Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Selasa , Mei 21 2019
Beranda » Kajian » Keluarga » Inilah 10 Manfaat Membiarkan si Kecil Belajar dari Kesalahan

Inilah 10 Manfaat Membiarkan si Kecil Belajar dari Kesalahan

KECEWA karena gagal dan salah melangkah bukanlah hanya menjadi masalah bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Tak pelak, si kecil yang kecewa dan sedih membuat kita ikut sedih. Tetapi, belajar dari kesalahan adalah proses yang harus mereka lalui sebelum meraih mimpi dan sukses kelak.

Simak, 10 manfaat belajar dari kesalahan yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak kita berikut ini:

1. Ketekunan
Kegagalan membantu anak belajar bersabar dan tekun. Dukung anak untuk mengulang kembali bila gagal, dan semangati agar ia tidak mudah putus asa.

2. Keberanian
Butuh keberanian untuk mencoba lagi setelah mengalami kegagalan, karena anak mungkin gagal dan kecewa lagi. Jika ia berusaha terus hingga berhasil, ia akan memiliki rasa keberanian yang sangat tinggi.

3. Percaya diri
Ketika seorang anak menerima kegagalan secara positif dan terus berusaha hingga berhasil, maka rasa percaya dirinya tumbuh sempurna.

4. Optimisme
Pemahaman positif akan kegagalan tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga mengajarkan optimisme pada anak. Saat mereka mampu melihat sisi baik dan menyadari bahwa mereka dapat mengulang usaha dengan upaya lebih keras dan tekun, maka semua tantangan dapat membantu anak untuk memiliki harapan untuk sukses.

5. Tanggung jawab
Kegagalan membuat anak paham dengan apa yang mereka lalukan dan apa konsekuensinya.

6. Memecahkan masalah
Orang tua perlu membantu anak menyadari dan memahami penyebab kegagalan mereka. Pada akhirnya, anak bisa menghindari kemungkinan untuk gagal kedua kalinya.Dengan bantuan orang tua, anak bisa melakukan analisa dan siap dengan solusi agar tidak gagal lagi.

7. Menerima kegagalan
Ketika anak menyadari kelebihan dan kekurangannya, mereka tidak sulit untuk menerima kegagalan sebagai bagian dari hidup. Yang terpenting adalah, mereka dapat menerima bahwa semua manusia tidak sempurna dan selalu bisa belajar dari kesalahan.

8. Belajar pentingnya kerja keras
Setelah melalui kegagalan, anak paham bahwa ia harus berusaha lebih keras lagi dan belajar dari kesalahan yang terdahulu.

9. Belajar tentang nilai sebuah kesuksesan
Bayangkan, betapa gembiranya seorang anak apabila upaya yang dilakukan berulang-ulang pasca kegagalan akhirnya berhasil. Mereka bisa belajar betapa nikmatnya sebuah kesuksesan, sebagai ‘hadiah’ yang ia dapatkan setelah bekerja keras dan berusaha terus.

10. Ambisi
Jika seorang anak selalu mendapat apa yang ia inginkan dengan mudah, ia tidak akan punya keinginan untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika ia dibiarkan mengalami kegagalan dan didampingi untuk memperbaikinya, ia akan memiliki keinginan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. [ra/islampos]

Sumber: id.theasiaparent.com

Tentang Tim Jalan Dakwah