Kamis , Juli 9 2020

Berpuasa tidak sekedar menahan lapar dan haus

Tausiyah senja

Assalamu’alaikum.

Saudaraku seiman, Menjalani ibadah puasa Ramadhan dari sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dituntut keikhlasan dan kesabaran. Berbagai macam tantangan dan ujian siap menghadang orang – orang yang sedang berpuasa sehingga beresiko dapat merusak ibadah puasa mereka atau bahkan bisa menjadi batal. Hakekat ibadah puasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum semata tapi lebih dari itu ia harus bisa mengendalikan mata dari melihat yang diharamkan, mengendalikan mulut dari bicara kotor dan dusta, mengendalikan tangan dan kaki dari perbuatan maksiat serta menjaga hati dari amarah,  buruk sangka, benci dan dendam. Sejatinya orang beriman yang sedang berpuasa dalam menjalani proses training dan kaderisasi menjadi pribadi mukmin yang sabar, pemaaf dan tawadhu’ yang pada akhirnya menjadi mukmin yang bertaqwa. Perajalanan ibadah puasa Ramadhan masih panjang, mari kita benahi niat semata – mata ikhlas karena Allah dan kuatkan tekad dapat meraih keutamaan bulan Ramadhan sehingga tercapai perubahan sikap dan perbuatan.

Rasulullah SAW bersabda, Apabila seseorang di antara kamu berpuasa, janganlah berkata kotor/keji (cabul) dan berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci makinya atau mengajak bertengkar, katakanlah, Sesungguhnya aku sedang berpuasa.(HR.Bukhari-Muslim).

Wallahu a’lam

Tentang Tommy Abdillah

Founder Majelis Ilmu Ulin Nuha, Founder Rumah Tahfidz Al-Quran Ulin Nuha Medan, Praktisi Ruqyah Syar'iyyah As-syifa' Medan, Admin Taushiyah Group Whatsapp, Penulis buku Taushiyah Group BBM, Taushiyah Senja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *