangga tak selalu hijau? Tapi sisi buruk manusiaku lebih besar dari pada kebaikannya. Andai saja jika aku sesekali melihat ke bawah, betapa banyak kesyukuran yang akan aku ucapkan nanti. Ketika tetangga punya handpone baru, bersyukurlah kita punya handpone meski bukan keluaran terbaru.

Lihatlah mereka yang tidak memiliki handpone, untuk membelinya saja sulit. Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki handpone? Maka lihatlah mereka yang tidak bisa memainkan handpone, karena masalah pengelihatan atau kekurangan fisik sehingga tidak bisa menggenggam handpone.

Semoga ketika kita berhadapan pada situasi serupa, kita bisa merubah keinginan menjadi doa. Ketika berharap seperti ini “Ya Allah kapan ya aku punya handpone baru?” Maka dengan sadar kita merubahnya menjadi kalimat doa seperti ini “Ya Allah semoga aku bisa seperti tetanggaku.”

Bukankah Allah akan memperkenankan harapan orang yang berdoa? Bukankah mengeluh itu berarti mengingkari nikmat Allah? Rumput tetangga tak selalu hijau, maka hijaukan rumput sendiri dengan pupuk kesyukuran. Sedikit apapun akan menghijaukan.

Tentang Agus Waldiono