Warning: DOMDocument::loadXML() [domdocument.loadxml]: Start tag expected, '<' not found in Entity, line: 1 in /home/jalandakwah/public_html/wp-content/plugins/premium-seo-pack/modules/title_meta_format/init.social.php on line 481
Jumat , September 22 2017
Beranda » Kajian » Cinta seperti Apa yang Diinginkan Allah? (2-Habis)

Cinta seperti Apa yang Diinginkan Allah? (2-Habis)

KHALIFAH Umar bin Khattab mengetahui Abdurrahman bin Abu Bakar sudah dimabuk cinta sering menyebut nama Laila sehinga tatkala Sang Khalifah mengutus pasukan perang ke negeri Syam beliau berpesan kepada panglima perangnya bila nanti Laila menjadi tawanan agar diserahkan kepada Abdurrahman.

Atas bantuan Allah yang maha kuasa pasukan muslim pun berhasil menguasai negeri syam dan Laila bintu Al Judi pun menjadi tawanan perang. Maka tercapailah harapan Abdurrahman, Laila pun akhirnya diserahkan kepada Abdurrahman sesuai perintah Sang Khalifah Umar bin Al-Khattab radiyallahu anhu.

Abdurrahman sedang dimabuk cinta. Impianya benar-benar kesampaian. Begitu keinginnannya mendapatkan Laila tercapai, ia  justru mengabaikan istrinya. Laila tidak mendapat perlakuan yang wajar. Laila pun mengadukan perlakuan suaminya kepada Ummul Mukminin Aisyah radiyallahu anhu.

Aisyah berkata, “Wahai Abdurrahman dahulu kau mencintai Laila dan berlebihan mencintainya, sekarang kau membencinya dan berlebihan membencinya sekarang kau harus memilih berlaku adil padanya atau mengembalikannya kepada keluarganya karna didesak saudarinya akhirnya Abdurrahman mengembalikan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi).

Betapa malangnya cinta yang di dasari hawa nafsu pepatah arab mengingatkan: حبك الشئ يعمي و يصم
Cintamu kepada sesuatu menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi jika hubungan kita dengan seseorang telah halal dengan akad pernikahan maka setan akan berusaha meruntuhkan kekokohan rumah tangga kita, setalah ini kita baru menyadari bahwa hubungan kita dengan pasangan kita bukan hanya sekadar urusan paras wajah, kedudukan, dan harta. Marilah kita gunakan akal sehat kita sehingga tabir asmara kita tidak hanyut dalam dusta dan janji-janji palsu.

Jadi cinta yang bagaimana cinta yang diinginkan Allah kepada kita setiap hambanya yaitu dengan cara mendekatkan diri kepadanya dalam iman, taqwa dan amalan ibadah kepada-Nya. Allah berfirman Al-qur’an surah Al-Thalaq ayat 2

و من يتق الله يجعله مخرجا
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah akan buka baginya jalan keluar.

Cinta hanya bersemi dengan iman, taqwa, dan akhlak yang mulia cinta ini akan abadi takkan lekang diterpa angin atau sinar matahari dan tidak pula luntur terkena guyuran hujan. Wallahu A’klam bisshowab.

Tentang Agus Waldiono